halo, Nimbrung ya, Menurut saya, Pemerintah berhak menetapkan sistem operasi apa yg digunakannya scara internal agar dukungan yg diberikan lebih fokus, PNS yg support pun bisa lebih master pada OS tersebut karena terus berulang2 mghadapi kasus mengenai OS ini dilapangan. Selain itu, OS adalah infrastruktur TI, makin seragam dan banyak user yang gunakan maka makin mudah dikelola. Terimakasih.
On 9/27/11, resu xunil <[email protected]> wrote: >> Kalau hanya regulasi, tanpa didukung dengan standar pelaksanaan di setiap >> kementrian, Anda sudah lihat hasilnya. IMHO, kalau di level pemerintah, >> harusnya tidak mewajibkan satu produk, tapi merujuk pada standar. Misalnya >> dokumen, harus sesuai standar ISO (odf), source code sistem operasi harus >> bisa diakses dan seterusnya. Sehingga semua Linux, bahkan mungkin varian >> open source lainnya bisa ikut berkompetisi. > Bener pak, bener sekali, bisa ditambahin solusinya, dan bener sampeyan > kalau dalam pemerintahan tidak bisa merujuk pada suatu produk, tetapi > standar sehingga DPNS(Di Pikiran Nguawur Saya), ada standart berikut. > Kementerian Ristek, Kementerian Pendidikan Nasional, Kementerian > Komunikasi dan Informasi, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara, > Kementerian Hukum dan HAM. Diwajibkan Pakai Sistem Operasi Selain > legal dan sumber terbuka, juga harus menggambarkan cirikhas Bangsa > Indonesia Yaitu Gotong royong serta Sistem Operasi yang memiliki > penterjemahan Bahasa Indonesia yang lebih baik. Serta menjadi penutup > dari yang pengguna itu, dari yang tidak bisa apa-apa dan belum > sadar(Blank) menjadi pengguna yang bisa memanfaatkan perangkat ICT dan > sadar(On). > > beres. Karena kok kebetulan, karena BlankOn bisa ada karena gotong > royong, penterjemahan bahasa indonesia di BlankOn lebih baik, karena > proyek penterjemahan sudah berjalan[0]. Solusi di atas tidak > menyebutkan merk. Akhirnya. > > >> Berapa pengguna BlankOn di tempat Anda? > wah, yang tergabung di komunitas saja 400 an manusia pak(sidoarjo > saja) dan ketika kopdar 20 an manusia, njeketek(ternyata - pen.) pakai > blankon semua, eniwe belum kita data pak, tapi kalau mau informasi > lebih lanjut yang sudah terdata, bisa disini pak[1], dan disini[2], > memang kayaknya oleh pengembang sedang di studi kasus.[3]. > >> 20 juta per tahun untuk membayar apa? Server dan hosting? Apakah >> pengembang di bayar? Kalau pengembang tidak dibayar, artinya ada biaya >> tersembunyi, yakni untuk membayar pengembang, yang dibayar sendiri oleh >> pengembang yang bersangkutan. Atau dibayar pihak lain. Jika Anda pegawai >> negeri dan ngoprek untuk BlankOn saat jam kerja, artinya biaya >> pengembangan yang Anda lakukan dibayar oleh negara. > > Untuk masalah ini detailnya, sedang saya tanyaken juga ke Pak > Rusmanto, karena saya dapet info ini, dari slentingan kicauan burung > kecil(tidak akurat), lha monggo kalau bapak sedikit kurang sabar(kalau > sudah sabar, saya mohon maap), silahkan kontak ke beliau pak. Kalau > teman chatting tadi malam, bilangnya 20 jutaan itu kemungkinan untuk > biaya menyelenggarakan konferensi tiap tahun. Sekali lagi > MKJSSS(Mohon Koreksi Jika Saya Salah Sekali), data akurat belum saya > pegang pak. Dan setahu saya pengembang itu dibayar 2M pak(Makasih > Mas). Lha pengembang yang ngoprek saat jam kerja dan PNS (Pegawai > Negeri Super, kata pak mario teguh) saya kurang setuju juga, tapi > setidaknya kawan super kita itu lebih baik daripada DPR(Banggar > maksudnya), yang melakukan aksi ngacir, saat mau diperiksa KPK. Memang > saya akui, di sektor lain, saya juga banyak membuat negara > mengeluarkan biaya, yaitu, saya belum mampu pakai pertamax tiap hari. > >> Lagi pula, bukan murah mahalnya pengembangan yang jadi masalah, namun >> kemampuan produk tersebut untuk memberikan profit/benefit yang cukup untuk >> biaya pengembangan berkelanjutan. > Lha ini kayaknya para pengembang BlankOn sudah terpikirkan sejak lama > pak. Karena saya kok nemu link ini[4], SIBA(sebagai informasi bagi > anda), saya menemukan Indikator keberhasilan penggunaan BlankOn di > laman web tersebut. > > Mohon maaf jika ada yang kesalahan. > > salam hangat dan super, > xunilresu > aslibukansupermen > > Link: > [0]: http://i15n.blankonlinux.or.id/ > [1]: http://dev.blankonlinux.or.id/wiki/Pemasaran/StudiKasus/DaftarPengguna > [2]: http://malang.di.blankon.in/wiki/index.php/Daftar_Anggota_PPBM > [3]: http://dev.blankonlinux.or.id/wiki/Pemasaran > [4]: http://dev.blankonlinux.or.id/wiki/BlankOn > -- > "jealousy to the people who are so easy using windows, yeah i only can > use linux dan itu BlankOn." > > -- > Berhenti langganan: [email protected] > Arsip dan info: http://linux.or.id/milis > > -- Waode Rahmawaktu *Dukung Program Indonesia Goes Open Source- http://igos.or.id* Free Open Source Software - Solusi tepat, murah, handal dan tanpa virus untuk Komputer Anda! -- Berhenti langganan: [email protected] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

