Untuk menyatakan POLRI secara kelembagaan memilih PDIP, rasanya 'cerita'
anda itu perlu dijelaskan siapa nara sumber itu, apa pangkatnya, sehingga
dapat disimpulkan itu benar sebagai 'policy' & keinginan lembaga, atau hanya
oknum saja (meskipun oknum itu melibatkan banyak orang, bahkan sebagian
besar orang).
Kalau anda tidak punya data itu, yah nggak apa-apa sih, hanya bagi saya
tidak dapat disimpulkan apa-apa. Kita seperti menebak saja (memilih kucing
dalam karung , gitu!!).

Trim's,  Fw.


> ----- Original Message -----
> From: Chandra Adenan <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: 01 September 1999 12:28
> 
> Sebut aja ini rumor ya (apalagi aku bukan seorang wartawan).
> Suatu hari di salah satu kota di JABAR, aku ngobrol ngalor-ngidul dengan
> seorang tamtama POLRI dan istrinya.
> Dari obrolan itu terungkap bahwa, pada saat pemilu lalu jajaran POLRI agar
> memberi pengarahan kepada keluarganya agar tidak memilih GOLKAR dan kalau
> bisa memilih PDIP.
> Waktu di Jakarta, aku ketemu dengan seorang perwira POLRI yang menjadi
> instruktur di PTIK, hal tsb aku singgung juga. Ternyata jawabannya sama
> dengan alasan bahwa kalau PDIP yang menang, POLRI lebih mudah melepaskan
> diri dari HANKAM.
> Apa benar begitu ya..., wah kita lihat saja. Dalam hati aku malah bilang
> "Nggak janji lah Yao"
> 
> Regards,
> 
> 
> CA>
> 
> 

______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke