Bung Bahrudin yang baik,

Melalui fasilitas FIND Text In This Masage di menu EDIT saya mencoba untuk
menemukan kata Megawati dalam posting saya dan mas Ahmad namun tidak ketemu.
Justru ada  dua kata tersebut dalam Posting Anda.

Tampaknya Bung Bahrudin kurang cermat ketika membaca posting kami. Cobalah
cermati sekali lagi agar nanti menemukan pesan kami. Mudah-mudahan ini bukan
masalah active reading.

Thread ini pertama kali dibuka oleh Bung Chandra Adenan mengenai isu POLRI
dan keluarganya yang lebih mendukung PDIP karena akan memperbesar peluang
lepasnya POLRI dari ABRI..

Senang berkenalan dengan Anda.

----- Original Message -----
From: Bahrudin Ghalib <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 03 September 1999 15:49
Subject: RE: [Kuli Tinta] POLRI mendukung PDIP/Pemulihan ekonomi


Antara isi e-mail dan judul kok berbeda, isinya tentang reformasi dan
memilih pemerintahan baru dan judulnya kok dukungan kepada Megawati. Agar
reformasi tetap berjalan ( walau siapapun nanti yang memerintah - asal
jangan status qoa) yang penting kebebasan pers, kebebasan berbicara dan
kebebasan berdemo, kebebasan E-MAIL tetap dijamin, insya Allah reformasi
tidak bisa dibendung lagi.
Saya belum yakin kalau Megawati jadi presiden reformasi akan berjalan dengan
mulus.

> ----------
> From: ��[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Reply To: [EMAIL PROTECTED]
> Sent: Thursday, September 02, 1999 8:35 PM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Re: [Kuli Tinta] POLRI mendukung PDIP/Pemulihan ekonomi
>
> From: Ahmad Dimpu <[EMAIL PROTECTED]>
>
> Saya setuju sekali dengan pendapat bahwa untuk memulihkan ekonomi yang
> sudah terpuruk ini maka sangat diperlukan sekali pergantian
> pemerintahan, tapi tentunya tidak revolusioner(seperti th. 66),
> bertahap saja, supaya konstitusi tetap terjaga.
> =========================
>
> ��:
> Bung Ahmad, revolusi tidak selalu identik dengan kekerasan. Sekarangpun
> sebenarnya sudah terjadi revolusi. Tahun 66 itu ada 4 isu, pertama
> Pembubaran PKI, ke dua pembunuhan anggota dan simpatisan PKI, ke tiga
> Pembunuhan Jendral-Jendral, dan ke empat pergantian pimpinan nasional.
>
> Pemilu sudah digelar dan SU untuk memilih Presiden akan segera diadakan.
> Opsinya memang hanya ada dua, yatu pergantan pimpinan nasional atau tidak.
> Isu ini secara langsung berkaitan dengan agenda reformasi yang diawali
> dengan kelengseran Presiden Soeharto. Apakah awal itu akan berlanjut atau
> tidak akan sangat tergantung kepada opsi itu.  Kepempinan Presiden Habibie
> sejak Mei 21 1998 telah memberi arah yang kurang memberi harapan bagi
> kelanjutan agenda reformasi. Kasus Galib dan Bank Bali jelas kasat mata
> bertentangan dengan cita-cita reformasi. Sayangnya, pemahaman terhadap
> arah
> dan tujuan reformasi itu kini semakin carut marut tidak karuan dengan
> kepentingan potilik yang lebih mementingkan kepentingan individu dan
> kelompok dibanding dengan kepentingan reformasi, bangsa, dan negara.
>
> Pergantian pimpinan pemerintahan bagi bangsa yang berbudaya akan
> mengedepankan norma dan etika dibanding kekerasan. Kalau kita ingin
> meluruskan arah reformasi maka budaya kekerasan Orba itu harus hilang.
> Namun, sayangnya kalau otak ngadat maka otot ngembat. Seandainya saja,
> pimpian nasional itu nanti ganti menurut SU yad maka banyakj perubahan
> pasti
> akan terjadi. Marilah kita menunggu hasil SU nanti. Apakah para politisi
> itu
> memang benar-benar lebih  lebih memikirkan masa depan bangsa dan negaranya
> dibanding kepentingan individu dan kelompoknya.
>
> ��



______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke