He he he, yang ngomong Dekan Fakultas Kedokteran lagi. Apa nggak edan? Mending dengerin ramalan Joyoboyo aja deh. Paling enggak ramalannya akan datangnya zaman edan sudah terbukti :)
manneke -----Original Message----- > Date: Mon Mar 12 20:50:27 PDT 2007 > From: "GAYa NUSANTARA" <[EMAIL PROTECTED]> > Subject: Re: [mediacare] Re: Serem > To: [email protected] > > Salah satu yang diharapkan dari media sebagai salah satu alat hegemoni adalah > kemampuannya untuk menyampaikan suatu informasi yang akurat dan tidak > timpang. Namun, saya rasa itu memang masih merupakan perjalanan yang masih > sangat jauh untuk di capai. > > Semua tulisan membicarakan rekan kita kaum muda, tapi saya tidak melihat > adanya media menyorot kaum muda untuk bersuara atas keadaan yang dimaksudkan. > Bukankah ini menjadikan mereka yang merasa sudah tua (bukan dewasa lho ya, > tua) sekali lagi seperti sedang menjejalkan sirih yang sudah dikunyah olehnya > dan mekasa kaum muda untuk menelan. Apalagi menggunakan kata gairah seksual > pada remaja sebagai beringas sementara yang tua tidak? Oh c'mon lah kita tahu > bahwa kaum tua pun tidak kalah beringas dengan gairah seksual mereka. Siapa > lagi yang doyan beli viagra dan segala obat perangsang kalau bukan mereka > yang sudah tidak remaja lagi...Jangan memandang hanya kaum muda kita saja > yang tidak mampu berpikir kritis dan bijak, berapa bapak-bapak yang senang > jajan ke lokalisasi tanpa kondom dan tertulas HIV kemudian memberikan bonus > itu pada istri tercinta? Justru sekarang ini saya lihat kaum muda kita mulai > mau terbuka pada pemahaman mengenai seksualitas serta konsekuensinya, > daripada kaum tua yang merasa sudah makan asem garam kehiduan. > > Anyway, saya secara pribadi tidak melihat perilaku maupun gairah seksual > remaja dan orang tua perlu dibedakan dan disalah-salahkan, karena it's human > nature, secara biologis kala menjelang menstruasi perempuan memang akan lebih > bergairah secara seksual, baik itu tua maupun muda. Kala sperma sudah banyak > laki-laki pun akan memiliki kecenderungan mudah terangsang dan bergairah pula > secara seksual. Dan tidak ada hubungannya antara gairah seksual dan semakin > mudanya usia menstruasi, ini karena semakin baiknya gizi pada kaum muda kita, > tidak ada hubungan dengan gairah seksual, duh please deh... > > Yang lebih menjadi masalah bagi saya dari tulisan di bawah adalah adanya > penyikapan pada tubuh perempuan (meski tidak ditulis, tampak jelas yang > selalu dipermasalahkan berpakaian minim selalu perempuan, maklum kalau > laki-laki pamer udel nggak ada yang mempermasalahkan). Kenapa perempuan > selalu diletakkan sebagai polisi atas birahi laki-laki? Kalau laki-laki mudah > terangsang, maka merekalah yang perlu berbenah diri. Bagi saya secara pribadi > bagaimana seseorang berpakaian tergantung pada bagaimana seseorang merasa > nyaman dengan keadaannya, kalau dengan rok mini dan tank top dia merasa lebih > pede saya merasa itu tidak seharusnya menjadi masalah. > > Justru saya melihat masih lemahnya penghormatan para rekan adam (terutama > yang mudah mata gelap, maklum mungkin pendidikan seksualitasnya minim ato > nggak ada sama sekali) pada tubuh perempuan. Sudah terlalu lama tubuh > perempuan dijadikan objek seksual mereka, sehingga ketika melihat sedikit > bagian dari perut dan paha saja birahi sudah memuncak. You know what? itu > justru yang menjadi masalah, it has to stop! Sementara perempuan justru tidak > boleh punya objek seksual, mereka akan dicap murahan kalau begitu, padahal > laki-laki kalau tertawa-tawa sambil bergosip mengenai tubuh perempuan tidak > ada yang merasa itu perlu dipermasalahkan, this also has to stop! > > Kalau mau bicara seksualitas, ayolah kita perlu sedikit jujur, baik agama > maupun norma sudah tidak lagi mampu menakut-nakuti kaum muda untuk menggali > seksualitas mereka. Jangan berpikir bahwa keluarga berantakan pasti > menghasilkan anak yang nggak keruan, karena dari keluarga yang terlihat baik > dan saleh pun sering saya dapati anak yang sudah matang seksualitasnya > (kebetulan saya konselor), karena mereka merasa 'aman' dari kecaman. > Bagaimana kaum muda kita mau menahan gairah seksual mereka ketika mereka tahu > yang doyan pakai ayam abu-abu adalah pak ini, pak itu, yang memadati > lokalisasi juga para kaum adam yang sudah tidak muda lagi. Wong contohnya > mereka dapati sendiri dari mereka yang justru tidak muda lagi, kalau sudah > gini bagaimana? > > Pada dasarnya yang sangat dibutuhkan oleh kaum muda kita adlan informasi yang > benar dan tepat mengenai seksualitas, tanpa ada tendensius untuk > menakut-nakuti mereka (seperti terlalu banyak masturbasi akan membuat mereka > mandul, aduh please deh, begitu mereka tahu kalau ini boongan, maka hilanglah > sudah kepercayaan mereka pada kaum tua dan mereka akan mencari informasi yang > mereka butuhkan sendiri). Saya justru menyarankan pendidikan seksualitas, > sehingga mereka tahu apa hak dan kewajiban mereka sebagai kaum muda. Kita > nggak bisa bilang kamu masih muda selibat dulu, tapi kita bisa bilang, kalau > memang sudah tidak bisa dibendung lagi, lakukan hubungan seks yang lebih > aman, yaitu menggunakan kondom. Kalau kondom masih terus dikecam dengan norma > yang berlebihan, maka penularan IMS dan HIV serta tingginya angka penguguran > kandungan serta kelahiran yang tidak diinginkan akan menjadi dilema tanpa > akhir. > > GAYa NUSANTARA > Mojo Kidul I # 11A > Surabaya 60285 > East Java-Indonesia > > Phone/fax: + 62 31 591 4668 > ----- Original Message ----- > From: ati gustiati > To: [EMAIL PROTECTED] ; [email protected] > Sent: Tuesday, March 13, 2007 3:24 AM > Subject: [mediacare] Re: Serem >> Sumar Sastrowardoyo <[EMAIL PROTECTED]> > > Serem, Berpakaian Minim > > a.. Picu perilaku seks bebas > b.. Usia belasan hamil duluan > Banjarmasin, BPost > Pakaian tipis, minim dan terbuka menjadi salah satu faktor timbulnya > perilaku seks bebas. Sebab hal itu mampu memancing gairah seks lawan jenis. > Oleh karena itu, peran sekolah, agama dan keluarga diharapkan mampu > mengarahkan gaya berpakaian remaja. > > "Akibat provokasi pornografi yang sedemikian terbuka, terus-menerus dan > melampaui batas, otomatis menimbulkan perilaku seks bebas. Apalagi sekarang > ini, remaja kita sangat mudah tergoda dengan perilaku seks bebas," jelas > Taufik R Nasihun. > > Penjelasan Dekan Fakultas Kedokteran Universitas Islam Sultan Agung > (Unissula) Semarang disampaikan dalam semina r kesehatan bertema Reproduksi > Sehat, Bahaya Seks Bebas Ditinjau Dari Aspek Medis, Psikiatri dan Islam, > Sabtu (10/3), yang diselenggarakan SMAN 1 Banjarmasin di aula sekolah itu. > Seminar diikuti pelajar SMA/SMK se-Kota Banjarmasin. > > Secara biologis, kata dia, remaja sudah siap melakukan hubungan seks. > Namun, secara emosional, tingkat kematangan seks mereka masih perlu pembinaan > dan arahan agar tidak berperilaku menyimpang, apalagi sampai hamil di luar > nikah. > > Agar mereka mengenal lebih jauh dampak dari perilaku seks bebas tersebut, > lanjutnya, kampus yang ia pimpin terus berusaha menyampaikan kepada remaja > tentang dampak yang ditimbulkan dari seks bebas tersebut. > > Dokter Pudjiati, ketua pelaksana seminar menambahkan, kalau dulu, seorang > perempuan mendapatkan haid pertama (menarche) usia 17 tahun, sekarang > perempuan sudah mendapat haid pertama usia 10-12 tahun, bahkan sembilan tahun. > > Oleh karenanya, timpal Ahmadi NH, Kabag Psikiatri Unissula, peran > orangtua, guru dan BK (bimbingan konseling) di sekolah harus jalan. Karena > siswa, apalagi yang sudah mulai masuk masa pubersitas perlu dibekali pola > pikir sesuai aturan dan agama. > > "Termasuk dalam hal berpakaian, agar tidak sampai merangsang lawan jenis. > Untuk itu, sekolah dan orangtua perlu memberikan aturan sedemikian rupa > tentang tata cara berpakaian anak-anaknya," katanya. > > Karena perilaku seksual remaja di negara-negara maju dan berkembang, > umumnya melakukan hubungan seksual pada usia belasan tahun yang kemudian > cenderung mengakhiri kehamilannya dengan cara menggugurkan kandungan. > Kemudian memilih menikah usia yang relatif tua dan sering menderita infeksi > penyakit menular seksual. > > "Untuk itu perlu dilakukan penghayatan agama yang memadai, lingkungan dan > teman bergaul diperhatikan, serta pendidikan yang memadai. Termasuk mereka > yang kawin lambat, kalau tidak diimbangi dengan agama dikhawatirkan bisa > terjerumus dengan perbuatan yang menyimpang (seks bebas)," katanya. mdn > > > > ---------------------------------------------------------------------------- > 8:00? 8:25? 8:40? Find a flick in no time > with theYahoo! Search movie showtime shortcut. > > > > > ------------------------------------------------------------------------------ > 8:00? 8:25? 8:40? Find a flick in no time > with theYahoo! Search movie showtime shortcut. > > > > > ------------------------------------------------------------------------------ > > > No virus found in this incoming message. > Checked by AVG Free Edition. > Version: 7.5.446 / Virus Database: 268.18.8/714 - Release Date: 3/8/2007 > 10:58 AM
