Saya bekerja di sebuah Multi National Company. Kebetulan kantor saya masih pakai beberapa software propetary: MS Windows, MS Office, MS Project, Auto-CAD, PC-Vue, dan Lotus Notes. Lotus Notes karena bakuan dari kantor pusat. PC-Vue adalah software utama untuk core business cabang Indonesia, sebetulnya sekarang sudah ada padanan opensource-nya (ProView), saat ini sedang dalam penjajakan untuk migrasi. MS Windows terutama karena PC-Vue hanya jalan di MS Windows. MS Office untuk sebagaian staf, di departemen Engineering sudah diarahkan ke OpenOffice, tapi sayangnya aplikasi kiriman dari kantor pusat berbasis VBA dan membutuhkan MS Excel, belum bisa diganti OpenOffice Calc. Dukungan VBA baru mulai di rintis di OOo 3.0, semoga saja makin lengkap kompatibilitasnya dengan VBA MS Excel. MS Project juga demikian, Engineering sudah diperkenalkan dengan OpenProj, tapi kendalanya OpenProj belum mendukung save ke format MPP, wajib untuk bisa kolaborasi dengan kantor pusat. Kalau Auto-CAD belum ada padanan tepatnya.
Sementara untuk keperluan lain, kita sudah memasyarakatkan penggunaan GIMP, Inkscape, Blender, dan sejenisnya. 2009/1/12 Yahya Kurniawan <[email protected]>: > Saya ambil contoh untuk dunia animasi dan desain grafis, jujur aja > aplikasi2 di Linux masih kalah jauh sama aplikasi2 di Windows. > (Saya punya beberapa relasi yang berbisnis di dunia animasi dan desain > grafis dan semua mengeluh kalau Linux belum bisa menggantikan > Windows). > Kalau contohnya untuk dunia animasi dan design grafis menurutnya kurang tepat, karena dalam hal ini seharusnya aplikasi open source sudah bisa menggantikan aplikasi propietary. Kalau belum bisa, bagaimana "Big Buck Bunny" bisa lahir kan ? GIMP dan Blender misalnya sudah sangat layak untuk dipakai serius, tukar menukar data dengan format propietary semacam PSD dan 3DS juga bisa dilakukan. Jadi tinggal kemauan saja untuk pindah. Kalau Inkscape masih jauh, versinya saja baru 0.46. Namun pilihan lain ada Xara LX yang merupakan turunan Xara Xtreme yang sudah profesional. Kalau contohnya untuk dunia AEC-CAD (Architecture-Engineering-Construction, bukan M-CAD / Mechanical), baru memang masih ada kendala besar, terutama untuk tukar menukar data DWG. > Perusahaan mungkin tidak terlalu sulit keluar uang membeli 1 atau > beberapa set software Adobe original. > Tapi sekarang coba pikir, bagaimana dengan karyawannya? Apa di rumah > harus pake ori juga? > Seharusnya meski kantor menggunakan propietary software yang mahal, tidak ada alasan untuk menggunakan versi bajakan di rumah. Kalau tidak bisa beli yang original, ya pakai versi padanan open sourcenya. Misalnya kantor menggunakan Photoshop (orginal bukan bajakan tentunya :-), tidak berarti di rumah tidak bisa pakai GIMP, toh tukar menukar data PSD masih bisa dilakukan. Yang kita jual kan ilmu desain grafis, bukan ilmu menggunakan Photoshop. -- Syafrudin Abi-Dawira -- Berhenti langganan: [email protected] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

