Penjajahan ekonomi? Sebaiknya kita perlu kritis nanggepin omongan foolitikus macam amin rais dan sebangsanya. Coba dulu perhatikan investasi asing di indonesia. Siapa yang paling besar? Liat aja di jalan raya. Mobil dari negara mana yang paling merajalela? Kenapa kita "mengentertain" saudara tua kita dengan tidak membangun jaringan kereta api tp terus bangun jalan raya. Konon, pada jaman suharto ada tekanan untuk memprioriataskan pembangunan jalan raya.
Utang luar negeri? Siapa butuh siapa? Lembaga donor terdiri dari berbagai negara. Dan di bumi ini engga ada makan siang yang gratis (kecuali para demonstran, kali). Setiap bantuan pasti ada apa-apanya. Pasti ada agendanya. Kalau ktia mau bebas dari bantuan luar negeri, beresin dulu negeri ini. Pernah hitung berapa banyak dana yang dkorup oleh bangsa sendiri? Kalo bantuan-bantuan yang dikorupsi cuman 5% saja mungkin keadaan negara ini engga bakal miskin seperti sekarang. Amerika di bawah bush memang brengsek. Dia menjalankan politik berdasarkan keyakinan ideologi membabi buta untuk demokratisasi ekonomi dan politik negara lain. Ideologi ini tentu akan terus dibawa oleh pemerintah paska bush, dengan pendekatan berbeda. Maaf. Gw mah kagak pro siapa-siapa. Cuman lagi belajar mikir. Ngomong-ngomong, kenapa sih ngotot banget demo? Kok jadi lupa sama kasus-kasus lain di dalam negeri? Sengaja ya.? On 11/17/06, kadhafi <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Aku sendiri tidak yakin kaloau saja kedatangan Bush bisa mengubah wajah Indonesia menjadi lebih CERIAH. Niat Amerika memberikan bantuan menurutku sama sekali bukan tanpa imbalan, posisi tawar Indonesia dimata Amerika sangat lemah, sehingga apapaun yang di inginkan Amerika, terutama melalui lembaga ekonomi internasional-nya pasti akan di turuti, ini terjadi karena pemerintah kita masih sangat tergantung dengan uang dari Amerika dalam bentuk Utang Luar Negeri. Dipihak lain Bush telah membunuh jutaan manusia (muslim) di bumi ini melalui kebijakan perangnya di berbagai negara muslim. Menerima Bush bisa berarti juga menunjukan penerimaaan negera kita terhadap tragedi pembantaian manusia itu. Kita tidak mungkin tau agenda tersembunyi yang di bawa Bush. Yang di gembar-gemborkan selama ini adalah bantuan yang akan dibawa, tapi sesungguhnya saya yakin ada agenda tersembunyi yang akan di bawa ke Indonesia, terutama tentang pengamanan aset-aset bisnis Amerika di Indonesia, seperti yang seringa di katakan Amin Rais bahwa Bisnis yang dijalankan oleh Amerika di Indonesia adalah bentuk penjajahan ekonomi yang dilakukan Amerika terhadap Indonesia. Lihat saja beberapa perusahaan multinasional yang bergerak di bidang pertambangan dan minyak.... Jadi Bush wajar dan layak untuk di tolak masuk Indonesia ----- Original Message ----- *From:* Jereweh Sumbawa <[EMAIL PROTECTED]> *To:* Media <[email protected]> *Sent:* Thursday, November 16, 2006 8:49 AM *Subject:* [mediacare] AS, George W. Bush ! Kita Transfer aja Ilmunya untuk bangun Indonesia supaya makmur! Artikel ini saya forward karena menurut saya pribadi kita harus cerdas menyikapi kedatangan Bush, bukan asal demo sana demo sini dan akhirnya energi habis sia sia. Kalau mau demo seharusnya sebelum bantuan America mengalir ke Indonesia. Juga kita ketahui alat alat tempur Indonesia yang dikirim ke Libanon ternyata memakai kapal perang America. Tadi malam dengar di Metro TV bahwa nantinya anak anak Indonesia sampai 80% akan dapat bantuan kesehatan dari America, dan America tidak mengatakan mereka hanya anak anak yang di Bali, Irian dan Manado saja yang dapat bantuan kesehatan tapi untuk semua anak anak Indonesia tidak pandang agama. Dan bukan hanya kesehatan juga pendidikan anak bangsa Indonesia akan dibantu. Ketika kita sudah dibantu mengapa kita anti pati dengan yang sudah membantu kita, kita selama ini antipati kepada America karena rasa solider dengan rakyat Irak, Afganistan, Palestina, lalu bagaimana rakyat kita yang masih banyak meminta minta di jalan, korban Lapindo, TKI yang menjadi korban sex dan masih banyak anak anak bangsa yang tidak sanggup membayar biaya sekolah. Semoga kedatangan Bush bisa mengubah bangsa Indonesia menjadi lebih cerdas, dan melepaskan bangsa ini dari kemiskinan. ---------- Forwarded message ---------- From: Rudy Prabowo <[EMAIL PROTECTED]> Date: Nov 15, 2006 10:51 PM Subject: AS, George W. Bush ! Kita Transfer aja Ilmunya untuk bangun Indonesia supaya makmur! . Kita Transfer aja Ilmunya untuk bangun Indonesia supaya makmur! Nabi Muhammad SAW pernah berkata, "Tuntutlah Ilmu sampai kenegeri China" Memang China, pada zamannya Nabi adalah sumber Ilmu Pengetahuan, baik kesehatan maupun pendidikan. Tapi sekarang Sumber itu dipegang AS, bahkan 15 tahun yh lalu China mengirim pelajar2nya ke AS, dan mentransfer Ilmu ke negeri China. Mereka yg sdh menyadap Ilmu tsb, pulang kenegerinya dan mengaplikasikan ilmu tsb dengan membangun industri dan ekonomi di China, coba lihatlah bagaimana perekonomian China sekarang ? Bahkan diChina dibangun pabrik Microsoft sebagai pusat Reseach terbesar didunia ! Nah bangaimana dengan Indonesia terhadap AS dan George W. Bush ?? Presiden AS, George W. Bush sebentar lagi sudah menginjakkan kakinya di Istana Presiden Bogor. Tidak semua masyarakat Indonesia setuju atas kunjungan tsb, hal ini dapat kita cermati adanya unjuk rasa yg hampir setiap hari disekitar Istana Presiden Bogor maupun didepan Kedubes AS di Jakarta. Tampak dari pedemo itu dari Ormas Islam dan para simpatisan terutama dari FPI-Front Pembela Islam dan Hizbut Tahir, bahkan mahasiswa, remaja serta anak-anakpun ikut berdemo. Substansi dari Demo itu terutama menganggap AS sbg teroris dunia dan musuh Islam dan George W Bush sebagai imperialis serta penjahat perang. Sesungguhnya kunjungan George W Bush ini adalah lanjutan kunjungan bilateral antara Kepala Negara Indonesia dengan AS, yang sudah dimulai sejak masa Presiden Megawati berkuasa. Bagaimana kalau rakyat Indonesia "Unjuk Rasa" supaya ada kerjasama bilateral dibidang Pendidikan? Kita transfer aja Ilmunya dari sana, lalu kita bawa pulang ke Indonesia untuk membangun negara kita yang sangat miskin ini, seperti China itu. Sebab kalau kita menentang dan menekan terus, belum tentu rakyat Indonesia yg masih dihimpit kemiskinan ini tahu2 menjadi makmur, ya semacam "Miracle". Semoga Kita Semua menjadi orang Bijak dan Kesadaran juga terbuka !
