Bung Chandra,
Mungkin tanggapan ini agak menyimpang dari harapan Bung Chandra atas isu
yang dilempar. POLRI satu atap dengan TNI adalah salah satu strategi untuk
mewujudkan pemusatan kekuasaan rezim Orba. Terlepasnya "suh" atau tali
pengikat rezim menyebabkan strategi tercerai berai tanpa ada yang bisa
mengendalikan. Reallita politik menunjukkan bahwa POLRI telah lepas dari
ABRI sebelum PDIP memulai. Kini saya justru ingin mengajak Bung Candra dan
netters yang lain untuk melihat isu pokok yang saat ni tengah dihadapi oleh
bangsa ini.
Seminar Paul Krugman (MIT), Hubert Neis, dan beberapa pakar ekonomi
Indonesia tampaknya telah cukup jelas memberi signal kepada bangsa ini
mengenai masalah pokok dan mendesak yang harus diselesaikan serta bagaimana
jalan keluarnya.
Pemulihan ekonomi adalah prioritas, namun pemulihan ekonomi itu akan
memiliki peluang keberhasilan yang lebih besar dengan asumsi pemerintahan
yad tidak dipegang kembali oleh Presiden Habibie.
Apalah artinya awak yang awam ini untuk mengomentari analisis para pakar
kelas dunia yang logis dan disertai fakta-fakta empirik yang mendukung.
Mungkin ada rekan lain yang tertarik untuk membahasnya?
��
----- Original Message -----
From: Chandra Adenan <[EMAIL PROTECTED]>
To: Kuli Tinta <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 01 September 1999 12:28
Subject: [Kuli Tinta] POLRI mendukung PDIP
Sebut aja ini rumor ya (apalagi aku bukan seorang wartawan).
Suatu hari di salah satu kota di JABAR, aku ngobrol ngalor-ngidul dengan
seorang tamtama POLRI dan istrinya.
Dari obrolan itu terungkap bahwa, pada saat pemilu lalu jajaran POLRI agar
memberi pengarahan kepada keluarganya agar tidak memilih GOLKAR dan kalau
bisa memilih PDIP.
Waktu di Jakarta, aku ketemu dengan seorang perwira POLRI yang menjadi
instruktur di PTIK, hal tsb aku singgung juga. Ternyata jawabannya sama
dengan alasan bahwa kalau PDIP yang menang, POLRI lebih mudah melepaskan
diri dari HANKAM.
Apa benar begitu ya..., wah kita lihat saja. Dalam hati aku malah bilang
"Nggak janji lah Yao"
Regards,
CA>
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!