Tentu saja SBY mengajak beberja keras pada umat Islam karena memang
audiencenya adalah politisi, ekonom, pengusaha dari negara mayoritas Islam
yang hadir di World Islamic Economic Forum. Kalo dia pidato diperayaan Natal
Nasional di Senayan mungkin dia juga mengajak umat Kristen. Jadi nggak ada
kaitan dengan etos kerja. Kebanyakan negara-negara sangat miskin di
Afrika dan Amerika latin adalah negara yang mayoritas penduduknya beragama
Kristen, apakah itu karena etos kerja orang Kristen di Afrika dan benua
Amerika rendah? Jerman dan Jepang mendapat bantuan besar-besaran Amerika
setelah mereka diluluhlantakkan sekutu/Amerika diakhir perang dunia kedua
dan sampai sekrang jepang masih bergantung keamanannya pada Amerika.

On 5/30/07, RM Danardono HADINOTO <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

Betul mas.

Pidato ini agak terlalu theoretis, tetapi mungkin beliau ingin
menyampaikan pesan yang dikemas. Beliau pasti takkan berpidato,
bahwa Buddha, Kristieni harus mampu menghadapi tantangan
modernisasi. Mengapa? Karena agama agama ini mempunyai penganut yang
berethos kerja sangat amat tinggi. Ambil saja dua bangsa: Germania
dengan latarbelakang Kristiani dan Jepang dengan latarbelakang
Shinto-Buddhismus.

Kita harus bertanya, mengapa bapak presiden justru melontarkan
ajakan berkerja keras pada umat Islam?

Tak ada asap tanpa api.

Salam hangat

Kirim email ke