Baiklah, walaupun aku cenderung untuk tetap melanjutkan diskusi POLRI dan
PDIP tadi (Selanjutnya diskusi ini bisa kita pecah jadi dua).
1. Pemulihan ekonomi:
Peluang ekonomi akan lebih besar kalau BJH tdk menjadi presiden...?
Kemungkinan memang ada, tapi tidak semudah itu. Kerusakan yang terjadi
bukan karena BJH/Suharto dan beberapa orang saja, tapi sudah menjadi sebuah
'destroyer system'.
Krisis yang terjadi sekarang ini boleh dibilang sudah menyeluruh tetapi
terintegrasi, sehingga untuk memperbaikinya diperlukan suatu tindakan
menyeluruh juga yang dilakukan oleh orang yang mampu berpikir dan bertindak
secara multi dimensi secara paralel. Bayangkan untuk berbuat seperti itu,
kita membutuhkan dana yang tidak kecil dan darimana uangnya...? pinjam...?
itu akan membuat krisis ekonomi semakin panjang.
Belum lagi kalau kita melihat siapa-2 saja yang berada di puncak
pemerintahan yang akan datang, beberapa orang seperti Kwik atau Laksamana
itu OK, tapi bagaimana dengan disektor lain...? Sorry saja kalau aku bilang
bahwa orang-2 PDIP sebenarnya orang-2 ORBA (yang mempunyai wawasan berpikir
sama dengan yang sekarang) yang tersingkirkan krn sebuah kecurigaan saja.
Bagaimana kalau kita melihat mental pelaksana otoritas pemerintahan tingkat
bawah yang sudah rusak....?
Untuk mengembalikan ABRI ke barak dan bertindak profesional saja mungkin
kita harus menunggu sampai perwira-2 menengah yang ada sekarang ini naik
menjadi jenderal.
Mengganti mereka semua...? wow, berapa besar lagi dana yang dibutuhkan..?
Jadi aku bilang siapa pun yang akan berada diatas hanya sang waktu yang akan
menentukan, jangan harap ekonomi bisa pulih begitu saja (hanya berbekal
tekad dan uang pun tidak akan mencukupi). Dengan kata lain untuk memperbaiki
keadaan sekarang kita membutuhkan tindakan yang berparameter: tekad (x),
dana (y) dan waktu (z).
2. Masalah POLRI:
Apa yang aku ingin sorot, pada rumor ini adalah bahwa POLRI sudah memiliki
tekad yang bagus. Walaupun saat ini POLRI sudah terlepas dari ABRI tetapi
dia masih tetap dibawah kendali departemen HANKAM yang nota bene ABRI juga.
Sebenarnya ide untuk membuat POLDA-2 bertanggung jawab ke Gubernur itu ide
yang sangat baik dengan begitu wibawa daerah cukup tinggi. Kita tidak
memerlukan POLRI yang seperti sekarang ini, aku lebih setuju kalau sistem
keamanan kita seperti di US, yang memiliki Sheriff dan Polisi Federal. Ini
akan membuat Gubernur lebih leluasa mengatur daerahnya karena dia memiliki
sendiri komponen penegak hukumnya. Tidak seperti saat ini, walaupun Gubernur
merasakan ada sesuatu yang harus ditegakkan didaerahnya tapi kalau Kapolda
tidak setuju, kebijaksanaan Gubernur tidak jalan.
----- Original Message -----
From: �� <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, September 01, 1999 7:36 PM
Subject: Re: [Kuli Tinta] POLRI mendukung PDIP
> Bung Chandra,
>
> Mungkin tanggapan ini agak menyimpang dari harapan Bung Chandra atas isu
> yang dilempar. POLRI satu atap dengan TNI adalah salah satu strategi untuk
> mewujudkan pemusatan kekuasaan rezim Orba. Terlepasnya "suh" atau tali
> pengikat rezim menyebabkan strategi tercerai berai tanpa ada yang bisa
> mengendalikan. Reallita politik menunjukkan bahwa POLRI telah lepas dari
> ABRI sebelum PDIP memulai. Kini saya justru ingin mengajak Bung Candra dan
> netters yang lain untuk melihat isu pokok yang saat ni tengah dihadapi
oleh
> bangsa ini.
>
> Seminar Paul Krugman (MIT), Hubert Neis, dan beberapa pakar ekonomi
> Indonesia tampaknya telah cukup jelas memberi signal kepada bangsa ini
> mengenai masalah pokok dan mendesak yang harus diselesaikan serta
bagaimana
> jalan keluarnya.
>
> Pemulihan ekonomi adalah prioritas, namun pemulihan ekonomi itu akan
> memiliki peluang keberhasilan yang lebih besar dengan asumsi pemerintahan
> yad tidak dipegang kembali oleh Presiden Habibie.
>
> Apalah artinya awak yang awam ini untuk mengomentari analisis para pakar
> kelas dunia yang logis dan disertai fakta-fakta empirik yang mendukung.
> Mungkin ada rekan lain yang tertarik untuk membahasnya?
>
> ��
>
>
>
> ----- Original Message -----
> From: Chandra Adenan <[EMAIL PROTECTED]>
> To: Kuli Tinta <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: 01 September 1999 12:28
> Subject: [Kuli Tinta] POLRI mendukung PDIP
>
>
> Sebut aja ini rumor ya (apalagi aku bukan seorang wartawan).
> Suatu hari di salah satu kota di JABAR, aku ngobrol ngalor-ngidul dengan
> seorang tamtama POLRI dan istrinya.
> Dari obrolan itu terungkap bahwa, pada saat pemilu lalu jajaran POLRI agar
> memberi pengarahan kepada keluarganya agar tidak memilih GOLKAR dan kalau
> bisa memilih PDIP.
> Waktu di Jakarta, aku ketemu dengan seorang perwira POLRI yang menjadi
> instruktur di PTIK, hal tsb aku singgung juga. Ternyata jawabannya sama
> dengan alasan bahwa kalau PDIP yang menang, POLRI lebih mudah melepaskan
> diri dari HANKAM.
> Apa benar begitu ya..., wah kita lihat saja. Dalam hati aku malah bilang
> "Nggak janji lah Yao"
>
> Regards,
>
>
> CA>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
> ______________________________________________________________________
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
> dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!