Dulu ada buku terkenal : Siapa menabur angin, menuai badai.
Entah apakah itu relevan dengan deretan fakta belakangan ini.

Yap

>From: GIGIH NUSANTARA <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: [EMAIL PROTECTED]
>CC: [EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED],  
>[EMAIL PROTECTED], [EMAIL PROTECTED]
>Subject: [Kuli Tinta] Re: PAN Pecah
>Date: Tue, 24 Aug 1999 02:28:14 -0700 (PDT)
>
>--- Cosmas Damianus Tufan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> >
> > Diam-diam Partai Amanat Nasional (PAN) terancam
> > perpecahan.  Kubu Faisal Basri berhadapan
> > dengan Kubu AM Fatwa.  Hebatnya, tabloid AMANAT
> > sendiri, corong resmi PAN, yang membuka
> > kemelut ini.  Demikian berita dari Tabloid DETAK
> > terbaru.
> >
>
>Di posting-postingku yang lalu, perkiraan ini sudah aku 'baca',
>peluangnya untuk terjadi sangat besar sekali. Yang sudah terbukti
>adalah Golkar yang berselisih sendiri.
>
>Pergulatan politik di kubu-kubu tersebut bergerak sangat cepat, karena
>memang Sidang Umum MPR tinggal beberapa hari lagi. Kemungkinan pecah
>dalam waktu dekat sangat tinggi, dibanding untuk bersekutu. Maklum,
>tingkat saling 'olok' di antara mereka sudah sedemikian dalam melukai
>masing-masing, sehingga sudah tak cukup waktu untuk menyembuhkannya.
>
>Bagaimana pun, kesempatan untuk tampil membela dan menjadikan negeri
>ini ke arah yang benar sudah jadi obsesi. Itu sebabnya, jika ada
>gelagat sedikit saja yang agak melenceng, maka kecurigaan pun cepat
>muncul, yang repotnya sulit untuk dicoba disederhanakan kembali.
>
>Melihat sepakterjang orang-orang PAN, setidaknya Faisal Basri masih ada
>hal-hal tertentu yang cukup bermutu, untuk diajak dalam rombongan
>mereka yang bisa memperbaiki carut-marut bangsa ini. Kualitas Faisal
>Basri, yang sudah sangat alergi terhadap Habibie, mana mungkin bisa
>berendeng bareng dengan AM Fatwa, yang sudah kehilangan harapan itu.
>Sehingga sudah sangat sulit bagi Faisal Basri, dengan modal
>intelektualitas yang berkadar tinggi itu, untuk bisa tenteram berada
>dalam kubu yang patut dipertanyakan itu. Lebih-lebih dengan manuver mas
>Amien yang bahkan membingungkan orang dalam poros tengah sendiri,
>seperti yang diutarakan oleh Yusril.
>
>Saat ini, yang masih konsisten dengan gerakan awal perjuangan mereka,
>cuma tinggal PDI Perjuangan, PKB, dan TNI. Selebihnya, selain terlalu
>kecil sehingga tak perlu masuk hitungan, juga sedang mengalami masalah
>internalnya yang tak gampang diurai. Golkar, meski kelihatan konsisten,
>tetapi itu hanya di permukaan saja. Berbagai terpaan skandal, bagi
>kelompok profesional dan intelektual, jelas memalukan. Lebih-lebih
>Baramuli, yang kian nekad saja tiap hari itu. Ya, memang, tidak nekad
>pun, mau pura-pura baik pun, track record yang dimilikinya tak cukup
>menjadikan paspor untuk berperahu bersama di era pemerintahan baru
>nanti. Nekadnya, yang semakin tidak karuan dan memuakkan, buntutnya
>akan membawa musibah terpecahnya partai ini.
>
>Bututnya Habibie di mata rakyat, setidaknya menjadikan partai Golkar
>sudah sulit untuk tetap konsisten membela Habibie. Saat SU nanti, saya
>punya keyakinan, akan banyak yang membelot. Ketika semua sudah melihat
>kasus bank Bali sebagai sebuah skandal yang sangat memalukan Habibie,
>tiba-tiba mas Amien tampil dengan 'guyonan' soal Lippo, yang sangat
>mudah untuk ditafsirkan sebagai order dari Habibie untuk membelokkan
>perhatian. Kalau ada apa-apa di PAN, boleh jadi ini salah satu
>penyebabnya.
>
>Bukan mau mendahului, sebentar lagi akan ada partai lain yang menyusul.
>dan itu pasti bukan PDI Perjuangan serta PKB.
>
>Gigih
>__________________________________________________
>Do You Yahoo!?
>Bid and sell for free at http://auctions.yahoo.com
>
>
>______________________________________________________________________
>Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI dengan 
>mengirim e-mail kosong ke alamat;
>Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
>Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>


______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI dengan mengirim e-mail 
kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!









Kirim email ke