On Tue, Jul 15, 2008 at 09:22:42AM +0700, Rusmanto wrote:
> >Hierarki yang lebih jelas dalam arti, YPLI yang memberikan wewenang
> >pendirian suatu KPLI. Manfaatnya, agar tidak ada KPLI yang tumpang
> >tindih, KPLI yang terlelap beberapa lama hingga KPLI tanpa kabar
> >berita.
> 
> Itu ide bagus, dan ada beberapa teman yang menyampaikan ide serupa.
> Tapi visi/misi pendirian YPLI tidak sampai sejauh itu (memberi
> wewenang pendirian suatu KPLI). Itulah latar belakang mengapa
> bernama YPLI, bukan YLI saja. :)
> 

Dari dulu gerakan Linux memang sporadis, dan tidak ada yang berinisiatif
untuk mengambil peran paling depan. Lebih menekankan ke gerakan
komunitas dengan hobi dan idealisme sebagai motor utama. Namanya
komunitas, tentu bentuk organisasi tidak terlalu penting. Yang
penting bisa ngumpul, berbagi dan ngoprek bareng.

Saya yakin ini sudah dibahas di ILC-ILC sebelumnya, tapi nggak ada
salahnya untuk diangkat (lagi) sebagai salah satu agenda bahasan.

> Saya sebagai pelaksana YPLI tidak/belum berani menerimanya. :)
> Alasan utama: YPLI bukan penguasa tunggal di komunitas Linux/FOSS.
> 
> Namun, sesuai amanah yang diberikan dalam 2 ILC sebelumnya, YPLI
> tetap bersedia mengoordinir kegiatan bersama antar komunitas,
> dan memonitor semua gerakan FOSS di Indonesia, termasuk KPLI2.
> YPLI berfungsi sebagai penggerak (activator), bukan penguasa. :)
>

Mungkin bisa ambil peran koordinator. Punya wewenang koordinasi tapi
tidak punya wewenang administrasi. Agak menjemukan dan ribet, tapi
biasanya hal-hal seperti kejelasan administratif diperlukan, terutama
jika sudah berkaitan dengan dana.

Kalau tidak salah, dulu pak Ibam yang mengusulkan YPLI sebagai payung,
misalnya mampu memayungi vlsm.org, KPLI dll. Saya tidak ingat apakah ini
juga dituangkan dalam AD/ART yayasan.

--
fade2blac

-- 
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

Kirim email ke