bukan begitu masalahnya bung...
  klo emang bener ini bukan isu atau semacam provokator, bisa ga membuktikan 
hal ini pernah terjadi.supaya masing2 pihak tdk saling melemparkan pepesan 
kosong. di pihak Islam mengeluarkan umpatan2..tp di pihak Kristen berkata : ah 
itu sih mana mungkin....masa org Kristen mau diporotin uangnya dg cara demikian 
(walaupun dari cerita ini yg di suruh di baptis adalah kaum2 yg lemah spt anak2 
atau org yg terpepet, tp ini kan "sosialisasi"). klo kabar itu bohong...sungguh 
laknat org penyebar berita tsbt, klo benar..sungguh nista dan durjananya 
perbuatan demikian.

marthajan04 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          makin banyak diceritani pengkristenan ini makin banyak ketawa aku.
kalo iya benar gitu kejadiannya, orang indonesia itu termasuk 
pembawa tulisan itu kesini, walah pada tolol2 dan emongsian aja 
bawaannya. kaya anak2 smp semuanya.
coba pake otak dikit.
yang kristen coba mikir. apa gunanya baptisin orang kalo hanya untuk 
di-olo-in/dikadalin duitnya.
yang islam coba mikir. apa kalo kepalanya digrujugin air sambil 
dibilang : = kamu dipermandikan atas nama tuhan yesus = terus iman 
orang itu jadi berubah dari percaya muhamad lalu jadi percaya yesus?

kalo saya jadi orang islam kere dan butuh bantuan, saya akan minta 
minggu ini dibaptis gereja di depok. minggu depan di bekasi. minggu 
depannya lagi di tangerang. minggu depannya lagi di bogor. terus aja 
keliling. nanti kalo duitnya sudah banyak buat modal, kalo perlu 
bikin pesantren.
gitu aja refot. ampuuuuun! 
si wido itu tukang propokator.

--- In [email protected], "Wido Q Supraha" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Geger "Kristenisasi" di Depok 
> 
> Rabu, 03 Januari 2007
> 
> 
> 
> Idul Adha yang seharunya semarak dengan suka cita ternyata 
mendadak geger.
> Beberapa orang Nashr ani, di Depok dikabarkan 'membaptis" 72 anak-
anak
> Muslim
> 
> Hidayatullah.com--Menjelang Idul Adha 1427, kampung Lio-Depok 
geger.
> Pasalnya seorang laki-laki, bernama Sugito, yang selama ini 
dipercaya warga
> setempat, membawa 72 anak-anak Muslim ke Gereja Bethel, Depok.
> 
> 
> 
> Rabu tanggal 26 Desember 2006, sekitar pukul 3 sore, anak-anak SD 
dan SMP
> kumpul di Rumah Singgah "Bina Tulus Hati", RT3/RW19, Kampung Lio 
Depok.
> Menurut rencana, mereka akan diajak jalan-jalan oleh Pak Sugito dan
> teman-temannya. Tak jelas, kemapa mereka akan dibawa. 
> 
> 
> 
> Anak-anak yang jumlahnya 72 orang itu, berangkat dengan Metro 
Mini. Setelah
> berputar-putar, sekitar jam 16.30 mereka sampai di sebuah gereja 
Depok.
> "Namanya gereja Bethel,"ujar Iis kelas 2 SMP, yang ikut dalam 
rombongan itu.
> 
> 
> 
> Sesampai di gereja itu puluhan anak-anak itu disuruh duduk di 
dalam gereja.
> Di ruangan gereja itu, sudah ada puluhan anak-anak lain, entah 
dari mana.
> Selain itu, di depan anak-anak berdiri laki-laki dan perempuan 
dewasa yang
> jumlahnya sekitar 10 orang. 
> 
> 
> 
> "Kita disuruh menyanyi puji Yesus,"ujar gadis kecil Muslimah itu 
di depan
> aktivis ormas-ormas Islam Depok, di Masjid Baiturahman, Kampung 
Lio, Depok,
> Ahad lalu (31/12/2006). Bagaimana nyanyiannya? "Diantaranya : Dia 
lahir
> untuk kami, dia raja di atas raja, "ujarnya.
> 
> 
> 
> Melihat acara di dalam gereja seperti itu, beberapa anak Muslim 
melarikan
> diri terbirit-birit ke luar ruangan gereja. Anak-anak Muslim yang 
lain,
> mungkin takut, tetap duduk mengikuti acara yang dipimpin seorang 
ibu itu.
> Mereka kemudian disuruh berdoa dan seorang ibu kemudian mendatangi
> masing-masing anak itu dan memegang kepalanya. "Bunyinya kira-
kira: Semoga
> Tuhan memberkati dan roh Kudus membimbingmu. Tuhan Kami nggak 
ingin kamu
> kalah..kalau kamu ikut Tuhan Kamu kamu kalah, kalau kamu ikut 
Tuhan Kami
> kamu menang,"ungkap anak-anak belia itu.
> 
> 
> 
> Setelah acara-acara itu, mereka pulang. Sebelum balik ke rumah 
naik bis yang
> sama, mereka diberi bingkisan. "Kita semua diberi bingkisan yang 
isinya
> pakaian,"ungkap Sita, 12 tahun, siswi kelas 6 Madrasah Ibtidaiyah 
yang juga
> ikut dalam rombongan itu. Penjelasan Sita ini diamini oleh Indah 
(13 th) dan
> Lusi (12 tahun). Acara di gereja yang berlangsung dari sore sampai 
malam
> itu, memaksa anak-anak Muslim tidak dapat melaksanakan shalat 
maghrib.
> 
> 
> 
> Melihat kejadian di gereja yang tidak wajar itu, anak-anak laki-
laki dan
> perempuan itu mengadu ke orangtuanya. Dan menjadi ramailah 
kampung itu.
> Setelah berembuk secara cepat akhirnya warga membentuk tim untuk 
mengusut
> tuntas kasus "kristenisasi" ini. Mereka kemudian melaporkan 
Sugito ke
> kepolisian Pancoran Mas, Depok. Sugito ditahan. Tapi ketika 
warga Muslim
> setempat memproses pengaduan untuk Sugito ini, tiba-tiba Sugito 
sudah bebas
> dan kabarnya, terbang ke Yogya. Entah siapa yang membebaskan.
> 
> 
> 
> Kampung Lio, memang bukan kampung berkecukupan. Banyak masyarakat 
dhuafa di
> situ. Di wilayah itu terdapat puluhan keluarga pemulung, anak 
jalanan dan
> lain-lain. Di situlah sekitar tahun 2004, Sugito dan kawan-
kawannya bergerak
> membuat Rumah Singgah Bina Tulus Hati. Sekitar 119 anak-anak laki 
dan
> perempuan, kelas setingkat SD-SMP dibina di situ. Mereka diajari 
baca Al
> Qur'an (Iqra') dan pelajaran-pelajaran umum. Sebagian pengajarnya 
ada
> mahasiswa-mahasiswa Nashrani dari Universitas Indonesia. "Yang non 
Muslim
> itu ngajar pelajaran-pelajaran umum,"jelas Iis.
> 
> 
> 
> Karena merasa dikhianati oleh Sugito, marahlah warga Muslim. Kini 
Rumah
> Singgah itu ditutup. Dan warga mengambil alternatif melanjutkan 
kegiatan
> anak-anak itu, di Masjid Baiturrahman, Kampung Lio, yang kini 
masih dalam
> tahap pembangunan.
> 
> 
> 
> Dalam silaturahmi Dewan Dakwah Islamiyah (DDI) Depok dengan Tim 
Independen
> kasus itu, FPI Depok dan pengurus masjid Baiturrahman disepakati 
untuk
> melanjutkan bantuan beasiswa ke anak-anak dhuafa itu. 
> 
> 
> 
> "Puluhan anak-anak itu perlu diberi bantuan agar mereka tetap dapat
> melanjutkan sekolahnya,"ujar Insan Mokoginta, Ketua Umum DDI Depok 
yang
> baru. [nuim/cha]
> 
> 
> 
> Source : http://hidayatullah.com/index.php?option=com_content
> <http://hidayatullah.com/index.php?
option=com_content&task=view&id=4055&Item
> id=65> &task=view&id=4055&Itemid=65
> 
> 
> 
> Powered by Gentoo!
> 
> 
> 
> _____ 
> 
> From: [EMAIL PROTECTED] [mailto:[EMAIL PROTECTED] 
> Sent: Wednesday, January 03, 2007 10:55 AM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Re: [pks-depok] Geger "Kristenisasi" di Depok
> 
> mungkin ini peringatan untuk kita yang mengaku sebagai muslim, 
bahwa kita
> sering mengabaikan kaum marjinal seperti mereka. akibatnya, dengan 
mudah
> mereka dirangkul pihak lain untuk dimurtadkan.
> 
> saya sendiri pernah bertemu seorang kakek dalam angkot di margonda 
yang
> bertanya2 kemana arah gereja muria di pancoran. Bapak tersebut 
berpeci,
> sehingga saya langsung berasumsi dia muslim.
> Saya tanya: bapak ada apa mau kesana?
> Kakek: Mau dibaptis, disuruh dateng kesana
> Saya (kaget): Bapak tahu dibaptis itu apa? bapak agamanya apa?
> Kakek: Islam. saya ngga tahu dibaptis itu apaan.
> Saya: Pak, dibaptis itu berarti bapak bisa pindah agama jadi 
kristen, apa
> bapak emang mau pindah agama?
> Kakek: Lho...ngga mau, saya ini cuma mau minta bantuan karena 
istri saya
> dirwat di RSCM dan sekarang belum bisa pulang karena biaya 
perawatan kurang.
> dan saya pinjam sana sini ngga ada yang ngasih, terus ada yg mau 
kasih, tapi
> saya disuruh dibaptis dulu ke gereja muria, nanti dikasih uang.
> Saya: Bapak kurangnya berapa?
> Kakek: ini...(sambil memperlihatkan tagihan RS yang mencantumkan 
biaya
> khusus untuk keluarga miskin tapi masih kurang 18.000).
> 
> Kurang ajar ya? cuma 18 ribu mereka berikan tapi dengan syarat 
dibaptis
> dulu.
> 
> Akhirnya saya dan kawan2 memberi si kakek ongkos sekedarnya dan 
kekurangan
> bisaya RS yang kebetulan tidak terlalu besar itu.
> Sepanjang jalan, si kakek cerita, bahwa dia tak mau masuk kristen, 
dan hari
> itu dia sedang shaum juga. tapi dia tak mengerti apa itu 
istilah 'baptis'.
> Mudah2an si kakek tetap muslim ditengah kemiskinannya.
> Saya yakin, masih banyak lagi sasaran kristenisasi diluar sana.
> 
> resti
>



         

 __________________________________________________
Do You Yahoo!?
Tired of spam?  Yahoo! Mail has the best spam protection around 
http://mail.yahoo.com 

Kirim email ke