ya..mungkin ini sebuah masalah jika sebuah komunitas tidak terlalu
memikirkan sebuah bentuk dari organisasi, atau layaknya sebuah
pengakuan tertulis untuk sebuah organisasi..

memang dulu saat acara ILC 2006 di surabaya pernah diangkat persoalan
ini dan dengan berbagai macam agrument akhirnya disepakati YPLI untuk
menjadi payung penengah untuk ketegangan ini, kemudian KPLI juga
dibolehkan memiliki background lain yang berlegalitas sebagai
pendukung untuk menghidupi komunitas.

Masalah legalitas kayaknya kedepan perlu dibicarakan lagi, karena KPLI
tidak mungkin selalu menjadi komunitas HOBI atau orang yang
mengedepankan idealisme nya untuk hanya sekedar ngoprek bareng, tapi
KPLI bisa menjadi tunggal pangkal SDM didaerah nya.
 :)

salam dari aceh
zahrul

On 7/15/08, fade2blac <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> On Tue, Jul 15, 2008 at 09:22:42AM +0700, Rusmanto wrote:
>> >Hierarki yang lebih jelas dalam arti, YPLI yang memberikan wewenang
>> >pendirian suatu KPLI. Manfaatnya, agar tidak ada KPLI yang tumpang
>> >tindih, KPLI yang terlelap beberapa lama hingga KPLI tanpa kabar
>> >berita.
>>
>> Itu ide bagus, dan ada beberapa teman yang menyampaikan ide serupa.
>> Tapi visi/misi pendirian YPLI tidak sampai sejauh itu (memberi
>> wewenang pendirian suatu KPLI). Itulah latar belakang mengapa
>> bernama YPLI, bukan YLI saja. :)
>>
>
> Dari dulu gerakan Linux memang sporadis, dan tidak ada yang berinisiatif
> untuk mengambil peran paling depan. Lebih menekankan ke gerakan
> komunitas dengan hobi dan idealisme sebagai motor utama. Namanya
> komunitas, tentu bentuk organisasi tidak terlalu penting. Yang
> penting bisa ngumpul, berbagi dan ngoprek bareng.
>
> Saya yakin ini sudah dibahas di ILC-ILC sebelumnya, tapi nggak ada
> salahnya untuk diangkat (lagi) sebagai salah satu agenda bahasan.
>
>> Saya sebagai pelaksana YPLI tidak/belum berani menerimanya. :)
>> Alasan utama: YPLI bukan penguasa tunggal di komunitas Linux/FOSS.
>>
>> Namun, sesuai amanah yang diberikan dalam 2 ILC sebelumnya, YPLI
>> tetap bersedia mengoordinir kegiatan bersama antar komunitas,
>> dan memonitor semua gerakan FOSS di Indonesia, termasuk KPLI2.
>> YPLI berfungsi sebagai penggerak (activator), bukan penguasa. :)
>>
>
> Mungkin bisa ambil peran koordinator. Punya wewenang koordinasi tapi
> tidak punya wewenang administrasi. Agak menjemukan dan ribet, tapi
> biasanya hal-hal seperti kejelasan administratif diperlukan, terutama
> jika sudah berkaitan dengan dana.
>
> Kalau tidak salah, dulu pak Ibam yang mengusulkan YPLI sebagai payung,
> misalnya mampu memayungi vlsm.org, KPLI dll. Saya tidak ingat apakah ini
> juga dituangkan dalam AD/ART yayasan.
>
> --
> fade2blac
>
> --
> Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
> Arsip dan info: http://linux.or.id/milis
>
>

-- 
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

Kirim email ke