Benar Bung, kalau saya sempat berbincang dengan berbagai lapisan
masyarakat yang saya temui mengenai lembaga perwakilan itu maka
isinya hanya umpatan dan makian. De jure mereka mewakili rakyat
namun de facto tidak.

Bila demikian, bagaimana caranya agar kesalahan besar itu
diselesaikan sebelum Pemilu 2004? Mungkinkah?

Saya sih penganut penyelesaian mendahului masalah.


----- Original Message -----
From: Daniel H.T. <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Saturday, August 05, 2000 10:37 PM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Nasib bangsa


Juga salah besar, kalau nasib bangsa ini diserahkan kpd org2 di
DPR/MPR yg
namanya saja sbg wakil rakyat, tetapi kenyataannya dlm praktek
hanya
mewakili partai dan golongan mereka tokh.

----- Original Message -----
From: Hercule Poirot <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Saturday, August 05, 2000 8:21 PM
Subject: [Kuli Tinta] Nasib bangsa


> Assalamu'alaikum Wr.Wb.
>
> www.detik.com
> >Kekeliruan Besar Serahkan Nasib Bangsa Pada 4 Elit Reporter:
Djoko
Tjiptono
> >detikcom - Jakarta, Ketua Umum Poros Indonesia Eros Djarot
> >menyatakan menyerahkan nasib bangsa pada 4 tokoh elit merupakan
> >kekeliruan yang besar. Semestinya seluruh komponen bangsa harus
> >diikutsertakan dalam proses rekonsiliasi tak hanya tokoh-tokoh
elit.
>
> Poirot:
>
> Setuju dengan ungakapan Eros yang menyebut "kekeliruan besar
> serahkan nasib bangsa pada 4 elit". Yang dimaksud tentu
> Presiden Wahid, Wapres Soekarnoputri, Ketua DPR Tanjung,
> Ketua MPR Rais, mestinya ditambah satu Sultan HB X.
>
> Nasib bangsa ini harus menjadi tanggung jawab setiap
> individu yang mencincai bangsa Indonesia dan tanah
> air Indonesia. Setiap Individu bangsa Indonesia punya
> tanggung jawab untuk berperan serta meningkatkan
> kualitas hidup bangsa.
>
> Cara yang ditempuh oleh satu orang mungkin berbeda
> dengan orang lain. Satu kelompok beda dengan kelompok
> lain. Satu partai beda dengan partai lain. As long as,
> tujuannya untuk meningkatkan kualitas hidup bangsa...
> there is no reason mengapa berbedaan bisa menjadi
> penyebab permusuhan seharusnya perbedaan bisa
> memperkuat kinerja bangsa.
>
> Kalau melihat aroma kampanye pemilu...saya sering
> prihatin. Mengapa seseorang tega menghajar peserta
> kampanye hanya karena perbedaan partai? Toh, memang
> kalah...yang memimpin negeri ini tetap bangsa Indonesia
> yang tentunya punya tujuan mulian meningkatkan taraf
> hidup bangsa Indonesia. Kalau kita tarik ke luar dalam
> skala yang lebih besar...mestinya...there is no kekerasan
> hanya karena perbedaan faham politik atau agama. Toh,
> dari ujungnya...kita ini bersaudara. Sama-sama anak
> cucu Adam-Hawa.
>
> Ketika nonton film Armageddon, saya sempat terpikir...
> alangkah baiknya kalau para politisi itu sempat nonton
> film ini. Kekuasaan, kekayaan, persaingan, perbedaan
> faham tak lagi ada artinya ketika bumi menghadapi
> ancaman meteor yang akan menghantam bumi. Kehidupan
> akan musnah, dan semua mati. Bila kita sempat terpikir...
> "Ach sebentar lagi aku mati," mungkin segala bentuk
> pertengkaran, permusuhan dapat direm dari dalam dengan
> pengendalian nafsu.
>
> Mengingat semua itu...kita jadi sadar, sebenarnya musuh
> kita itu siapa sih? Musuh kita adalah kita sendiri. Kita
> yang ditunggangi nafsu dan tak mampu melawan bisikan
> iblis. Saya tidak tahu apakah ketika seseorang memasuki
> dunia politik...baju politik mengubah semua sikap dasar
> yang baik-baik pada diri manusia dan menyulapnya menjadi
> badut haus kekuasaan?
>
> Menurut saya...mestinya tidak begitu. Tapi mengapa banyak
> yang terlihat seperti itu?
>
> Wassalam,
> +++Poirot
>
>
>
>
>
>
__________________________________________________________________
______
> Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at
http://www.hotmail.com
>
>
> ->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>


->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!















->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke