--- Abdullah Hasan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Saya kira itu kan urusan intern orang Islam. Setuju nggak kita
dipaksa-paksa
> dalam beribadah seperti anak kecil ?. Orang lain sebaiknya diam. Jadi
tidak
> mencurigakan. La wong nggak diganggu apa-apanya , kok ikutan sewot ?  .


From: Agus Satrio <[EMAIL PROTECTED]>
Urusan atau aturan intern kok dibawa-bawa masuk ke aturan yang digunakan
untuk semua orang,
termasuk yang bukan Islam ?

Bagaimana bila kalimatnya diubah menjadi : Kewajiban menjalankan syariat
agama untuk masing-masing pemeluknya.
Apakah itu anda setuju ? Kalau saya tidak setuju pada substansi-nya,
memaksa-maksa orang untuk menjalankan agamanya.
Karena aturan bakal mengena orang Islam, lebih baik dan lebih bijaksana
serahkan saja dulu pada orang-orang Islam dulu. . Bila yang lain diam,
yakinlah peraturan tersebut tidak bakal lolos. Saya yakin banyak yang tidak
setuju. Bila minoritas agama lain banyak mengumbar pendapat, dikuatirkan
malah memancing  sentimen agama yang tidak perlu.
Contohnya komentar RK yang ngawur itu ( maaf, lho). Masa menjalankan sholat
dianalog-kan dengan asap nikotin yang mengganggu orang lain? Yang bener, ah!

Wassalam.
Abdullah Hasan.





->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke