On Mon, 17 Jul 2000, White Crow wrote:

> Saya ingin tahu, dimana letak anarki intelektualnya WAM dalam postingnya.
> Bukan mau belain bung WAM, hanya saya agak terusik dengan komentar anda.
> walaupun belum seperti rasa "terusiknya" orang tua saya, yang saat ini
> sedang menginap di kantor gubernur ambon.

WAM:
Saya juga bingung, dimananya saya berbuat anarki intelektual? Wong saya
menceritakan kejadian yang saya lihat kok. 
 
> Wassalam
> 
> White Crow
> 
> 
> ----- Original Message -----
> From: "Frits Plikemboh" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Monday, July 17, 2000 2:36 PM
> Subject: Re: [Kuli Tinta] Pengamen Rohani dan Ambon
> 
> 
> Seperti biasa anarki jalanan dilibas sama anarki intelektualnya WAM.
> 
> 
> --- Wisnu Ali Martono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> > Hari Sabtu, sore hari, saya naik bis Patas AC dari Pondok Indah. Dari
> > Jl.
> > Sudirman, naik seorang pengamen, berambut kriting. Sebelum mengamen,
> > dia
> > berteriak:
> >
> > _Saya akan menyanyikan lagu rohani di sini, siapa pun anda, tidak
> > boleh
> > protes_. Saya pikir, sombong amat ni orang. Belum tentu ada orang
> > yang
> > protes, apalagi mendengarkan lagunya, udah ngancam duluan.
> >
> > Mulailah dia menyanyikan lagu rohaninya. Intinya, Yesus adalah
> > pembawa
> > damai. Di tengah-tengah lagunya, dia mengatakan:
> >
> > _jika anda mendengar, di TV, di koran, di majalah dan di tabloid,
> > bahwa
> > di Ambon orang Islam dibunuhi, dan mesjid serta langgar dibakari,
> > yakinlah
> > bahwa berita itu bohong. Karena kami laskar Yesus, adalah pembawa
> > perdamaian_. Tertegun saya. Bahwa mereka mengaku membawa perdamaian,
> > ya
> > terserah saja. Tapi, yang terjadi di Ambon adalah, orang Islam
> > dibunuhi.
> > Mesjid mereka juga dibakari. Kenapa fakta ini mesti dijungkir
> > balikkan?
> >
> > Apakah kita semua ini dipikir buta huruf dan tidak tahu apa-apa
> > dengan
> > yang terjadi di Ambon? Kalau di Jakarta, yang begitu lengkap dengan
> > berbagai media, orang berani menjungkirbalikkan keadaan yang terjadi
> > di
> > Ambon, terus apa lagi yang mereka lakukan di mana orang tidak bisa
> > memperoleh berita sebenarnya?
> >
> > Bahwa saya pernah mendengar, para pengamen rohani itu sebenarnya
> > sedang
> > menyebarkan ajaran agamanya (mereka mengamen bukan untuk mencari
> > duit!),
> > terserah mereka saja. Tapi, kalau sudah mulai berkampanye untuk
> > menjungkirbalikkan fakta kejadian di Ambon, itu yang tidak benar.
> >
> > Saya lihat, tidak ada satu orang pun yang memberi uang kepada
> > pengamen
> > ini, yang kemudian turun di muka hotel Mandarain. Sebelum turun, dia
> > mengaku sebagai pengamen jalanan yang dibimbing oleh Iwan Fals.
> >
> > Saya nggak tahu, apakah upaya pemutarbalikkan fakta Ambon ini juga
> > dilakukan di kota lain.
> >
> >
> > ->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
> > Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
> > Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> > Keluar: [EMAIL PROTECTED]
> >
> > Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> >
> 
> 
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Get Yahoo! Mail - Free email you can access from anywhere!
> http://mail.yahoo.com/
> 
> ->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> ->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 


->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke