Masim "Vavai" Sugianto wrote:
Hierarki yang lebih jelas dalam arti, YPLI yang memberikan wewenang pendirian suatu KPLI. Manfaatnya, agar tidak ada KPLI yang tumpang tindih, KPLI yang terlelap beberapa lama hingga KPLI tanpa kabar berita.
Itu ide bagus, dan ada beberapa teman yang menyampaikan ide serupa. Tapi visi/misi pendirian YPLI tidak sampai sejauh itu (memberi wewenang pendirian suatu KPLI). Itulah latar belakang mengapa bernama YPLI, bukan YLI saja. :) Saya sebagai pelaksana YPLI tidak/belum berani menerimanya. :) Alasan utama: YPLI bukan penguasa tunggal di komunitas Linux/FOSS. Namun, sesuai amanah yang diberikan dalam 2 ILC sebelumnya, YPLI tetap bersedia mengoordinir kegiatan bersama antar komunitas, dan memonitor semua gerakan FOSS di Indonesia, termasuk KPLI2. YPLI berfungsi sebagai penggerak (activator), bukan penguasa. :) Rus Catatan yg tidak harus dibaca: - YPLI, sesuai namanya, lebih sebagai penggerak (activator=kompor) agar Linux dan komunitasnya (users dan developers) berkembang di Indonesia, misalnya YPLI mendekati dan menekan (positif) pemerintah dari pusat hingga pelosok nusantara, termasuk KPPU, DPR, lembaga pendidikan, UKM dan Koperasi, dll. - YPLI berperan serta dalam pengembangan FOSS (dalam arti luas), seperti Linux BlankOn, kegiatan terkait IGOS, AGOS (ASEAN Goes Open Source), AAOSS (Asia-Africa OSS), dsb. -- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

