Ah bisa aja, unang masongoni bah! Pandangan dan pengetahuan bung WAM jauh
lebih komprehensif dari yang saya miliki. Paling saya hanya bisa share dikit
dikitlah, karena saya dapat banyak dari dia dimilis ini.

Saya memang berbeda pandang tentang LJ, dan semakin yakin perbedaan itu
setelah bung WAM dengan jelas menguraikan reasoningnya, bahwa justifikasi
tindakan LJ karena hukum dipandang tidak berfungsi sehingga LJ merasa berhak
mengambil alih. Disisi pengambil alihan fungsi penegakan hukum secara
otomatis inilah saya tidak sepakat, karena definisi dan dampaknya dapat
sangat lentur. Seingat saya ikrar LJ ke Maluku dulu untuk berdakwah dan
turut menciptakan ketenteraman disana. Mestinya dengan pendekatan hati, dong
(wa cholichin naas sabichuluchin hazaniin) dan bukan dengan pendekatan
pedang, apalagi mesiu. Kalau akhirnya ikut menjadi penyebab darah tertumpah,
ya sebaiknya segera dirubah menjadi operasi simpati, kalau perlu sambil
terus menerus istigfar. Saya masih dalam keyakinan pendekatan hati akan
lebih berhasil disana. Memang lebih sulit dan melelahkan, seringkali
menjengkelkan juga, tetapi hasilnya jauh lebih manis. Itulah jihad yang
lebih mulia, karena jihad yang berasal dari kata jahada, artinya bersungguh
sungguh atau serius, boleh juga diartikan bekerja keras. Dan wajar saja
kalau itu melelahkan, karena dijanjikan puncak dari segala pahala, yaitu
sorga. Jihad tidak selalu harus berarti perang, kan. Kalau dasarnya hanya
tadinya siapa yang mulai, lalu dibalas, ya kita terjebak dalam zero-sum
games. Tadinya saya pikir LJ akan mendorong terjadinya win-win solution
dengan achlakul karimah approach dalam mencari ridho Allah. Saya yakin bisa,
kalau mau dan tulus!

salam,
yap
-------
Success is neither magical nor mysterious.
Success is the natural consequence of consistently applying basic
fundamentals.

----- Original Message -----
From: �� <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Saturday, 18 November 2000 12:11 WIB
Subject: Re: [Kuli Tinta] SOS from Siri-Sori Islam on the island of Saparua


Kalau ini sebuah penilaian dimana saya akan mencoba menjaga jarak terhadap
keduanya maka saya harus mengatakan bahwa Islam tampak lebih membawa
kedamaian melalui tulisan Y@p dibanding tulisan WAM.

Mungkin keduanya mewakili gambaran Islam di Indonesia saat ini.

Salahkah saya dengan persepsi seperti itu?



>>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<<
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke