Hari Sabtu, sore hari, saya naik bis Patas AC dari Pondok Indah. Dari Jl.
Sudirman, naik seorang pengamen, berambut kriting. Sebelum mengamen, dia
berteriak:
_Saya akan menyanyikan lagu rohani di sini, siapa pun anda, tidak boleh
protes_. Saya pikir, sombong amat ni orang. Belum tentu ada orang yang
protes, apalagi mendengarkan lagunya, udah ngancam duluan.
Mulailah dia menyanyikan lagu rohaninya. Intinya, Yesus adalah pembawa
damai. Di tengah-tengah lagunya, dia mengatakan:
_jika anda mendengar, di TV, di koran, di majalah dan di tabloid, bahwa
di Ambon orang Islam dibunuhi, dan mesjid serta langgar dibakari, yakinlah
bahwa berita itu bohong. Karena kami laskar Yesus, adalah pembawa
perdamaian_. Tertegun saya. Bahwa mereka mengaku membawa perdamaian, ya
terserah saja. Tapi, yang terjadi di Ambon adalah, orang Islam dibunuhi.
Mesjid mereka juga dibakari. Kenapa fakta ini mesti dijungkir balikkan?
Apakah kita semua ini dipikir buta huruf dan tidak tahu apa-apa dengan
yang terjadi di Ambon? Kalau di Jakarta, yang begitu lengkap dengan
berbagai media, orang berani menjungkirbalikkan keadaan yang terjadi di
Ambon, terus apa lagi yang mereka lakukan di mana orang tidak bisa
memperoleh berita sebenarnya?
Bahwa saya pernah mendengar, para pengamen rohani itu sebenarnya sedang
menyebarkan ajaran agamanya (mereka mengamen bukan untuk mencari duit!),
terserah mereka saja. Tapi, kalau sudah mulai berkampanye untuk
menjungkirbalikkan fakta kejadian di Ambon, itu yang tidak benar.
Saya lihat, tidak ada satu orang pun yang memberi uang kepada pengamen
ini, yang kemudian turun di muka hotel Mandarain. Sebelum turun, dia
mengaku sebagai pengamen jalanan yang dibimbing oleh Iwan Fals.
Saya nggak tahu, apakah upaya pemutarbalikkan fakta Ambon ini juga
dilakukan di kota lain.
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!