Itu belum seberapa mas. Kabarnya malah diborongkan ke percetakan luar 
negeri...

Yap

>From: �� <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: <[EMAIL PROTECTED]>
>Subject: Re: [Kuli Tinta] Pesta usai sudah
>Date: Thu, 28 Oct 1999 07:56:15 +0700
>
>
>----- Original Message -----
>From: Yap C. Young <[EMAIL PROTECTED]>
>
>Ikutan yaaa...
>
>Uraian teori bung Martin cukup valid, tetapi penguatan nilai
>tukar rupiah
>pada era Habibie bukan hanya karena koreksi eksternal semata,
>tetapi juga
>karena intervensi Bank Indonesia. Intervensi inilah kontribusi
>Pemerintah
>Habibie dalam menahan laju terpuruknya nilai tukar rupiah. Jadi
>ada jugalah
>kontribusi itu, biasanya lewat Bank Mandiri, sekitar 5 juta
>dollar per hari.
>Sayangnya yang dipakai intervensi uang hasil ngutang IMF, jadi
>beban itu
>harus ditanggung rakyat.
>======================
>
>Apakah ini ada hubungannya dengan kerja 24 jam PT Peruri yang
>banyak disorot oleh media masa pada saat itu?
>
>��
>
>
>______________________________________________________________________
>Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
>dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
>Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
>Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>

______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke