Ini pertanyaan2 bagus, Mas PS.
Supaya orang2 buta itu lebih tau ttg gajah, menurut saya ada 2 cara:
- membuat mata mereka bisa melihat, tapi ini relatif susah dilakukan
- membuat orang2 buta itu sadar bahwa mereka itu buta dan mendialogkan
masing2 interpretasi mereka untuk mendapatkan gambaran yg lebih utuh ttg
gajah (put the pieces together). tapi tanpa terlebih dahulu mengetahui bahwa
mereka sebenarnya buta, tidak akan ada keinginan dialog.
Analogi ini bisa diterapkan pada saat kita mengamati fenomena yg kompleks
(manusia, peristiwa, proses, dll):
- memiliki cara pikir yg lebih holistik, ini juga relatif susah dicapai
- sadar atas keterbatasan2 kita, bersedia melihat kekurangan dlm cara2
berpikir kita, sehingga rela dan mampu berdialog dengan cara2 yg produktif.
kalau belum2 sudah begitu yakin dgn kesimpulan2 masing2, susah diharapkan
adanya dialog yg bisa lebih 'membuka mata' kita.
Memang akibatnya gampang disalahartikan sebagai usaha untuk membatasi
kebebasan berpendapat. Sepemahaman saya sih, setiap bentuk kebebasan mesti
ada batasnya. Tapi juga susah utk menemukan batas yg bisa diterima semua
pihak.
Saya usul sih, batasan itu adalah niat untuk membuka diri, untuk tidak
gampang terjebak dlm prasangka, untuk tidak gampang sinis (saya akui, saya
juga masih punya kebiasaan begitu). Dan itu bisa tampak dlm cara2 kita
mengemukakan pendapat. Tapi penilaian ttg itu juga sangat subyektif. Jadi,
syusah, syusah.
Point saya jadi balik lagi: ternyata memang "There's no simple answer." Yg
saya harapkan adalah kita semua tidak terlalu bernafsu untuk mengklaim sudah
tahu atau mengerti. Mohon maaf kalau ini dinilai sebagai polisi pikiran.
Salam,
Ferli
-----Original Message-----
From: Phantom Stranger [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Thursday, February 03, 2000 11:26 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [Kuli Tinta] amien lagi
From: Ferli Iskandar <[EMAIL PROTECTED]>
> Pasti pernah denger beberapa orang buta yg berusaha memahami seekor gajah
> dgn memegang sebagian saja dari anggota tubuh gajah ybs.
> Yg pegang belalainya bilang: "Gajah itu binatang mirip ular."
> Yg pegang kakinya bilang: "Gajah itu spt batang pohon."
> Yg pegang gadingnya bilang: "Gajah itu spt tombak."
> Dst, dst.
PS :
orang buta itu tidak akan pernah tahu seperti apa gajah itu..
bagaimana dia bisa tahu kalo dia tidak pernah melihat seperti apa gajah itu?
jadi kalo dihubungkan dengan amien rais, kita ndak akan pernah tahu seperti
apa amien rais itu..
mungkin perlu dipisahkan antara menilai pribadi amien rais dengan
meng-interpretasi apa yang dilakukan amien rais dan dampak dari apa yang
dilakukan amien rais..
kali untuk menghindari simplistik, kita ndak usah ngomong apa2 tentang hal
yang ndak kita ketahui?
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!