ac:
> Pak MMA, boleh bertanya nih, mengapa sekarang muncul KAMMI?
> Apakah itu sempalan dari KAMI ataukah berbeda sama sekali?
MMA:
Basis intelektual dibelakangnya mungkin sama; tetapi cara kerjanya yang
berbeda.
sebagai informasi: KAMI ini adalah bentukan militer dan pada masa tohar KAMI
berubah menjadi organisasi kepemudaan KNPI nah kamu pelajari saja organisasi
apa saja yang tergabung kedalamnya.
KNPI sendiri didalamnya dalam kondisi kritis bagi kubu reformis dan kubu
konserpatif akan terus memaksakan KNPI seperti kondisi dulu. Yang
konserpatif inilah yang mayoritas. Organisasi mahasiswa yang bisa dibilang
moderat/reformis sendiri tidak bisa berbuat apa-apa, walaupun juga menjalin
kerja sama dengan kekuatan ektra parlemeter, seperti LSM dan organ-orang
baru setelah reformasi bergulir. seperti FAMRED organisasi ini juga memiliki
dua payung, payung legal mereka PMII (NU), jika KAMMI bisa saja banyak
didukung elemen HMI (sebagai tambahan HMI sendiri pecah jadi dua). PMKRI dan
organisasi nasionalis lainnya bisa saja bergabung dalam organ-organ yang
bermacam-macam bisa FORKOT dan lain-lain. Nah, untuk elemen kiri yang baru
tumbuh tergabung diantaranya yang sukses mendorong gerakan masa pada
pristiwa semanggi I dan II.
Beberapa kalangan kiri lebih berani tampil beda, seperti misalnya PRD, PSD
dan PSJ. Mereka terang-terangan mengaku melakukan aktifitas ektra
parlementer dan lebih pada pengorganisiran kerakyat (non mahasiswa)
kadang-kadang merekapun bekerjasama dengan LSM.
Hal yang sama pula dilakukan oleh PBB yang berani tampil beda dan
terang-terangan mengorganisir massa anti Gusdur dengan payung GPI-nya.
> ��:
> Saya agak ragu bahwa Kasbul berkaitan dengan Kristen.
> Saya pernah membaca posting GAT dimana dia akhirnya keluar
> dari Kasbul. (Kristen=Katolik atau Kristiani/Nasrani?) Kalau tidak
> salah, GD menyebutnya dengan istilah fundamentalis, jadi
> dalam nafas posting Pak MMA ini saya setuju kalau mereka kita
> sebut saja fundamentalis tanpa harus mengkaitkannya dengan
> nama agama untuk menghindari kecanggungan.
MMA:
Benar KASBUL dan NII adalah alat dari bentukan CIA.
Anda salah Gusdur tidak menyebutkan fundamentalis, tetapi meluruskan
dari kata fundamentalis itu yang berarti pondasi, orang yang bertujuan untuk
menegakan pondasi itulah yang disebut fundamentalis, kalau yang merubuhkan
ya anarxis namanya. Hal ini sama dengan istilah radikal yang berasal dari
kata radik atau akar, artinya orang yang melihat pada akar permasalahanya.
Nah orde baru sudah mengobok-obok istilah dalam kehidupan intelektual kita.
> ��:
> Fundamentalis ya Pak?
> Apakah ini hampir mirip dengan yang terjadi di Lebanon? (gawat)
MMA:
Bukan, bukan fundamentalis. Sebenarnya fundamentalis itu istilah dari sebuah
gerakan perubahan di dunia Timur-tengah dan berhasil di IRAN.
Untuk membuktikan ini bukan gerakan fundamentalis adalah tidak ada satupun
negara Islam yang mendukung gerakan anarxis dan teror ini.
> ��:
> Diskusi di milis ini pernah memunculkan informasi bahwa
> asing memang bermain bukan hanya di masalah Timtim
> tetapi juga di Indonesia wilayah Timur sebagai daerah
> perburuan baru.
>
> Pertanyaannya mungkin menjadi bagaimana cara agar
> Kehancuran bangsa dan negara ini menjadi sebuah
> kekhawatiran bersama dan harus dimusuhi? Lagi,
> Pers memegang peranan yang menentukan.
> Apakah saya salah?
MMA:
Ini sebagai klarifikasi anda dalam kasus Tim-Tim.
1. Tim-tim ditingalkan portugis, masuk ke Indonesia tidak pernah disetujui
PBB kecuali Amerika karena takut terhadap idiologi Komunisnya. Setelah
kelompok yang menang pemilu (mayoritas) fretelin memproklamirkan
kemerdekaannya (persis hampir sama dengan deklarasi Indonesia). Kelompok
yang kalah membuat rekayasa deklarasi Balebo di Bali dengan pemerintah RI
dukungan Amerika.
Karena dilihat idiologi komunis tidak berkuasa lagi di dunia, maka fretelin
mengubah strategi lewat diplomasi dan tidak lagi memakai idiologi komunis.
Ia mengajak front pada kekuatan yang lain baik Apodete, prabalista dll. Oleh
sebab itu pula akhirnya PBB mendukung jejak pendapat hingga pemisahannya
dari RI.
Coba saja anda bayangkan bagaimana mungkin, mantan gubernur Tim-tim saja
memilih berpisah dengan RI.
2. Kasus Asing yang bermain, jawaban saya wajar. Bukan saja Australia tetapi
Amerika yang dulu mati-matian membencinya sekarang juga menawarkan kerja
sama. Yang bodoh ya Indonesia kenapa juga ngak membuka kerjasama dengan
negara baru tersebut, jika negara dibelahan dunia mau bekerja sama kenapa
kita yang tetangganya tidak, itu kan lucu.
3. Masalah dendam RI dengan Australia. Ini bertahun-tahun dibuat oleh ABRI.
Hubungan RI Australia retak karena wartawan Australia, dibantai di
Timor-timur. Jelas saja Australia marah. Kenapa kita tidak pernah marah
ketika para TKW/TKI kita di bunuh di negara orang?
4. Tugas pers bukan memelintir berita, tetapi memberitakan keadaan
sebenarnya, sudah bisa dipahami atau tidak itu tergantung. Karena pers
berpegangan pada kode etik dan proses pencerdasan dan pendewasaan bangsa.
>
> ��:
> Mungkin inilah yang paling sulit dalam implementasinya.
> bagaimana cara untk mewujudkan itu Pak?
> (Bung Nopi mengatakan mulai dari lingkuntan terkecil)
MMA:
Implementasinya sebenarnya sudah berjalan;
anda pasti muslimkan. Saya buatkan contoh; Bertahun-tahun saya baru
disadarkan ketika teman saya dari Eropa datang kerumah saya, kebetulan rumah
saya dekat dengan mesjid. Ketika azan Subuh ia terbangun, dan dengan kesal
dia mengatakan bunyi tersebut (azan) itu menganggu tidurnya. Saya coba
menjelaskannya dan dia dapat mengerti, walaupun sambil gedumel. Nah itu saja
orang asing bagaimana dengan saudara kita sebangsa yang tidak beragama Islam
apakah ia marah-marah ketika azan tersebut? Dan menurut ajaran Islam azan
itu salah satu proses Islamisasi sejak jaman nabi dahulu kala. Apakah orang
non islam di Indonesia marah-marah sabil berkata Itu proses Islamisasi
seperti yang diteriakan oleh WAM di milis ini, dalam menuduhkan warga non
Islam lainnya. Jadi semua kelompok boleh saja menjalankan proses islamisasi
dan kritenisasi, Hiduisasi, budhaisasi,dll. Selama tidak dengan memaksa dan
menganggu orang. Di TV kan semua agama bisa melakukan propaganda tentang
keyakinan agamanya masing-masing dan demokratis walaupun porsinya lebih
besar untuk umat islam dan sebagai muslim ya saya bersukur saja.
Dan sebagai data sebenarnya Islam di negara asalnya tidak memperkenalkan
namanya bunyi-bunyian (beduk), tetapi suara. Bacaan (iqro) sebagai alat
agitasi/komunikasinya (bukan simbol dan bunyi-bunyian tetapi argumentasi).
Tetapi karena Islam masuk lewat peradaban budaya sama dengan agama lainnya
layaklah kita beri porsi yang tinggi sebagai warisan budaya bangsa Indonesia
yang paling tinggi.
> ��:
> Ya! mengapa ya Pak? Bisa menjelaskan?(RASIS)
MMA:
Islam itu terbagi menjadi dua di Indonesia; Islam pesisir dan Islam
pedalaman. Dan sampai sekarang kekuatan besar ini mewakili islam di
Indonesia. Islam Pesisir yang lebih kental watak pedagangnya, sesuai dengan
kedatangan islam ke Indonesia yang bertujuan untuk berdagang. Islam
pedalaman adalah Islam yang sudah beradaptasi dengan budaya dan adat
istiadat bangsa indonesia dan kehidupannya mayoritas sebagai abdi dan
petani.
Begitu juga dengan kedatangan warga Tionghoa (cina) ke Indonesia tujuannya
adalah berdagang. Maka sesama pedagang ini saling bertemu. Ketika kolonial
datang ke bumi nusantara dia memperhatikan kemungkinan tersebut, tetapi di
Batavia dia sempat membantai ribuan orang Cina dalam persaingan dagangnya.
Hal ini bukan menyelesaikan masalah tionghoa dan pribumi malah kian membaur
(pelajari budaya Betawi).
Oleh sebab itu kemudian Belanda mempergunakan politik etis pecah-belah. Maka
ia membuat kelas dalam masyarakat. Hal ini terus dibawa sampai sekarang.
Dan ketika orde baru cara-cara ini terus dipakai oleh para pedagang islam
dan kaum nasionalis mencari kambing hitam pada warga keturunan bahwa
turunanyalah yang menyebabkan kebangkrutan di negeri ini. Jadi masalah rasis
itu ada sangkut pautnya dengan persaingan ekonomi. Jadi bukan masalah
perdebatan agama. Orang-orang yang berwatak rasis ini cenderung anarxis dan
mudah dipergunakan kekuatan bersenjata.
> ��:
> Mudah-mudahan ini dipahami sehingga asma Allah akan semakin
> dumuliakan oleh perilaku umatnya.
>
> MMA:
> Ok sekian saja semoga kita semua
> bukanlah orang-orang
> yang merugi.
>>>> 2.5 Mbps InternetShop >> InternetZone << Margonda Raya 340 <<<<
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!