----- Original Message -----
From: Yap C. Young <[EMAIL PROTECTED]>

Ikutan yaaa...

Uraian teori bung Martin cukup valid, tetapi penguatan nilai
tukar rupiah
pada era Habibie bukan hanya karena koreksi eksternal semata,
tetapi juga
karena intervensi Bank Indonesia. Intervensi inilah kontribusi
Pemerintah
Habibie dalam menahan laju terpuruknya nilai tukar rupiah. Jadi
ada jugalah
kontribusi itu, biasanya lewat Bank Mandiri, sekitar 5 juta
dollar per hari.
Sayangnya yang dipakai intervensi uang hasil ngutang IMF, jadi
beban itu
harus ditanggung rakyat.
======================

Apakah ini ada hubungannya dengan kerja 24 jam PT Peruri yang
banyak disorot oleh media masa pada saat itu?

��


______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke