Demikian parahnya kerusakan sistem politik, ekonomi, budaya, dan sosial
bangsa ini hingga siapapun yang akan memimpin tidak akan bisa memperbaikinya
dalam waktu 5 tahun yad.
KKG dalam debat bersama FB, FA, dll sebelum Pemilu mengatakan hal itu ketika
menjawab pertanyaan:"bagaimana konsep PDIP untuk bisa menyelesaikan masalah
ekonomi bangsa ini". Juga, Syahrir telah mengatakannya setelah seminar itu
sebagai sebuah kesimpulan pribadi saat diwawancara sbb: "siapapun pemimpin
bangsa ini nanti, bahkan Megawati, sangat sulit untuk menyelesaikannya".
Soemitro pada awal reformasi itu mengatakan bahwa perbaikan ekonomi kita
membutuhkan waktu paling sedikit 8 tahun kalau langkahnya benar. Padahal
pernyataan itu sebelum HBB berkiprah. Dan belum lamaini, para ekonom
Indonesia itu, Ani, Mari, Tito, Nining, Arif dll telah megeluarkan
memorandum mereka yang cenderung mengatakan bahwa kita telah salah
melangkah.
Jadi, sekali lagi, peluang perbaikan ekonomi tanpa perubahan politik adalah
lebih kecil. Maka sebaiknya kita kembali ke isu awal yaitu "apakah keadaan
akan menjadi lebih baik bila Presiden Habibie memerintah lagi?"
Menurut saya, tekad (x), dana (y) dan waktu (z). adalah variabel dan bukan
parameter. Masing-masing variabel memiliki parameter. Variabel adalah
besaran yang berubah-ubah sesuai dengan namanya sedang parameter adalah
besaran konstan. Mohon dikoreksi. Bagaimanapun juga saya setuju dengan tekad
(x), dana (y) dan waktu (z) , namun apakah ini dimiliki oleh Presiden
Habibie?
----- Original Message -----
From: Chandra Adenan <[EMAIL PROTECTED]>
1. Pemulihan ekonomi:
Peluang ekonomi akan lebih besar kalau BJH tdk menjadi presiden...?
Kemungkinan memang ada, tapi tidak semudah itu. Kerusakan yang terjadi
bukan karena BJH/Suharto dan beberapa orang saja, tapi sudah menjadi sebuah
'destroyer system'.
Krisis yang terjadi sekarang ini boleh dibilang sudah menyeluruh tetapi
terintegrasi, sehingga untuk memperbaikinya diperlukan suatu tindakan
menyeluruh juga yang dilakukan oleh orang yang mampu berpikir dan bertindak
secara multi dimensi secara paralel. Bayangkan untuk berbuat seperti itu,
kita membutuhkan dana yang tidak kecil dan darimana uangnya...? pinjam...?
itu akan membuat krisis ekonomi semakin panjang.
Belum lagi kalau kita melihat siapa-2 saja yang berada di puncak
pemerintahan yang akan datang, beberapa orang seperti Kwik atau Laksamana
itu OK, tapi bagaimana dengan disektor lain...? Sorry saja kalau aku bilang
bahwa orang-2 PDIP sebenarnya orang-2 ORBA (yang mempunyai wawasan berpikir
sama dengan yang sekarang) yang tersingkirkan krn sebuah kecurigaan saja.
Bagaimana kalau kita melihat mental pelaksana otoritas pemerintahan tingkat
bawah yang sudah rusak....?
Untuk mengembalikan ABRI ke barak dan bertindak profesional saja mungkin
kita harus menunggu sampai perwira-2 menengah yang ada sekarang ini naik
menjadi jenderal.
Mengganti mereka semua...? wow, berapa besar lagi dana yang dibutuhkan..?
Jadi aku bilang siapa pun yang akan berada diatas hanya sang waktu yang akan
menentukan, jangan harap ekonomi bisa pulih begitu saja (hanya berbekal
tekad dan uang pun tidak akan mencukupi). Dengan kata lain untuk memperbaiki
keadaan sekarang kita membutuhkan tindakan yang berparameter: tekad (x),
dana (y) dan waktu (z).
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!