> > Sejak awal Indonesia strateginya sudah seperti ini, mas. Dimulai dari > IGOS Summit 1 sampai ke SE MenPAN. Coba kita lihat hasilnya dulu > sampai deadline 31 Des 2011 nanti. >
Dulu sempat membuat box/packaging untuk pclinuxOS ya? Gimana hasilnya? Lalu gimana dengan penjualan garudaOS yang sekarang? Apakah banyak publik yang minta? > Kalau kurang berhasil, menurut saya strateginya justru perlu dibalik > ... pendidikan dan bisnis dulu baru kemudian pemerintah. > Untuk bisnis, infrastruktur yang harus disiapin masih banyak. Canonical mungkin sudah ketemu, tapi saya kurang yakin mereka sustain murni dari bisnis mereka sekarang. Kemungkinan besar masih disupport sama Mark. http://askubuntu.com/questions/21730/how-does-ubuntu-make-money *kutipan* However Canonical is now looking towards to making Ubuntu profitable. There are some indications this has been successful. The key revenue streams (that we are aware of) offer services alongside Ubuntu: • Support services (mostly to business) alongside which they sell Landscape • Contracting services to businesses (for instance working with OEMs such as Dell, or helping Google with Chrome OS) • Ubuntu One (online file storage and syncronisation service) • Ubuntu One Music Store (selling music from within Ubuntu) • Ubuntu Software Centre's paid section (Canonical takes a cut of purchases) • The Canonical Store (selling physical Ubuntu branded items) • Closed-source projects wishing to use Launchpad.net can purchase a license All of these are areas that Canonical hopes will grow. BlankOn, GarudaOS atau IGN mungkin bersatu untuk membuat infrastruktur yang sama? Biar ekosistem usahanya jalan. -- Ahmad Sofyan -- Berhenti langganan: [email protected] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

