At 11:50 AM 8/14/00 +0700, you wrote:
>Syariat Islam bukan hanya 5 rukun Islam.
>(Anda masih malu juga mengaku sebagai penganut Kristen? ).
Tuliskan kalau begitu ;)
WAM:
>Betul. INi pemecahan jalan tengah. Namun, bukankah ini pun ditolak oleh
>non Islam? Percayalah, orang Islam bukan orang rakus yang mau mengangkangi
>seluruh Indonesia. Masalahnya selesai, kan, kalau pemecahan 3 kata itu
>diterima? Kenapa mesti ngancam mau merdeka segala? Siapa yang edan kalau
>gitu?
Yand edan adalah 2 pihak
1. yang permulaan memberikan ide PJ bikin repot diskusi saja ;(
2. Yang ingin merdeka
>
> > Apa susahnya dibuat 3 kata itu ?
> > Boros tinta dan boros kertas ?
>
>WAM:
>Tidak susah. Sampaikan pertanyaan anda ke mereka yang menolak amandemen
>pas 29/ uud 45. Yang jelas bukan golongan Islam.
Bingung, yang menolak amandemen ada juga kan dari pihak Islam, mis Cak Nur ?
Kalau gitu kenapa anda menulis "yang jelas bukan golongan Islam", ini
berdasar prinsip logika berarti 100% pihak Islam setuju dengan amandement ini.
> > Saya tidak menolak, cuman menyarankan.
> > kalau diganti menjadi
> > DENGAN KEWAJIBAN MENJALANKAN SYARIAT SYARIAT AGAMANYA MASING MASING.
>
>WAM:
>Saya terima, dan banyak orang Islam yang menerima. Permasalahannya tidak
>terletak pada orang Islam.
Jika anda berkata begitu berarti 100% permasalahannya ada pada orang Non
Islam, begitu ?
Berdasar logika, dalam suatu pengambilan keputusan, tidak mungkin 100%
setuju atau 100% tidak setuju, pasti ada paling tidak sekian persen (bisa
jadi 0,00000001 %, atau 2% yang berbeda), nah.... pernyataan anda itu salah.
WAM:
>Kenapa anda, dimuka, bilang bahwa syariat Islam itu identik dengan shalat
>dsb? Anda mau ngaku sebagai orang Islam, dengan mangatakan pakai jilbab
>itu _tradisi Islam_? Masih malukah anda, di hadapan para peserta milis
>ini, mengaku sebagai orang Kristen?
Jika bukan tradisi, syariat, kewajiban, dsb. mengapa anda berpikir
pelarangan pakai Jilbab di kantor, pabrik, dsb. suatu bentuk kekejian ?
BTW ini milis bebas, seperti sudah saya katakan sebelumnya, dan menjadi
member ini milis tidak ditulis bahwa wajib memberikan statement apa agama
yang dipeluk.
Karena itu, saya menolak permintaan anda agar saya memberikan pengakuan.
Dengan alasan di atas.
> > Anda bisa bilang, ITU SALAH, itu tidak benar, ITU HANYA ditujukan BAGI
> > orang Muslim.
>
> > Tapi itu kan anda, hanya 1 orang yang betul betul sudah terdidik dan
> > Pandai, dan bisa mengerti maknanya.
>
>WAM:
>Dan karena masih banyak orang _pinter_ macam anda, yang berlagak pilon.
Justru masih banyak orang pinter macam anda, yang kadang tidak mau melihat
dari sisi orang yang mungkin tidak bisa mengerti makna PJ itu kalau diterapkan.
> > Tapi anda itu egois, seperti kasus Makro, suru main tutup saja tokonya
> > dengan diboikot, jadi semua karyawannya baik yang brengsek maupun yang
> baik
> > kena getahnya, tidak berpikir, kalau tidak semua orang sepandai anda, bisa
> > mengerti dalam maksudnya.
>
>WAM:
>Egois? Bukankah saya membela pihak yang tertindas, dalam hal ini konsumen?
>Apakah saya harus membela Makro?
Saya tidak menyatakan anda harus membela Makro.
Tapi solusi mengadakan boikot, sehingga mungkin saja karyawan Makro dipecat
(sekalipun yang innocent), cukup menggelitik saya.
Dan anda belum jawab pertanyaan saya, bagaimana kalau satu orang BPPT bikin
salah, terus semuanya dipecat, dan andapun turut dipecat ?
> > Saya mewakili pihak yang tidak setuju dengan piagam Jakarta itu berpikir,
> > gimana kalau ada orang orang yang tidak sepandai anda terus salah
> > mengartikan. Kan repot ?
>
>WAM:
>Jadi, anda mau bilang, seluruh orang non Islam yang kamarin rame2 nolak PJ
>itu bego semua?
Saya tidak bilang seperti itu ;)
itu kata anda ;)
> > Sudah tahu sebagian besar penduduk Indonesia tidak memiliki kepandaian
> > seperti anda ?, paling tidak S1, terus anda mau menyama ratakan persepsi
> > kepandaian anda dengan orang lain ?
>
>WAM:
>Memangnya masing-masing agama nggak ada pemimpinnya? Ataukah, anda mau
>bilang, para pemimpin agama itu sama gebleknya dengan orang2 yang anda
>bayangkan itu?
Permasalahannya adalah.
Pemimpin agama tidak selalu ditaati oleh penganut agama itu, apalagi kalau
penganutnya sudah mata gelap.
Nah bukankah lebih baik kita melakukan tindakan preventif ?
>Saya justru beranggapan, walaupun mayoritas penganut agama (apapun) itu
>berpendidikan di bawah rata-rata, toh ada pemimpin agamanya yang dapat
>memberikan pemahaman yang benar. Dan saya percaya para pemimpin agama itu
>memiliki tingkat kecerdasan di atas rata-rata. Jadi nggak ada logikanya
>dengan mengatakan _tidak semua penganut agama itu berpendidikan cukup_.
>Kecuali anda menyimpulkan bahwa para pemimpin agama ini sama bodonya. (Dan
>saya tidak).
Saya tidak mengatakan itu.
Tapi justru karena mayoritas penganut agama itu berpendidikan di bawah rata
rata seperti kata anda, kenapa kita tidak melakukan tindakan preventif,
untuk mencegah mereka salah mengartikan kata kata di PJ ?
Apa anda tidak mengerti apa itu tindakan preventif ?
:)
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!