Saya melihat Tekad yang dilandasi oleh semangat kejujuran dan semangat untuk
melakukan perubahan.


----- Original Message -----
From: Mudjiman (KPC) <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 02 September 1999 07:41
Subject: RE: [Kuli Tinta] POLRI mendukung PDIP/Pemulihan ekonomi


> tekad (x),
> dana (y) dan waktu (z).
Satu lagi bung, mental dan etos kerja. Mental yaa termasuk kejujuran. Dan
etos kerja ini merupakan suatu dilema untuk kita bangsa Indonesi, pada
umumnya.

> ----------
> From: Chandra Adenan[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: Thursday, September 02, 1999 12:22 AM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Re: [Kuli Tinta] POLRI mendukung PDIP/Pemulihan ekonomi
>
> Baiklah, walaupun aku cenderung untuk tetap melanjutkan diskusi POLRI dan
> PDIP tadi (Selanjutnya diskusi ini bisa kita pecah jadi dua).
> 1. Pemulihan ekonomi:
>     Peluang ekonomi akan lebih besar kalau BJH tdk menjadi presiden...?
>     Kemungkinan memang ada, tapi tidak semudah itu. Kerusakan yang terjadi
> bukan karena BJH/Suharto dan beberapa orang saja, tapi sudah menjadi
> sebuah
> 'destroyer system'.
> Krisis yang terjadi sekarang ini boleh dibilang sudah menyeluruh tetapi
> terintegrasi, sehingga untuk memperbaikinya diperlukan suatu tindakan
> menyeluruh juga yang dilakukan oleh orang yang mampu berpikir dan
> bertindak
> secara multi dimensi secara paralel. Bayangkan untuk berbuat seperti itu,
> kita membutuhkan dana yang tidak kecil dan darimana uangnya...? pinjam...?
> itu akan membuat krisis ekonomi semakin panjang.
> Belum lagi kalau kita melihat siapa-2 saja yang berada di puncak
> pemerintahan yang akan datang, beberapa orang seperti Kwik atau Laksamana
> itu OK, tapi bagaimana dengan disektor lain...? Sorry saja kalau aku
> bilang
> bahwa orang-2 PDIP sebenarnya orang-2 ORBA (yang mempunyai wawasan
> berpikir
> sama dengan yang sekarang) yang tersingkirkan krn sebuah kecurigaan saja.
> Bagaimana kalau kita melihat mental pelaksana otoritas pemerintahan
> tingkat
> bawah yang sudah rusak....?
> Untuk mengembalikan ABRI ke barak dan bertindak profesional saja mungkin
> kita harus menunggu sampai perwira-2 menengah yang ada sekarang ini naik
> menjadi jenderal.
> Mengganti mereka semua...? wow, berapa besar lagi dana yang dibutuhkan..?
> Jadi aku bilang siapa pun yang akan berada diatas hanya sang waktu yang
> akan
> menentukan, jangan harap ekonomi bisa pulih begitu saja (hanya berbekal
> tekad dan uang pun tidak akan mencukupi). Dengan kata lain untuk
> memperbaiki
> keadaan sekarang kita membutuhkan tindakan yang berparameter: tekad (x),
> dana (y) dan waktu (z).
>
> 2. Masalah POLRI:
> Apa yang aku ingin sorot, pada rumor ini adalah bahwa POLRI sudah memiliki
> tekad yang bagus. Walaupun saat ini POLRI sudah terlepas dari ABRI tetapi
> dia masih tetap dibawah kendali departemen HANKAM yang nota bene ABRI
> juga.
> Sebenarnya ide untuk membuat POLDA-2 bertanggung jawab ke Gubernur itu ide
> yang sangat baik dengan begitu wibawa daerah cukup tinggi. Kita tidak
> memerlukan POLRI yang seperti sekarang ini, aku lebih setuju kalau sistem
> keamanan kita seperti di US, yang memiliki Sheriff dan Polisi Federal. Ini
> akan membuat Gubernur lebih leluasa mengatur daerahnya karena dia memiliki
> sendiri komponen penegak hukumnya. Tidak seperti saat ini, walaupun
> Gubernur
> merasakan ada sesuatu yang harus ditegakkan didaerahnya tapi kalau Kapolda
> tidak setuju, kebijaksanaan Gubernur tidak jalan.
>
>
>
>
>

______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!













______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke