Sesungguhnya perlu dikaji lagi sejauh mana keterlibatan agama sebagai
sumber peperangan dan pertikaian antar umat beragama. Kalau kita lihat
lebih jujur, bangsa Tiongkok juga tak lepas dari peperangan besar di
bumi ini dengan tokoh-tokoh seperti Jenghis Khan dan dengan monumen
perang yg masih eksis sampai saat ini, yaitu Tembok Besar Cina. Jangan
lupa, Jepang juga pernah menjadi sumber malapetaka Perang Dunia II
karena aksi fasisme-nya. Setahu saya, India juga belum pernah
menunjukan kekuatan ekonomi yang signifikan sebagai suatu negara.
Kita juga tentunya ingat, bahwa kebencian akan orang-orang yang
beragama telah menjadi cikal bakal terjadinya perang dunia. Kebencian
Hitler akan kaum Yahudi membawa kenangan pahit bagi seluruh dunia
hingga saat ini. Oleh karenanya, jangan pula kita menyebarkan kebencian
terhadap para pemeluk agama. Rasanya kurang adil kalau kita
mennghendaki kebebasan sebagai orang yang tidak beragama, dengan
menuntut orang2 beragama untuk keluar dari agama yang dianutnya.
Kejayaan dan kemunduran bangsa-bangsa di dunia ini hanya bersifat
sementara dan dipergilirkan dari satu wilayah ke wilayah lain, dari
satu suku ke suku yang lain. Bahkan, kejayaan dan kemunduran juga
dipergilirkan dari satu agama ke agama yang lain.
Kalau saya pribadi, lebih percaya bahwa semua perang dan pertikaian
yang terjadi akhir-akhir ini pada dasarnya dimotivasi oleh kebutuhan
akan kekuasaan dan ekonomi. Keterkaitan perang dengan agama merupakan
bentuk pemanfaatan agama oleh kalangan tertentu untuk memobilisasi
massa agar dengan rela terjun ke medan peperangan. Kalaupun semua
manusia di bumi ini tidak beragama, belum tentu tidak terjadi
pertikaian. Mungkin, keadaan akan bertambah parah karena orang tidak
merasa terikat dengan adanya norma-norma tertentu.
---------------------------------
17a. Re: Dua teroris cilik dilepas dari tahanan
Posted by: "RM Danardono HADINOTO" [EMAIL PROTECTED]
rm_danardono
Date: Thu Jun 28, 2007 12:02 am ((PDT))
Ya mas, menyedihkan.
2000an tahun setelah lahirnya agama agama Ibrahim (Yehuda, Kristen
dan Islam), agama agama ini lebih menyumbangkan pertumpahan darah,
daripada pencerahan humanistis. Tidak saja antara dua agama berbeda,
namun dari agama yang sama. Kita ingat Perang 30 tahun di Eropa
antara Katholik dan Protestant (1618-1648). Antara Kristen dan Islam:
Perang Salib. Pertumpahan darah antara kelompok Syiah dan Sunni,
penggempuran kerajaan Buddha oleh kekuasaan sultan sultan dynasti
Moghul yang Muslim. Dst dst.
Negara negara yang menganut Islam dari awalnya Islam timbul sampai
kini, TAK ada yang mampu bangkit menjadi negara negara makmur,
rational dan tertata rapi, taat hukum, maju pendidikan. Dari Afrika,
Timur Tengah sampai Asia selatan dan tenggara!
Negara negara Katholik di Amerika Latin tetap saja merangkak dalam
kemiskinan dan chaos.
Hanya ada DUA bangsa didunia, yang dari awalnya, 4000an tahun silam
menimbulkan peradaban tinggi, sampai hari INI: India dengan Hindusime-
Buddhisme yang lebih tua dari agama agama Ibrahim, dan Tiongkok yang
bertumpu pada Konfusianisme, yang lagi lagi lebih tua dari agama
agama Ibrahim.
Dua bangsa ini, tak pernah mengadopsi agama lain, selain agama asli
mereka, kini, keduanya muncul sebagai dua raksasa ekonomi politis
yang sangat ditakuti oleh AS dan Europa. Juga Jepang dan Korea tak
pernah mengadopsi agam adan budaya lain.
Saudara kandung India, seetnis satu ras, yang keluar dari budaya
asal, Pakistan dan Bangla Desh, kini masih sempoyongan, dan tak
pernah berdiri dijajaran negara negara terdepan.
Aneh bukan? Tetapi nyata
Salam
Danardono