Wah ini lagi-lagi bias.
Saya dapat berita, disuatu daerah (lupa nama daerahnya, kalau perlu saya
cari lagi), seorang Haji menjadi Ketua Panitia Penahbisan Imam Gereja. Saya
juga baru tahu tuh.
Waktu Opspek dulu, teman-teman saya banyak yang Islam. Ketika mereka sholat,
maka saya nggak punya teman bicara, lalu saya antarkan saja mereka ke Mesjid
UI (kebetulan yang berani bawa mobil itu saya) dan saya duduk di dalam
Mesjid, sambil teman-teman saya sholat. Sepatu saya copot dan saya duduk
bersila di lantai Mesjid yang cukup indah itu. Santai saja, itu toh rumah
Tuhan, karena di dalamnya nama ALLAH yang disembah Nabi Ibrahim (yang saya
percayai sebagai Tuhan Allah) disembah dan disebut. Saya nyaman sekali,
sebab sistem ventilasi Mesjid itu bagus sehingga terasa sejuk sekali. Habis
kecapean di opspek, menikmati kesejukan Mesjid, rasanya damai sekali.
Lain lagi dengan teman akrab saya seorang perempuan (muslimah), orang Banten
yang tinggal di Serang, mahasiswa IAIN Jakarta. Waktu itu saya dalam
persiapan mengikuti Natal Departemen Perhubungan, lalu Handphone saya
berdering. Teman saya itu menanyakan, "kamu lagi ngapain", saya jawab, "Wah,
lagi siap-siap ke Natalan nih". Dengan spontan dia menjawab, "Eh.. Ikut
dong!!". Saya bingung, dan menjawab, "Beneran?". Dia jawab, "Ya, Ikut
dong!". Ya sudah, saya jemput dia dan kami pergi ke Istora Senayan, tempat
Natal Dept. Perhubungan. Jadilah, panitia dan peserta Natal pada bingung,
sebab saya bersama seorang perempuan yang berjilbab. Tapi, teman saya itu
santai saja. Lucu juga.
Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
____________________________________________
[EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
----- Original Message -----
From: Wisnu Ali Martono <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 27 Januari 2000 11:33
Subject: Re: [Kuli Tinta] YESUS SANG ANAK MANUSIA
> On Thu, 27 Jan 2000, hestu ciptohandoyo wrote:
>
> > Terima Kasih Bang Martin.
> > Contoh konkritnya di yogya ada LSM yang namanya DIAN INTERFIDEI yang
> > dipimpin oleh Bpk. Th. Sumartana. Pada waktu perayaan Malam Natal pukul
> > 23.00 di Gereja Kota Baru Yogyakarta, dihadiri oleh sejumlah Mahasiswa
> > IAIN Sunan Kalijaga, kemudian dilanjutkan dialog iman antara Pemuda
> > Katolik dan seluruh Jajaran Paroki dengan Mahasiswa tersebut.
>
> > Di RT kebetulan satu-satunya yang Katolik adalah saya, tetapi warga RT
> > sepakat untuk memilih saya menjadi Sekretaris RT. Kemarin pada waktu
> > Syawalan bersama, saya juga terlibat untuk mengatur selurh kegiatan yang
> > ada. Walaupun dalam acara ritualnya saya tidak.
>
> WAM:
> Untuk apa para mahasiswa IAIN hadir dalam acara ritual Natalan?
> Anda sendiri tidak merasa perlu hadir dalam acara ritual Syawalan kan?
> Kami warga muslim sudah menyadari, bahwa tidak mengucapkan Selamat Natal
> bagi umat Kristen tidak berarti kami memusuhi warga Kristen. Itu cuma
> berkaitan dengan akidah yang kami percayai, bahwa Yesus itu bukan Tuhan.
> Bukan berarti kami melarang kalau ada yang mempercayai sebaliknya.
>
> Seperti halnya anda tidak harus percaya pada apa yang kami percaya.
>
> Sungguh aneh kalau kehadiran orang Islam di gereja dianggap sebagai
> lambang kerukunan beragama. Kalau begitu, kehadiran warga Nasrani di
> mesjid juga semestinya dianggap sebagai lambang kerukunan dong?
> Atau, cuma orang Islam saja yang mesti hadir di gereja agar penganut
> kedua agama itu dapat dianggap rukun?
-=== FREE Handphone @ http://www.indoglobal.com/dedicated.php3 ===-
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!