Dear Friends,
   
  Saya cukup terkejut dengan satu statement yang mengingatkan saya pada era 
orde baru dimana ada pelarangan terhadap beberapa asimilasi budaya luar di 
Indonesia. 
   
  Valentine Day lebih cenderung pada peringatan hari Kasih Sayang. Begitu 
banyak cara yang dilakukan pada saat Valentine Day. Mulai dari memberi bunga, 
coklat dan hadiah kepada orang yang kita sayangi bahkan beberapa aksi 
selebritis yang turun memberikan bantuan pada korban banjir.
   
  Menurut saya tergantung bagaimana kita merayakan Valentine itu. Apa yang 
menjadi tolak ukur bahwa valentine merusak moral bangsa? Cobalah untuk 
memikirkan aplikasi - aplikasi positif dari suatu asimilasi budaya.
   
  Dalam artian sebenarnya "Be Grow Up and Let's see everything from other part 
of pyramids of life!"
   
   
  Salam hangat,
   
   
  Jimmy Situmeang 

                
---------------------------------
Lelah menerima spam? Surat Yahoo! mempunyai perlindungan terbaik terhadap spam. 
 http://id.mail.yahoo.com/

Kirim email ke