On Wed, 26 Jul 2000, Utari Wijayanti wrote:
>
> kembali ke diskusi awal, saya berupaya menanggapi opini bli Made tentang
> memberi opini sesuatu baik atau buruk dan diiringi dengan konsekuensi
> mampu menunjukkan yang lebih baik.
>
> Dan saya mencoba untuk mengangkat contoh suara. Apakah Profesor penyanyi
> harus memiliki suara yang baik?
Biasanya si Profesor itu tetap dapat menunjukkan di mana nggak pasnya
mereka menyanyi (kalau dia nggak bisa menyanyi akan dituliskan dalam
partiturnya). Biasanya sih profesor itu memang bisa menyanyi atau main
piano.
Jadi mereka bisa mengatakan "jelek" karena ada sesuatu yang pasti
ditunjuk. (mirip cara Linus kalau menolak patch yang di-usulkan, dia bisa
menunjukkan mana yang jelek, walau dia tidak memberikan bagaimana patch
yang bagusnya).
Jadi tidak cuma bilang ini baik atau ini buruk, tapi jelas baik dan
buruknya di mana, dan alasannya
>
> > > Terus, di INA ini akan menggunakan pendekatan bagaimana .. saya pikir
> > > seharusnya diadakan penelitian yang obyektif.
> >
> > Memangnya ada penelitian yang obyektif 8-) ?..he.e.he apalagi di bidang
> > sosio seperti ini.
>
> tumben skeptis .. :)
> saya terpikir demikian karena saya terkejut, ada survey profesional
> tentang majalah. Datanya kalo nggak salah saat itu meliputi angka
> penjualan, komposisi pembeli, sebaran daerah pemasaran, dsb.
He.h.eh. justru saya "riset" di bidang ukur-mengukur sehingga jadi
"seperti skeptis" sama yang namanya "obyektifitas ini" 8-). Karena banyak
pengukuran (apalagi lapangan) sering bersifat "metafisis" dan dengan
santai diklaim "Obyektif" (contohya software measurement..he.he.he)
Ada buku bagus soal ini judulnya The logic of pschology measurement
(jangan ketipu judulnya, ini buku matematik..he.he.)
> melakukan survey -- heheheh, kuper. Istilahnya saat itu Pak Ase bilang,
> jika kita mau data sesuai pesanan, ya tinggal pesan.
>
> IMHO, nggak terlalu beda kan masalahnya ..
Ini sudah jadi bisnis besar lho 8-) di negara-negara maju..ha.h.a
> > bisa juga diterapkan untuk penyusunan istilah bahasa Indonesia. Faktor
> > positifnya nggak ngabisini dana pemerintah 8-)
>
> Bagaimanapun .. selama konsensus nya konsensus ini belum diputuskan,
> opini bli made akan menjadi versi bli made, opini dayan akan
> menjadi versi dayan, belum lagi versi pusat bahasa, dsb.
Nah justru untuk membuat opini mana yang diterima sepertinya lebih
di"serahkan" pada publik. Jadi biarkan saja publik yang menentukan nah
nanti kita liat mana yang diterima
Jadi mirip si A mengeluarkan suatu RFC nah kalau banyak orang suka dg RFC
itu maka akan diimplementasikan kalau tidak maka mungkin si B mengeluarkan
RFC lain, atau memberikan komentar agar RFC yang dikeluarkan si A diubah.
Justru dg cara ini tampaknya Internet berkembang cukup baik tanpa perlu
adanya pusat pengaturan (memang ada kendalanya). Sebagai contoh W3C
menentukan standard HTML baku, tetapi ada pihak tertentu dg kekuatannya
(contoh Netscape, dan Microsoft).
> Kemudian, misalkan kita menggunakan pendekatan bazaar, mungkin perlu
> dibahas masalah prioritas, apakah kita memprioritaskan penggunaan serapan
> bunyi, padanan kata dari bahasa di nusantara, atau bagaimana.
Kadang patokan ini belum tentu diterima oleh orang banyak. Misal patokan
dari Pusat bahasa, mengutamakan serapan unsur bahasa daerah, tetapi
kenyataannya lebih bisa diterima kalau dipakai unsur bahasa asing yang
lebih populer.
Sebagai contoh istilah sangkil mangkus (efisien dan efektif), zarah
(partikel), kakas (energi) dsb.
> pusing membaca buku terjemahan. Term komputer nya belum terbayang,
> sudah harus berhadapan dengan segala macam pendekatan istilah yang
> berbeda-beda.
Jadi mirip seperti RFC saja yang banyak tetap berupa RFC tidak menjadi
Standard, walau telah dipakai secara luas (paling jadi obselete dan
diganti RFC lainnnya).
IMW
--------------------------------------------------------------------------
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Dapatkan FAQ milis dg mengirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3
Pengelola dapat dihubungi lewat [EMAIL PROTECTED]