On Tue, 25 Jul 2000, Utari Wijayanti wrote:

> > Indonesia yang nggak pas), kalau tidak dibarengi dengan suatu acuan yang
> > "baik" (bukannya kita bisa bilang A itu baik dan buruk bila ada acuannya).
> 
> ehm .. kalo pake perumpamaan yang sama .., seseorang yang dari sononya
> punya suara jelek dan fals, nggak boleh membenci atau minimal
> mengatakan kelompok musik yang jelek, norak, plagiat, dsb .. (hehehehe ..
> sorry, no offense ..) adalah memang jelek ..

Ini agak berbeda, kalau yang pada kasus ini adalah "preferensial" artinya
rasa suka atau tidak suka.. bukan menilai mana yang baik dan buruk 8-).

Artinya hanya sampai pada tahapan "suka atau tidak suka", bukan memberikan
penilaian "mana yang buruk atau baik"  (kontes nyanyi khan juga ada
... "pilihan favorit pendengar" ..he.he.he.

> saya pikir, secara obyektif, terlepas kita bisa menyanyi dengan baik atau
> tidak, kita masih bisa menyatakan apakah seseorang menyanyi dengan baik
> atau tidak.  

Menurut pengalaman saya sih, kalau kita bilang sesorang menyanyi dengan
baik dan benar, maka menilainya nggak bisa main selera (ini jadi seperti
kasus di atas...)..  Makanya orang mau kuliah nyanyi harus nyanyi di depan
para Profesor Musik dulu.. biar dinilai apakah dia menyanyi dengan baik
atau tidak.  Orang yang "ngetop" sebagai penyanyi (pilihan favorit
pendengar) belum tentu bisa lulus sebagai penyanyi yang baik..

> kita terlalu memaksakan suasana seperti ini, justru bisa membunuh
> suasana kritik.  Orang takut mengkritik, karena takut dengan
> konsekuensinya.  Harus menulis, harus menerjemahkan, harus ..

Kritik itu baik, asal jangan cuma berdasarkan selera.. misal "ah itu
salah", kenapa ?.. "ya nggak enak aja".  Sebaiknya kita mulai belajar..
dan bilang "ah itu salah, salahnya di sini ... (minimal).. dan akan lebih
baik lagi kalau bilang... sebaiknya begini..."

Ini salah satu yang harus kita terapkan juga (seperti di development Linux
berlaku istilah "Show your code". kita bisa terapkan  "Show your
translation".

> menurut saya, terkait dengan pendapat A, di INA berkembang dua opini:
> 
> 1, buat terjemahan yang berkualitas
> 2, biarkan semuanya tetap dalam bahasa Inggris, orang-orang yang perlu
> meningkatkan kemampuan bahasa Inggrisnya.

Masalahnya lagi :

- Ngapain gua cape-cape nulis 8-( ..he.he.he.he.  


> > Artinya dia baru bisa "menangkap" materi belum bisa berbahasa dengan baik
> > 8-).    (jadi nggak bisa disebut kemampuan bahasa Inggrisnya baik.h.e.he)
> 
> dia oke aja tuh kalo nulis dalam bahasa inggris ... hihiihihi ...  :)

Bisa saja... (dan belum tentu lho).. saya sempet diajarin trick oleh guru
saya bagaimana melakukan paraphrase ini... 8-)  (Oh iya guru bahasa
Inggris saya bukan orang Inggris, tapi orang Jerman yang besar di
Australia..he.he.).  

> untuk menjadi suatu makalah.  Dengan berdiskusi di mailing list,
> mengungkapkan pikiran secara tertulis, bisa mengkondisikan tradisi menulis
> juga.

Enaknya lagi khan kalau diskusi di milis langsung ada lognya.. jadi
tinggal "copy and paste"..he.he.he. 

> Ibu tersebut dengan bangganya menunjukkan buku harian tersebut ke
> orang-orang, dan saat saya baca .. luar biasa, anak TK sudah mampu
> mengekspresikan pemikirannya melalui tulisan.

Menurut Schank... anak kecil itu sebaiknya diajarin membaca/menulis ketika
umur 4-5 tahun 8-).  Sehingga perjalanan penyerapan kosa kata, sejalan
dengan perjalan penyerapan knowledgenya dia.  Ini membuat dia tidak bosan
ketika belajar membaca/menulis.

> sebaiknya suatu saat diadakan diskusi habis-habisan masalah ini, agar bisa
> diacu menjadi konsensus bersama.  Saat ini kan, masih kita-kita versus
> Dayan melulu .. tapi, saya emang sempat bengong sih, waktu Dayan menulis
> pelarik .. saya kirain apa, eh tahunya epson :)

Sebetulnya konsensus itu bisa tercapai kalau suatu istilah sering dipakai
(dalam terjemahan, dalam program dll).  Pemaksaan suatu istilah yang
disepakati (mungkin dianggap benar), menjadi kurang efektif (tepat
guna) dan efisien (daya guna) sehingga pembaca menjadi  asing kembali (oh
iya istilah yang "sesuai konsensus EYD" untuk efisien dan efektif adalah
sangkil mangkus, tapi kalau saya pakai istilah itu, bisa-bisa orang
bingung.

He.h.e. sorry buat yang di linux-setup.. biar sekali-kali memahami masalah
kasus terjemahan, dokumen dan program ini..  Siapa tahu pada tertarik
untuk ngebantuin.


IMW


--------------------------------------------------------------------------
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Dapatkan FAQ milis dg mengirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3
Pengelola dapat dihubungi lewat [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke