Bener
-----Original Message-----
From: Daniel H.T [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
Sent: Friday, April 06, 2001 6:16 PM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [Kuli Tinta] Senggolan Berita 060401 (2)
Konflik di Ambon, setahu saya, adalah saling serang dan saling bunuh (bagi
saya sesuatu yg sangat memprihatinkan dan konyol). Bukan satu pihak yg
semata-mata menjadi korban. Dari konflik tsb muncul berbagai versi yg
berbeda. Yg kebetulan beragama Islam bilang mereka yg diserang lebih dulu,
sebaliknya yg kebetulan beragama Kristen juga bilang begitu. Sekelompok
wartawan yg berbeda agam yg meliput di Ambon, baru2 ini mengadakan pertemuan
di sebuah hotel di Bogor, dan mereka mengakui hal itu. Sulit u/ menentukan
secara tepat, siapa sebenarnya yg memulai. Wartawan yg beragama Islam hanya
bisa meliput di wilayah yg dikuasai kelompok Islama, demikian juga dng
wartawan yg beragama Kristen hanya bisa meliput di wilayah yg dikuasai
kelompok Kristen. Sehingga sangat mudah muncul berita2 subyektif.
Di daerah asal saya, sewaktu saya masih duduk di bangku SMP, cukup sering
terjadi perselisihan antarsuku Flores dng suku Makassar. Perselisihan ini
tak jarang juga sampai pd konflik berdarah, yg menyebabkan jatuhnya korban
jiwa. Pdhal biasanya hanya berawal dari hal sepele, seperti bersinggungan di
pasar. Ironisnya pd peristiwa2 ini terjadi implementasi solidaritas yg
salah, yakni individu2 yg terlibat secara langsung, akan dibantu oleh
teman2-nya sesuku. Sehingga muncullah "perang suku" kecil2-an. Kita semua
tau bahwa suku Flores umumnya beraga Kristen (Khatolik), sedangkan Makassar
umumnya beragama Islam. Tetapi, sepanjang masa itu, perselisihan2 tsb tidak
membawa-bawa agama. Tidak pernah konflik tsb berkelanjutan dng isu agama,
seperti sekarang ini. Sehingga umumnya konflik tsb tak berkepanjangan.
Pdhal korban jiwa tak jarang berjatuhan. Yg kemudian memunculkan solidaritas
salah kaprah, seperti yg terjadi di Ambon dan beberapa tempat lainnya.
Sesuatu yg memprihatinkan yg terdpt pd masyarakat ini adalah sangat mudah
mengkaitkan segala sesuatu dng agama. Konflik antara dua org, yg kebetulan
saja berbeda agama, bisa menjurus pd konflik (berdarah) di antara dua
kelompok besar yg berbeda agama dng mengatasnamakan agama (membela agama).
Pdhal dng jelas agama itu sendiri melarang kekerasan. Mis. si A memeras si
B. Si B tidak mau memberi. Bahkan berani melawan A. A dng B pula berkelahi.
Perkelahian itu berkembang dng memakai senjata tajam. Akhirnya si A berhasil
dikalahkan si B. A tewas di tangan B. Isu yg muncul dan berkembang adalah
org agama X membunuh org beragama Y. Seterusnya muncullah saling serang dan
saling bunuh dng mengatasnamakan agama
Lihat saja, bagaimana ketika saya mendapat reaksi dari beberapa orang anonim
yg mengirim e-mail gelap kpd saya, sbg reaksi kritik2 saya yg saya lemparkan
di milis ini kpd kelompok Amien cs. Mereka memaki-maki saya dng
mengkait-kaitkan dng masalah agama. Kata2 kasar pun dilontarkan. Seperti :
"Mampuslah Kristen!" Pdhal saya sedikit pun tak menyingung masalah agama.
Kebetulan saja nama saya Daniel, yg rupanya diasosiakan dng Kristen.
Konflik di Ambon melahirkan banyak buku ttg itu menurut versi kelompok
Islam, tetapi beranikah, atau bagaimana yg akan terjadi jika kelompok
Kristen juga melakukan hal yg sama (menerbitkan buku versi mereka)? Tentu,
bisa melahirkan perang kata2 di antara kelompok ini lagi, yg tak mustahil
meletuskan konflik fisik lagi.
Saya melihat di beberapa toko buku dijual bebas beberapa buku yg isinya
menyudutkan kepercayaan Kristen. Misalnya yg isinya mengatakan Alkitab itu
palsu, dan semacamnya. Bagaimana kalau pihak KRisten membuat dan menjual
buku yg mirip yg menyudutkan ajaran Islam? Tentu, langsung mendapat reaksi
keras.
Bagaimana dng seruan agar masing2 mengurus (ajaran) intern masing2? Kalau di
satu pihak yg lain boleh bersuara, tetapi ketika 'lawannya' bersuara, akan
mendpt rekasi keras. Bahkan dng ancaman bunuh?
Bagaimana dng alasan membela agama? Atau, bahkan membela Tuhan? Bagi saya
ini menimbulkan pertanyaan sedemikian lemahkah agama, atau Tuhan itu,
sehingga perlu dibela manusia?
Apakah membunuh atas nama agama itu dibenarkan? Anda mengatakan, benar.
Jihad membela agama, seperti di Ambon adalah benar. Tetapi, tak sedikit pula
org Islam yg tidak setuju dan menentangnya. Mereka lebih berpendapat bahwa
apa yg terjadi di Ambon adalah konflik antar dua kelompok besar yg
mengatasnamakan agama masing2 sebagai pembenarnya. Apakah org Islam yg tidak
setuju jihad itu, mau dihakimi sbg bukan Islam yg benar? Siapakah kita, yg
berhak menghakimi org seperti itu?
Bagi saya agama adalah urusan keimanan individu masing2. Kita berbeda
kepercayaan, tetapi kita harus menghormati masing2 perbedaan itu. Omong
kosong, kalau bilang harus dicari titik temu. Itu sia2. Saya percaya Yesus
adalah Juru Selamat, Anda tidak percaya. Sebaliknya anda percaya Kanabian
Muhammad, saya tidak. Saling menghormatilah. Kita tetap berteman di dalam
perbedaan itu. Tidak usah saling menjelekkan ajaran masing2. Kalau ada
individu yg berpoerilaku demikian, bukan agamanya yg salah tetapi orangnya
itulah yg sesat. Jadi, jangan melihat perilaku orangnya (karena yg beragama
pun bisa berperilaku jahat), tetapi lihatlah ajaran agamanya.
----- Original Message -----
From: BKC1214 Nopi Hidayat <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, April 06, 2001 8:41 AM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Senggolan Berita 060401 (2)
>
>
> Konteks persoalannya beda!! bung, Jihad untuk membela Agama dari
> serangan Agama lain adalah wajib bagi kami, coba lihat kasus yg terjadi
> dari kacamata agama beberapa waktu yg lalu seperti di Ambon, Poso dan
> Kupang, orang2 yg kebetulan beragama Kristen banyak membunuhi orang2
> Muslim,...apa pihak yg dibantai mau diam aja?? no man coba bung pikir
> jika Bung sedang diposisi tersebut, Bung dibantai tanpa alasan yg jelas,
> apa tindakan Bung diam juga?, makanya seruan jihad dikeluarkan lebih2
> karena pemerintah tidak tegas menindak secara hukum siapa yg salah
> (itulah kelemahan hukum buatan manusia).
>
> Satunya yg di NU, seruan jihad dikeluarkan hanya untuk meng-counter
> lawan politik bukan membela agama?, tapi membela kekuasaan..atau koreksi
> jika saya salah.
>
> Untuk yg di Monas, Maaf, sebaiknya jika ada kejadian di internal Islam
> orang2 Kristen/Agama lain diam aja sih, urus sendiri2 agama masing2,
> kan Islam tidak pernah merepotkan Agama lain, gitu aja kok repot.
>
> Salam,
> ------
>
> Daniel,
> NU Jangan Tekuk Ayat Al Quran
> Rais: Non Muslim Bilang Kok Islam Begitu
>
> koridor.com [2 Apr, 15:09] Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat-MPR Amien
> Rais, mengingatkan kelompok Nahdlatul Ulama-NU, agar tidak terlalu jauh
> membawa agama Islam ke dalam persoalan politik praktis, termasuk ancaman
> resolusi jihad.
>
> = Kalau dulu ada guru SD kesulitan memberi contoh konkrit peribahasa:
> "Kumbang di seberang lautan tampak, gajah di pelupuk mata tiada tampak."
> Sekarang rasanya tidak lagi ... contoh konkritnya ini.
>
> = Ketika tempo hari AR menyerukan jihad di Monas, banyak kawan2 Kristen
> bilang: "Apa iya Islam begitu?"
>
>
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--