On Thu, 27 Jan 2000, hestu ciptohandoyo wrote:

> Terima Kasih Bang Martin.
> Contoh konkritnya di yogya ada LSM yang namanya DIAN INTERFIDEI yang
> dipimpin oleh Bpk. Th. Sumartana. Pada waktu perayaan Malam Natal pukul
> 23.00 di Gereja Kota Baru Yogyakarta, dihadiri oleh sejumlah Mahasiswa
> IAIN Sunan Kalijaga, kemudian dilanjutkan dialog iman antara Pemuda
> Katolik dan seluruh Jajaran Paroki dengan Mahasiswa tersebut.

> Di RT kebetulan satu-satunya yang Katolik adalah saya, tetapi warga RT
> sepakat untuk memilih saya menjadi Sekretaris RT. Kemarin pada waktu
> Syawalan bersama, saya juga terlibat untuk mengatur selurh kegiatan yang
> ada. Walaupun dalam acara ritualnya saya tidak. 

WAM:
Untuk apa para mahasiswa IAIN hadir dalam acara ritual Natalan?
Anda sendiri tidak merasa perlu hadir dalam acara ritual Syawalan kan?
Kami warga muslim sudah menyadari, bahwa tidak mengucapkan Selamat Natal
bagi umat Kristen tidak berarti kami memusuhi warga Kristen. Itu cuma
berkaitan dengan akidah yang kami percayai, bahwa Yesus itu bukan Tuhan.
Bukan berarti kami melarang kalau ada yang mempercayai sebaliknya.

Seperti halnya anda tidak harus percaya pada apa yang kami percaya.

Sungguh aneh kalau kehadiran orang Islam di gereja dianggap sebagai
lambang kerukunan beragama. Kalau begitu, kehadiran warga Nasrani di
mesjid juga semestinya dianggap sebagai lambang kerukunan dong?
Atau, cuma orang Islam saja yang mesti hadir di gereja agar penganut
kedua agama itu dapat dianggap rukun?


-===  FREE Handphone @ http://www.indoglobal.com/dedicated.php3  ===-
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke