wah mas,
kalau membaca kalimat terakhir sampeyan,
apa ini berarti telah tidak ada jalan lain untuk
memecahkan masalah?
atau dengan jalan apapun, masalah justru
akan pecah-pecah menjadi banyak, kayak
sekarang ini.
kalau aku sih berpendapat, masih jarang
orang (terutama yang sedang berkedudukan
dan berwewenang) penting untuk sekedar
memiliki rasa "bersyukur" dan memanfaatkan
keterbatasan menjadi kebaikan....
sehingga yang ada, "harus" bagi kami dan
"jangan" bagi mereka.... hehehe.
soeL
------
----- Original Message -----
From: "��" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Sunday, August 06, 2000 10:27 AM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Nasib bangsa
Benar Bung, kalau saya sempat berbincang dengan berbagai lapisan
masyarakat yang saya temui mengenai lembaga perwakilan itu maka
isinya hanya umpatan dan makian. De jure mereka mewakili rakyat
namun de facto tidak.
Bila demikian, bagaimana caranya agar kesalahan besar itu
diselesaikan sebelum Pemilu 2004? Mungkinkah?
Saya sih penganut penyelesaian mendahului masalah.
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!