eko hermiyanto wrote:
Maaf, analoginya kurang tepat. Masalah di software bukan sebagai suku cadang
asli suatu komputer, tetapi adalah dipatuhinya aturan main penggunaan
software atau tidak.
Pernahkan Anda tahu bahwa produk Microsoft tidak boleh digunakan oleh teman
Anda yang tidak ikut membayar lisensi? Artinya walaupun laptop/komputer Anda
terinstall produk Microsoft dan Anda bayar semua lisensinya, hanya Anda yang
boleh menggunakannya. Anda tidak boleh meminjamkannya kepada teman Anda
sekalipun. Ini aturan main yang disepakati saat aplikasi diinstall.
Benar, tentu saja. Analogi saya ini memang kurang tepat dan terlalu
menyederhanakan kondisi yang ada. Tetapi maksud saya dengan analogi
disini menjurus kepada persamaan kondisi pengguna masyarakat terhadap
produk-produk teknologi tersebut, yaitu tidak ada pengetahuan yang
cukup. Maksud saya disini terungkap dengan paragraph-paragraph
pendukung dibawah analogi tersebut.
Kalau untuk permasalahan lisensi saya kurang begitu jelas dikarenakan:
1. Saya belum pernah mempelajari lisensi apapun dengan jelas, dengan
kata lain, pengetahuan saya dibidang ini sangatlah minim,
2. Bagaimana dengan produk-produk Microsoft yang bisa didownload
dengan gratis, apakah produk-produk tersebut tidak bisa dikopi(dalam
jumlah yang reasonable atau juga dalam konteks tertentu yang lebih
terbatas daripada kopi bebas)?
Kalo boleh saya analogikan gini:
Orang yang pernah jual beli rumah, pastinya tahu isi perjanjian jual
beli rumah bukan. Orang yang belum pernah, bisa dipastikan ga tahu
detail jual beli rumah. Sekarang mari kita bawa kepada lisensi software.
Mulai saat ini, biasakan untuk mencari tahu 'aturan main' yang diminta
oleh pembuat software tersebut. Apakah dia membolehkan atau melarang
sesuatu untuk dilakukan terhadap softwarenya. Software dibuat oleh
manusia juga bukan. Penuhi hak pembuatnya. Kalau merasa ga sreg dengan
permintaan/lisensi, dan tersedia alternatif lain, ya ga usah memaksakan
diri sehingga melanggar 'aturan main'.
Terlepas masalah unix, windows, mac osx, asal aturan mainnya dijalankan
dengan benar, maka ga akan ada masalah. Bagi yang 'mencari makan' mesti pake
Windows, ya patuhi aturan main dari Microsoft. Mereka punya karyawan yang
juga 'mencari makan' disana. Kalau ga sanggup bayar lisensi, ada alternatif
tersedia kan. Ga ada dalih lagi sekarang ini.
Sebagaimana sebelumnya, permasalahan inipun hanyalah penggambaran
hubungan teknologi yang luas dipakai pada jamannya dengan jaman
sekarang dan perhubungannya dengan tingkat pengetahuan masyarakat
tentang bidang studi tersebut.
terima kasih,
Eko Hermiyanto
Dan seperti yang sudah saya tulis sebelumnya, mari belajar. Jangan mau
ketinggalan informasi terus. Mari gali informasi tentang lisensi, dan
lakukan edukasi kepada masyarakat. Mari menjadi pintar, bukan hanya
pintar menggunakan, tetapi juga pintar memenuhi hak pihak lain :)
--
Donny Kurnia
http://blog.abifathir.com
http://hantulab.blogspot.com
http://www.plurk.com/user/donnykurnia
--
Berhenti langganan: [email protected]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis