On Tue, 25 Jul 2000, Utari Wijayanti wrote:

> > Saya ingat kata guru bahasa Inggris saya.. "kalau kamu ngaku bisa
> > berbahasa Inggris baik, maka kamu harus bisa menunjukkan dg menulis dg
> > bahasa Inggris yang baik".
> 
> kok sepertinya saya telmi ya ...
> 
> bli made kan nulisnya .. menunjukkan dg menulis dg bahasa inggris yang
> baik.
> 
> bukannya sebelumnya ngerumpiin nerjemahin how to dalam bahasa indonesia ..
> jadi biar orang nyambung gitu ..

Begini maksud saya.. gimana seseorang bisa "claim" terjemahan itu buruk,
kalau dia sendiri tidak menunjukkan terjemahan yang baik. 8-) Artinya
seseorang bisa claim bahwa hasil terjemahan itu buruk (mungkin akibat
penangkapan bahasa Inggris yang kurang pas, ataupun penulisan bahasa
Indonesia yang nggak pas), kalau tidak dibarengi dengan suatu acuan yang
"baik" (bukannya kita bisa bilang A itu baik dan buruk bila ada acuannya).

> kalo saya nangkep .. di satu pihak ngobrol bahasa inggris, di lain pihak
> ngobrol bahasa ina .. terus, bli made juga lagi ngasih nasehat ama orang
> yang kemampuan bahasa inggrisnya di atas rata-rata ... jembatannya di mana
> yaaa??

Jadi misal si A bilang terjemahan itu kurang pas bahasa Indonesianya nggak
enak, lebih enak bahasa Inggrisnya (artinya daya tangkap bahasa Inggrisnya
dia baik (menurut dia), nah yang jadi masalah bagimana membuktikan bahwa
daya tangkap bahasa Inggrisnya dia baik ? (saya tidak bicara dari sisi
teknisnya lho.. tapi dari sisi bahasanya).  

Biasanya caranya bisa ditempuh:

- Dia dapat menuliskan apa yang dia tangkap itu dalam bahasa Inggris itu
  sendiri (summary, atau kemampuan paraphrase)

- Dia dapat menuliskan dalam bahasanya (misal bahasa Indonesia) dengan
  baik (karena dia telah menangkap dengan baik).

> dan dari tugas menterjemahkan yang saya sampaikan ke mahasiswa, yang
> bahasa inggrisnya bagus justru membuat pusing dalam menerjemahkan .. masih
> terbawa-bawa tradisi bahasa inggrisnya.

Artinya dia baru bisa "menangkap" materi belum bisa berbahasa dengan baik
8-).    (jadi nggak bisa disebut kemampuan bahasa Inggrisnya baik.h.e.he)

Di Indonesia kemampuan bahasa masih "terpisah" antar kemampuan membaca,
dan menulis....  Kemampuan menulis "masih" dianggap "bakat atau
berkah" belum sebagai suatu "kuajiban".

> akhirnya, kalo saya membaca tulisan dalam bahasa indonesia, saya justru
> membayangkan versi aslinya dalam bahasa inggris.  dengan metode seperti
> ini, saya nggak peduli lagi, si penerjemah mo ngomong mencetak, print, mo
> bilang tree, pohon, sub tree, anak pohon, dan sebagainya.  

Justru itu saya mengembangkan pola "usabilitas" untuk penterjemahan, agar
gap ini semakin kecil  (misal ketika memperkenalkan suatu istilah memakai
tanda kurung, memakai unsur serapan bunyi dll, ketimbang mencoba
"stick" ke istilah yang 100% bahasa Indonesia.

IMW


--------------------------------------------------------------------------
Utk berhenti langganan, kirim email ke [EMAIL PROTECTED]
Dapatkan FAQ milis dg mengirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
Informasi arsip di http://www.linux.or.id/milis.php3
Pengelola dapat dihubungi lewat [EMAIL PROTECTED]

Kirim email ke