Sudah berkali-kali berita semacam ini diposting. Dari beberapa yang saya
baca memang berasal dari satu sumber Hidayatullah. Ada baiknya jika
pihak gereja sendiri diberikan ruang untuk bicara. Namun tampaknya
sumber berasal dari satu pihak saja. Barangkali memang ada kelompok
Kristen yang radikal tetapi saya belum melihat mereka melakukan
Kristenisasi.

Pada paragraf terakhir, Ade menulis bahwa "berita-berita buruk semacam
ini justru dapat kita manfaatkan untuk perbaikan di masa depan." Masih
belum jelas apa maksud berita buruk yang anda maksud? Apakah maksudnya
kristenisasi itu adalah berita buruk atau penulisan beritanya yang
buruk?

Saya juga ingin tahu bagaimana pendapat Wido si pengirim berita tentang
persoalan ini?




--- In [email protected], [EMAIL PROTECTED] wrote:
>
> Rekan-rekan.
> Saya risau sekali dengan komunikasi yang terjalin soal isu
kristenisasi ini.
> Saya berasumsi bahwa para peserta milis ini tergolong kaum
berpendidikan
> yang diharapkan justru bisa mengarahkan masyarakat luas untuk hidup
dengan
> penuh kedamaian.
> Tapi kentara sekali bahwa banyak peserta diskusi yang mengedepankan
emosi
> seraya mengabaikan substansi masalah.
> Saya rasa, berita dari hidayatullah itu justru perlu diangkat secara
luas,
> selama kita bersedia membicarakannya secara dingin.
> Maksud saya begini:
>
> Pertama-tama, kalau berita itu benar, saya rasa itu persoalan serius.
Dan
> kita ditantang untuk menjawab sebuah pertanyaan besar: apakah layak
> penyebaran agama dilakukan dengan cara menipu dan mengiming-imingi
> anak-anak? Apakah penyebaran agama layak dapat dilakukan dengan
prinsip
> 'tujuan menghalalkan cara'. Saya akan menjawab tidak. Lebih dari itu
saya
> menyarankan agar kita bersama-sama menyuarakan penolakan terhadap
> bentuk-bentuk penyebaran agama dengan cara tidak etis semacam itu.
>
> Kedua, kalau berita itu benar, apakah model penyebaran agama semacam
itu
> mewakili arus utama dalam organisasiu-organisasi Kristen, atau sekadar
> mewakili kalangan ekstrem tertentu. Sepanjang yang saya ketahui, ini
> adalah gaya kalangan radikal Kristen tertentu dan bukan ciri
mainstream
> Kristen. Karena itu, sebagaimana layaknya kita harus membedakan antara
> arus utama umat islam dengan kelompok radikal Islam, kita juga tidak
> mudah2 menuduh apa yang terjadi sebagai kesalahan umat Kristen secara
> umum. Dalam hal ini, saya menyarankan juga teman-teman beragama
Kristen
> bisa menjelaskan secara proporsional kepada umat non-Kristen tentang
kaum
> Kristen eksklusif tersebut.
>
> Ketiga, bagaimana kalau berita itu ternyata tidak benar? Karena itu,
> alih-alih langsung bereaksi keras, yang bisa dipertanyakan adalah
> kesahihan berita Hidayatullah tersebut. Apakah ini ditulis dengan gaya
> 'jurnalisme katanya' seperti yang secara sangat memalukan terjadi
dalam
> kasus pemberitaan 'adam air' , atau memang dengan mengikuti
> prinsip-prinsip jurnalistik yang benar. Kalau tidak salah sih, berita
ini
> tidak ditulis dengan peliputan berimbang (cover both sides). Akibatnya
> akurasi dan kebojektifannya pun mungkin bisa diragukan.
>
> Saya rasa dengan bersikap lebih hati-hati semacam ini, berita-berita
buruk
> semacam ini justru dapat kita manfaatkan untuk perbaikan di masa
depan.
> Kalau setiap berita buruk dihadapi dengan cercaan, saya kuatir kita
justru
> tidak cukup siap menghadapi kondisi-kondisi yang mensyaratkan respons
> bersama.
>
> Salam
>
> ade%
>


Kirim email ke