--- Chandra Adenan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Baiklah, walaupun aku cenderung untuk tetap
> melanjutkan diskusi POLRI dan
> PDIP tadi (Selanjutnya diskusi ini bisa kita pecah
> jadi dua).
> 1. Pemulihan ekonomi:
>     Peluang ekonomi akan lebih besar kalau BJH tdk
> menjadi presiden...?
>     Kemungkinan memang ada, tapi tidak semudah itu.
> Kerusakan yang terjadi
> bukan karena BJH/Suharto dan beberapa orang saja,
> tapi sudah menjadi sebuah
> 'destroyer system'.
> Krisis yang terjadi sekarang ini boleh dibilang
> sudah menyeluruh tetapi
> terintegrasi, sehingga untuk memperbaikinya
> diperlukan suatu tindakan
> menyeluruh juga yang dilakukan oleh orang yang mampu
> berpikir dan bertindak
> secara multi dimensi secara paralel. Bayangkan untuk
> berbuat seperti itu,
> kita membutuhkan dana yang tidak kecil dan darimana
> uangnya...? pinjam...?
> itu akan membuat krisis ekonomi semakin panjang.
> Belum lagi kalau kita melihat siapa-2 saja yang
> berada di puncak
> pemerintahan yang akan datang, beberapa orang
> seperti Kwik atau Laksamana
> itu OK, tapi bagaimana dengan disektor lain...?
> Sorry saja kalau aku bilang
> bahwa orang-2 PDIP sebenarnya orang-2 ORBA (yang
> mempunyai wawasan berpikir
> sama dengan yang sekarang) yang tersingkirkan krn
> sebuah kecurigaan saja.
> Bagaimana kalau kita melihat mental pelaksana
> otoritas pemerintahan tingkat
> bawah yang sudah rusak....?
> Untuk mengembalikan ABRI ke barak dan bertindak
> profesional saja mungkin
> kita harus menunggu sampai perwira-2 menengah yang
> ada sekarang ini naik
> menjadi jenderal.
> Mengganti mereka semua...? wow, berapa besar lagi
> dana yang dibutuhkan..?
> Jadi aku bilang siapa pun yang akan berada diatas
> hanya sang waktu yang akan
> menentukan, jangan harap ekonomi bisa pulih begitu
> saja (hanya berbekal
> tekad dan uang pun tidak akan mencukupi). Dengan
> kata lain untuk memperbaiki
> keadaan sekarang kita membutuhkan tindakan yang
> berparameter: tekad (x),
> dana (y) dan waktu (z).

Ikutan,
Saya setuju sekali dengan pendapat bahwa untuk memulihkan ekonomi yang
sudah terpuruk ini maka sangat diperlukan sekali pergantian
pemerintahan, tapi tentunya tidak revolusioner(seperti th. 66),
bertahap saja, supaya konstitusi tetap terjaga.

Bung adenan, anda memberikan tiga variable parameter untuk memperbaiki
keadaan sekarang: tekad,x;dana,y;waktu,z. Dapatkah anda menggambarkan
seperti apa formula hubungan antar parameter tersebut?

  
> ----- Original Message -----
> From: �� <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Wednesday, September 01, 1999 7:36 PM
> Subject: Re: [Kuli Tinta] POLRI mendukung PDIP
> 
> 
> > Bung Chandra,
> >
> > Mungkin tanggapan ini agak menyimpang dari harapan
> Bung Chandra atas isu
> > yang dilempar. POLRI satu atap dengan TNI adalah
> salah satu strategi untuk
> > mewujudkan pemusatan kekuasaan rezim Orba.
> Terlepasnya "suh" atau tali
> > pengikat rezim menyebabkan strategi tercerai berai
> tanpa ada yang bisa
> > mengendalikan. Reallita politik menunjukkan bahwa
> POLRI telah lepas dari
> > ABRI sebelum PDIP memulai. Kini saya justru ingin
> mengajak Bung Candra dan
> > netters yang lain untuk melihat isu pokok yang
> saat ni tengah dihadapi
> oleh
> > bangsa ini.
> >
> > Seminar Paul Krugman (MIT), Hubert Neis, dan
> beberapa pakar ekonomi
> > Indonesia tampaknya telah cukup jelas memberi
> signal kepada bangsa ini
> > mengenai masalah pokok dan mendesak yang harus
> diselesaikan serta
> bagaimana
> > jalan keluarnya.
> >
> > Pemulihan ekonomi adalah prioritas, namun
> pemulihan ekonomi itu akan
> > memiliki peluang keberhasilan yang lebih besar
> dengan asumsi pemerintahan
> > yad tidak dipegang kembali oleh Presiden Habibie.
> >
> > Apalah artinya awak yang awam ini untuk
> mengomentari analisis para pakar
> > kelas dunia yang logis dan disertai fakta-fakta
> empirik yang mendukung.
> > Mungkin ada rekan lain yang tertarik untuk
> membahasnya?
> >
> > ��
> >
> >
> >
> > ----- Original Message -----
> > From: Chandra Adenan <[EMAIL PROTECTED]>
> > To: Kuli Tinta <[EMAIL PROTECTED]>
> > Sent: 01 September 1999 12:28
> > Subject: [Kuli Tinta] POLRI mendukung PDIP
> >
> >
> > Sebut aja ini rumor ya (apalagi aku bukan seorang
> wartawan).
> > Suatu hari di salah satu kota di JABAR, aku
> ngobrol ngalor-ngidul dengan
> > seorang tamtama POLRI dan istrinya.
> > Dari obrolan itu terungkap bahwa, pada saat pemilu
> lalu jajaran POLRI agar
> > memberi pengarahan kepada keluarganya agar tidak
> memilih GOLKAR dan kalau
> > bisa memilih PDIP.
> > Waktu di Jakarta, aku ketemu dengan seorang
> perwira POLRI yang menjadi
> > instruktur di PTIK, hal tsb aku singgung juga.
> Ternyata jawabannya sama
> > dengan alasan bahwa kalau PDIP yang menang, POLRI
> lebih mudah melepaskan
> > diri dari HANKAM.
> > Apa benar begitu ya..., wah kita lihat saja. Dalam
> hati aku malah bilang
> > "Nggak janji lah Yao"
> >
> > Regards,
> >
> >
> > CA>
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
>
______________________________________________________________________
> > Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan
> LAKUKAN SENDIRI
> > dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
> > Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> > Keluar: [EMAIL PROTECTED]
> >
> > Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> 
=== message truncated ===

__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Bid and sell for free at http://auctions.yahoo.com

______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke