On Mon, 12 Jan 2009 17:40:41 -0800 (PST) "Setiajie Learn To Linux (SLTL)" <[email protected]> wrote:
> Mungkin butuh 1 sampai 2 tahun ke depan baru bisa sama. > Apalagi ini Indonesia, software design grafis under Windows banyak > kok yang jual, murah lagi kalo beli di glodok. Ha ha ha ... Mungkin > butuh waktu 5 tahun lagi, kayak ngga tahu Indonesia aja. Kalau untuk desain sederhana atau home bussines dengan linux masih bisa kok. Saya udah membuktikannya sendiri untuk buat brosur, kaos, kemeja, sticker dan artwork blankon. tapi kalau untuk skala gede masih belum pernah. > Kasus ini hanya ada di luar negeri. Memang orang luar negeri udah > ciamik-2 kok. Ya, paling tidak Big Buck Bunny sudah membuktikan kalau dengan opensource software bisa menghasilkan karya seperti itu dan bisa dikatakan sekelas wall-e punya Disney. > Kalaudi Inonesia, pemakai rumahan boleh aja kok pake "bazakan > version". Kan ngga ada razia yang masuk ke rumah-2. Hayooo ... bener > apa tidak ? Suatu saat kalau legalitas di Indonesia bener-bener tercapai, mau pake bajakan di rumah ? coba aja. Paling hanya bisa pake linux bajakan. > Ini suatu idealisme, akan tetapi di lapangan sangat sukar > pelaksanaannya. Sulit atau tidak tergantung kita. Kalau kita berwiraswasta dan memaksakan anak buah kita untuk pakai linux bisa aja toh. Tapi ya itu, bisa terjual gak ? bisa untung gak ? atau kadang tekor kayak saya. :D ------------------------- I wanna be rocker again -- Berhenti langganan: [email protected] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

