From: Ahmad Dimpu <[EMAIL PROTECTED]>
Saya setuju sekali dengan pendapat bahwa untuk memulihkan ekonomi yang
sudah terpuruk ini maka sangat diperlukan sekali pergantian
pemerintahan, tapi tentunya tidak revolusioner(seperti th. 66),
bertahap saja, supaya konstitusi tetap terjaga.
=========================
��:
Bung Ahmad, revolusi tidak selalu identik dengan kekerasan. Sekarangpun
sebenarnya sudah terjadi revolusi. Tahun 66 itu ada 4 isu, pertama
Pembubaran PKI, ke dua pembunuhan anggota dan simpatisan PKI, ke tiga
Pembunuhan Jendral-Jendral, dan ke empat pergantian pimpinan nasional.
Pemilu sudah digelar dan SU untuk memilih Presiden akan segera diadakan.
Opsinya memang hanya ada dua, yatu pergantan pimpinan nasional atau tidak.
Isu ini secara langsung berkaitan dengan agenda reformasi yang diawali
dengan kelengseran Presiden Soeharto. Apakah awal itu akan berlanjut atau
tidak akan sangat tergantung kepada opsi itu. Kepempinan Presiden Habibie
sejak Mei 21 1998 telah memberi arah yang kurang memberi harapan bagi
kelanjutan agenda reformasi. Kasus Galib dan Bank Bali jelas kasat mata
bertentangan dengan cita-cita reformasi. Sayangnya, pemahaman terhadap arah
dan tujuan reformasi itu kini semakin carut marut tidak karuan dengan
kepentingan potilik yang lebih mementingkan kepentingan individu dan
kelompok dibanding dengan kepentingan reformasi, bangsa, dan negara.
Pergantian pimpinan pemerintahan bagi bangsa yang berbudaya akan
mengedepankan norma dan etika dibanding kekerasan. Kalau kita ingin
meluruskan arah reformasi maka budaya kekerasan Orba itu harus hilang.
Namun, sayangnya kalau otak ngadat maka otot ngembat. Seandainya saja,
pimpian nasional itu nanti ganti menurut SU yad maka banyakj perubahan pasti
akan terjadi. Marilah kita menunggu hasil SU nanti. Apakah para politisi itu
memang benar-benar lebih lebih memikirkan masa depan bangsa dan negaranya
dibanding kepentingan individu dan kelompoknya.
��
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!