Antara isi e-mail dan judul kok berbeda, isinya tentang reformasi dan
memilih pemerintahan baru dan judulnya kok dukungan kepada Megawati. Agar
reformasi tetap berjalan ( walau siapapun nanti yang memerintah - asal
jangan status qoa) yang penting kebebasan pers, kebebasan berbicara dan
kebebasan berdemo, kebebasan E-MAIL tetap dijamin, insya Allah reformasi
tidak bisa dibendung lagi.
Saya belum yakin kalau Megawati jadi presiden reformasi akan berjalan dengan
mulus.
> ----------
> From: ��[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Reply To: [EMAIL PROTECTED]
> Sent: Thursday, September 02, 1999 8:35 PM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Re: [Kuli Tinta] POLRI mendukung PDIP/Pemulihan ekonomi
>
> From: Ahmad Dimpu <[EMAIL PROTECTED]>
>
> Saya setuju sekali dengan pendapat bahwa untuk memulihkan ekonomi yang
> sudah terpuruk ini maka sangat diperlukan sekali pergantian
> pemerintahan, tapi tentunya tidak revolusioner(seperti th. 66),
> bertahap saja, supaya konstitusi tetap terjaga.
> =========================
>
> ��:
> Bung Ahmad, revolusi tidak selalu identik dengan kekerasan. Sekarangpun
> sebenarnya sudah terjadi revolusi. Tahun 66 itu ada 4 isu, pertama
> Pembubaran PKI, ke dua pembunuhan anggota dan simpatisan PKI, ke tiga
> Pembunuhan Jendral-Jendral, dan ke empat pergantian pimpinan nasional.
>
> Pemilu sudah digelar dan SU untuk memilih Presiden akan segera diadakan.
> Opsinya memang hanya ada dua, yatu pergantan pimpinan nasional atau tidak.
> Isu ini secara langsung berkaitan dengan agenda reformasi yang diawali
> dengan kelengseran Presiden Soeharto. Apakah awal itu akan berlanjut atau
> tidak akan sangat tergantung kepada opsi itu. Kepempinan Presiden Habibie
> sejak Mei 21 1998 telah memberi arah yang kurang memberi harapan bagi
> kelanjutan agenda reformasi. Kasus Galib dan Bank Bali jelas kasat mata
> bertentangan dengan cita-cita reformasi. Sayangnya, pemahaman terhadap
> arah
> dan tujuan reformasi itu kini semakin carut marut tidak karuan dengan
> kepentingan potilik yang lebih mementingkan kepentingan individu dan
> kelompok dibanding dengan kepentingan reformasi, bangsa, dan negara.
>
> Pergantian pimpinan pemerintahan bagi bangsa yang berbudaya akan
> mengedepankan norma dan etika dibanding kekerasan. Kalau kita ingin
> meluruskan arah reformasi maka budaya kekerasan Orba itu harus hilang.
> Namun, sayangnya kalau otak ngadat maka otot ngembat. Seandainya saja,
> pimpian nasional itu nanti ganti menurut SU yad maka banyakj perubahan
> pasti
> akan terjadi. Marilah kita menunggu hasil SU nanti. Apakah para politisi
> itu
> memang benar-benar lebih lebih memikirkan masa depan bangsa dan negaranya
> dibanding kepentingan individu dan kelompoknya.
>
> ��
>
>
> ______________________________________________________________________
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
> dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!