di jaman seperti ini kok masih ada aja yang mengkafirkan orang, biarkanlah 
orang lain memberikan rejekinya kepada orang orang yang membutuhkan, masih 
banyak orang yang butuh kebagian rejeki dari orang yang mampu syah saja 
toch......coba kita liat dan sering rumah rumah kita di ketok oleh orang2 yg 
minta sumbangan dengan alasan untuk pembangunan masjid, pondok pesantren, 
yayasan yatim piatu, walaupun mereka menyodorkan bukti syah surat dari yg 
bersangkutan, apakah kita percaya begitu saja hal seperti ini, sudah banyak 
kejadian seperti ini di salah gunakan, kenapa hal ini terjadi.... salah satunya 
yaitu kemiskinan. Siapa yang mayoritas rakyat miskin di indonesia ini ?  ya 
tidak lain adalah kaum yang suka mengkafirkan orang tentunya. Marilah kita 
lihat dengan mata kepala kita sendiri di lingkungan kita dalam hal-hal ini, 
janganlah kita mengkafirkan orang lain selagi pandangan kita sempit, yang 
memang pandangan anda sangat miskin dan sempit 

eka zulkarnain <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                  Woi 
monyong, ngomong asal keluar aja lu. Pake otak
 sedikit dong...enak aja lu ngomong duit riba lah, duit
 haram lah. Kafir lah. Ngak pernah sekolah ya lu? Apa
 lu dulu sekolah di sekolahan gajah lampung?
    Lha kalo pun mereka kafir, emang urusan lu? Urusan
 mereka toh sama Yang Maha Kuasa. 
 
 --- indonebia indonebia <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
 
 > Assalamu'alaikum wr wb
 >    
 >   Ana sungguh sedih sesedih-sedihnya. Saat
 > menyaksikan perayaan Imlek
 > kemarin, sungguh begitu bejibun kaumku yang jadi
 > pengemis dadakan. Ribuan
 > umat Islam di berbagai kota rela antre berjam-jam
 > demi mendapatkan
 > angpao (mandarin: hong bao). 
 >    
 >   Dari tahun ke tahun, jumlahnya kian bertambah
 > banyak sahaja. Tua, muda, lelaki, perempuan, dan
 > anak-anak berebutan mengais rizki dari warga yang
 > merayakan Imlek di sejumlah wihara.  Setelah antre
 > berjam-jam, mereka pun pulang dengan bangga setelah
 > masing-masing mengantongi uang puluhan ribu rupiah.
 > Jelas, angpao bukanlah sedekah, karena istilah
 > sedekah hanya diperuntukkan bagi sesama Muslim 
 > sahaja. Siapa tahu angpao itu ternyata hasil dari
 > riba, jual beli babi, jual beli kenikmatan seksual,
 > judi, transaksi narkoba dan miras, serta  hal-hal
 > lainnya yang jelas dilarang keras oleh Allah SWT
 > lainnya.  Masya Allah! 
 >    
 >   Ana jadi heran, apa yang kurang dari perayaan Idul
 > Fitri, Idul Adha
 > dan lainnya? Ribuan ton daging hewan sudah mereka
 > dapatkan dan mereka
 > santap ramai-ramai sebagai penambah gizi saat Idul
 > Adha. Berjuta-juta 
 > amplop zakat sudah mereka terima  saat menjelang
 > Idul Fitri. Saat kita 
 > naik bus kota, naik angkot, naik kereta, beredar
 > berbagai sumbangan 
 > untuk pembangunan masjid, mushola, dan panti asuhan.
 > Saat kita lagi
 > bersantai di rumah, tiap harinya muncul tamu tak
 > diundang yang memohon
 > sumbangan serupa. Hal yang sama kita dapati saat
 > melewati beberapa ruas 
 > jalan yang distop sejenak oleh sekelompok umat Islam
 > yang mengimbau agar kita tak segan merogoh  kocek
 > dalam-dalam demi pembangunan masjid dan mushola nan
 > megah berkilauan. 
 >   
 > Coba, apakah itu semua masih kurang? Apa karena
 > mereka serakah sehingga 
 > memanfaatkan tiap kesempatan di celah-celah
 > kesempitan? 
 >    
 >   Untuk itu, ana akan segera melapor ke MUI agar
 > menerbitkan fatwa guna melarang umat Islam di
 > Indonesia untuk mengemis/meminta-minta kepada 
 > kaum kafir. Pasalnya, tak semua yang mereka mintai
 > sumbangan adalah umat Muslim. 
 >   
 > Kalau permasalahan ini dibiarkan begitu sahaja, kaum
 > kafir akan mencap
 > umat kita sebagai sekelompok pengemis!
 >    
 >   Agar kita tak dituding sebagai umat yang doyan
 > mengemis-ngemis, ana
 > sarankan kepada antum semua untuk mengikuti acara di
 > bawah ini. 
 >    
 >   Teladanilah Rasulullah yang awalnya hanya seorang
 > penggembala kambing lalu sukses banting setir
 > menjadi pebisnis dengan menikahi janda kaya bernama
 > Ukthi  Khadijah.
 >    
 >   Wassalamu'alaikum wr wb
 >    
 >   Indonebia
 >   pendukung tegaknya Syariat Islam di Indonesia
 >    
 >    
 >   Subject: [PKS] Seminar Enterpreneurship - Business
 > Revolution 
 >     
 > JADIKAN MUHAMMAD SAW SEBAGAI MOTIVASI & INSPIRASI
 > DALAM MENJALANKAN 
 > BISNIS ANDA UNTUK MENJADI PENGUSAHA YANG
 > SUKSES..!!!!
 >   IKUTILAH......!!!
 > ROADSHOW SEMINAR ENTERPRENEURSHIP
 > Program pemberdayaan Ekonomi Umat Berbasiskan Masjid
 >   BUSINESS REVOLUTION
 > Perspektif Muhammad SAW Seorang Pengusaha Sukses
 >   
 > Minggu, 25 Februari 2007
 > 08.30 WIB - Selesai
 > MASJID DAARUT TAUHIID JAKARTA
 > Jl. Cipaku I No. 43, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
 > 12170
 >   Pembicara
 > A.KHOERUSALIM IKHS
 > Presdir Enterpreneur Collage & Founder Country
 > Donuts, Penulis, Motivator
 >   Ir. Zainal Abidin
 > Rektor Institute Kemandirian DD Republika
 >   Bintang Tamu
 > Ir. Sarwono Kusumaatmaja
 > Anggota DPD RI
 >   Investasi
 > Rp. 25.000,-
 > Untuk Mahasiswa
 > Rp. 30.000,-
 > Untuk Umum
 >   Included
 > Snack-Makalah- Majalah
 > Doorproze dan Peluang Bisnis lainnya..!!
 >    
 >   Informasi dan Pendaftaran
 > Yayasan Daarut Tauhiid Yakarta
 > Jl. Cipaku I No. 43 Kebayoran Baru, Jakarta Selatan
 > 12170. 
 > Tel. 723.5255. 
 >   Fax. 7235258
 >    
 >   Contact Person
 > (Risky) 021-684 62105
 > (Ridwan) 021-710 74129
 >    
 >   Pendaftaran Via Sms
 > Ketik: DAFTAR (spasi) NAMA LENGKAP
 > Contoh: DAFTAR FIRMANSYAH
 > Kirim ke: 0818 0775 7506
 >  
 > 
 > 
 >    
 > ---------------------------------
 > Sekarang dengan penyimpanan 1GB
 >  http://id.mail.yahoo.com/
 
 Eka Zulkarnain
 
 __________________________________________________________
 Cheap talk?
 Check out Yahoo! Messenger's low PC-to-Phone call rates.
 http://voice.yahoo.com
 
     
                       

 
---------------------------------
Sucker-punch spam with award-winning protection.
 Try the free Yahoo! Mail Beta.

Kirim email ke