From: Chandra Adenan <[EMAIL PROTECTED]>

2. Masalah POLRI:
Apa yang aku ingin sorot, pada rumor ini adalah bahwa POLRI sudah memiliki
tekad yang bagus. Walaupun saat ini POLRI sudah terlepas dari ABRI tetapi
dia masih tetap dibawah kendali departemen HANKAM yang nota bene ABRI juga.
Sebenarnya ide untuk membuat POLDA-2 bertanggung jawab ke Gubernur itu ide
yang sangat baik dengan begitu wibawa daerah cukup tinggi. Kita tidak
memerlukan POLRI yang seperti sekarang ini, aku lebih setuju kalau sistem
keamanan kita seperti di US, yang memiliki Sheriff dan Polisi Federal. Ini
akan membuat Gubernur lebih leluasa mengatur daerahnya karena dia memiliki
sendiri komponen penegak hukumnya. Tidak seperti saat ini, walaupun Gubernur
merasakan ada sesuatu yang harus ditegakkan didaerahnya tapi kalau Kapolda
tidak setuju, kebijaksanaan Gubernur tidak jalan.
==============================================================

��:
Saya tidak berbeda pendapat dengan ide ini.
Perbandingan yang ideal antara jumlah polisi dengan jumlah penduduk di suatu
daerah akan bisa didekati dengan ide ini dengan asumsi UU otonomi daerah
dilaksanakan.

Yang menjadi masalah adalah bahwa pertanggunganjawaban selalu menyangkut hak
dan kewajiban. Kewajiban mereka adalah menegakkan hukum namun apa hak
mereka? Pernahkah kita mencoba untuk melihatnya? Disamping itu, pelaksanaan
kewajiban juga perlu dievaluasi. Adakah mekanisme itu dan bagaimana
mekanisme itu? Saya pikir, ini adalah salah satu sumber masalah penegakan
hukum di Indonesia selama ini.

Warga masarakat di sebuah county di US bisa mengadukan ke dewan kota kalau
mereka merasakan rasa keamanan mereka menurun atau security tidak
menjalankan tugasnya denga baik. Atau, kasus yang menghebohkan di California
beberapa tahun lalu dimana beberapa polisi menghajar speeding driver.

----- Original Message -----
From: �� <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, September 01, 1999 7:36 PM
Subject: Re: [Kuli Tinta] POLRI mendukung PDIP


> Bung Chandra,
>
> Mungkin tanggapan ini agak menyimpang dari harapan Bung Chandra atas isu
> yang dilempar. POLRI satu atap dengan TNI adalah salah satu strategi untuk
> mewujudkan pemusatan kekuasaan rezim Orba. Terlepasnya "suh" atau tali
> pengikat rezim menyebabkan strategi tercerai berai tanpa ada yang bisa
> mengendalikan. Reallita politik menunjukkan bahwa POLRI telah lepas dari
> ABRI sebelum PDIP memulai. Kini saya justru ingin mengajak Bung Candra dan
> netters yang lain untuk melihat isu pokok yang saat ni tengah dihadapi
oleh
> bangsa ini.
>
> Seminar Paul Krugman (MIT), Hubert Neis, dan beberapa pakar ekonomi
> Indonesia tampaknya telah cukup jelas memberi signal kepada bangsa ini
> mengenai masalah pokok dan mendesak yang harus diselesaikan serta
bagaimana
> jalan keluarnya.
>
> Pemulihan ekonomi adalah prioritas, namun pemulihan ekonomi itu akan
> memiliki peluang keberhasilan yang lebih besar dengan asumsi pemerintahan
> yad tidak dipegang kembali oleh Presiden Habibie.
>
> Apalah artinya awak yang awam ini untuk mengomentari analisis para pakar
> kelas dunia yang logis dan disertai fakta-fakta empirik yang mendukung.
> Mungkin ada rekan lain yang tertarik untuk membahasnya?
>
> ��
>
>
>
> ----- Original Message -----
> From: Chandra Adenan <[EMAIL PROTECTED]>
> To: Kuli Tinta <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: 01 September 1999 12:28
> Subject: [Kuli Tinta] POLRI mendukung PDIP
>
>
> Sebut aja ini rumor ya (apalagi aku bukan seorang wartawan).
> Suatu hari di salah satu kota di JABAR, aku ngobrol ngalor-ngidul dengan
> seorang tamtama POLRI dan istrinya.
> Dari obrolan itu terungkap bahwa, pada saat pemilu lalu jajaran POLRI agar
> memberi pengarahan kepada keluarganya agar tidak memilih GOLKAR dan kalau
> bisa memilih PDIP.
> Waktu di Jakarta, aku ketemu dengan seorang perwira POLRI yang menjadi
> instruktur di PTIK, hal tsb aku singgung juga. Ternyata jawabannya sama
> dengan alasan bahwa kalau PDIP yang menang, POLRI lebih mudah melepaskan
> diri dari HANKAM.
> Apa benar begitu ya..., wah kita lihat saja. Dalam hati aku malah bilang
> "Nggak janji lah Yao"
>
> Regards,
>
>
> CA>














______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke