assalaamu 'alaikum wr wb

Saya kira, munculnya wacana (saat ini masih wacana krn belum ada keputusan)utk 
menampilkan Wiranto, adalah lebih pada pilihan strategis, karena secara kalkulasi 
politik, beliaulah yang mampu menghadang laju Mega dan SBY. Kita tdk bisa pungkiri 
bahwa hampir tidak ada pengamat baik amatiran maupun yg udah pro berani mengatakan 
secara tegas bahwa AR akan lolos ke putaran kedua.

Kita semua sudah muak dgn kondisi dan kebijakan-kebijakan yg diambil oleh pemerintahan 
saat ini. Masalah tanker pertamina, penyelundupan gula, "wah"nya gaji serta tunjangan 
BPPN, menempatkan org-org partai di BUMN, dan berbagai kejadian yang mengelus dada 
terpapar dengan jelas di depan mata. Dan saya yakin bahwa kita semua sepakat bahwa 
kezaliman demi kezaliman ini harus dihentikan. Yang terjadi saat ini adalah sebuah 
kezaliman besar, dan kita punya kewajiban utk menghentikannya.

Secara global, dominasi AS juga masih belum bisa kita tandingi atau hindari. Bentuk 
bangun dakwah yg telah dirintis selama ini, masih belum siap menghadapi dominasi AS 
dan sekutunya. Tentunya kita juga perlu memikirkan utk menghadirkan pemimpin yang tdk 
terlalu membuat AS gerah tapi juga bisa memberi peluang besar akan kelanjutan dakwah 
di bumi nusantara ini.

Kalaupun ada dukungan kepada Wiranto, bukan berarti bahwa Wiranto secara personal dan 
kapabilitas adalah lebih baik dari AR, tidak. Amien Rais memiliki banyak kelebihan 
personal dan kapabilitas dibandingkan dgn Wiranto, bahkan dgn calon lain. Dan dia 
adalah pilihan yang paling idealis saat ini. Adanya wacana mendukung Wiranto, itu 
lebih kpd krn dia lebih mampu dari AR utk menghadang Mega dan SBY, bukan krn dia lebih 
baik dari AR.

Imam Ahmad memberikan kaidah : jika ada dua pemimpin, satu kurang akhlaknya tapi punya 
kekuatan besar utk melindungi kamu, sedangkan yg satu baik akhlaknya tapi tidak punya 
kekuatan besar melindungi kamu, maka pilihlah pemimpin yg pertama.

Seandainya AR yg maju jadi presiden, maka mari kita jujur menjawab, akan efektifkah 
pemerintahan dia, sementara di legislatif, empat kekuatan terbesar (Golkar, PDIP, PKB, 
dan PD) menolak dia ? bisa jadi PPP juga tidak akan mengakomodir beliau.
bisa-bisa kaidah : IDZAJTAMA'AL KHASHIR BIL KHASHIR FASHARA KHASHIRAINI (Jk yg  kalah 
bertemu dg yg kalah pula, maka hasilnya adalah 2 kali kalah)
akan terbukti.

Jadi wacana Wiranto, lebih kepada pilihan strategis utk menghadang laju Mega (dan juga 
SBY - ma'af bagi pendukung SBY). Bukan krn kesepakatan busuk, bukan krn permainan 
Soeharto (dlm skala tertentu saya sangat menghormati beliau ini dan sangat meragukan 
kebenaran email di bawah), bukan krn PKS main uang atau mengejar kekuasaan semata. 
Insya Allah para kader PKS tetap istiqomah dan jauh dari hal-hal yg demikian.

Kalaupun didukung, bukan sembarang dukungan yang akan diberikan kpd Wiranto. Tentu 
akan ada "kontrak politik" antara dia dgn PKS. Dimana tentunya ada 'rambu-rambu' yg 
harus beliau taati nantinya, tidak memakai mesin politik Golkar dlm mengambil kep. 
dlsbnya.

Saya pribadi melihat dua pilihan inilah (antara strategis dan idealis) yg membuat PKS 
sangat lama utk mengambil keputusan. Insya Allah akan ada keputusan siang ini pukul 
14:00. Kita harapkan saja ada pemahaman dan penerimaan atas apapun keputusan PKS.

Saya sangat menghargai kedua pilihan ini, krn memang ada baik buruknya. Biarlah para 
qiyadah PKS berijtihad dlm memutuskannya. Yg namanya Ijtihad,
bisa benar bisa salah. Biarlah waktu yg bicara, apakah nantinya keputusan tsb baik 
atau buruk. Kita tunggu saja siang ini...

Mana pilihan yg akan diambil ? mari kita serahkan pd hati nurani. Tapi, hati nurani 
saja tanpa perhitungan yg matang dan strategi yg jitu, tidak akan menghasilkan apa-apa.

selamat berdemokrasi !

wassalaam,
Ronald



>
>----- Original Message -----
>From: Aditiawarman Karim
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Sent: Tuesday, June 29, 2004 12:20 PM
>Subject: FW: [sanbima-xibmer] Siasat Jitu SOEHARTO!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>>Sebuah gedung di Jl. Mampang Prapatan Jaksel sudah
>>sejak 1 tahun terakhir ini kerap di kunjungi Wiranto.
>>Biasanya setiap berkunjung ke situ Wiranto selalu
>>ditemani "sang guru ngaji", seseorang yang begitu
>>powerfull di pengurus elite parpol yang berkantor di
>>jalan itu. Sebelum membahas lebih lanjut misteri jl
>>Mampang Prapatan itu, lebih baik pelajari dulu
>>kronologi dibawah ini.
>>
>>Siasat Jitu Seharto
>>
>>Selepas dicopot dari jabatan Menhankam/Pangab, Wiranto
>>secara khusus dipanggil Soeharto untuk membicarakan
>>"keselamatan dan keamanan" keluarga besar Cendana.
>>Lewat berbagai pertemuan dan konsolidasi internal,
>>akhirnya Soeharto memutuskan memakai 3 skenario:
>>- Mencari jalan merebut kembali Golkar.
>>- Membuat partai baru sebagai test case kesiapan
>>publik memaafkan Soeharto.
>>- Menciptakan "pemimpin" baru
>>
--------------------
>>
>>Dalam memenangkan Konvensi kemarin, suara DPD dati II
>>dihargai 400 juta, dan uangnya dibayar tunai! Dan juga
>>ada 1 kata kunci yang dijanjikan Wiranto, dia sanggup
>>membawa suara PKB dan PKS ke Golkar! Janji yang semula
>>ditertawakan, karena seperti mimpi disiang bolong.
>>Tapi kini terbukti, Wiranto menepati janjinya. PKB dan
>>PKS meski dengan "malu-malu" dan seribu dalih akhirnya
>>mendukungnya. Sekali lagi, "uang yang berbicara!"
>>Cendana memang lihai mencuci uang haram. Dengan
>>seabrek usahanya, uang-uang haram dari mana saja bisa
>>dicuci kinclong menjadi uang "halal", sehingga
>>keluarga besar Cendana tidak pusing menghabiskan
>>berapa pun rupiah yang diminta untuk mengamankan
>>dinasti Cendana.
>>
>>Upaya Menggan ti Hidayat Nur Wahid
>>
>>Tidak pernah dalam sejarah Syuro PKS mengalami
>>deadlock seperti saat ini. Pangkal soalnya hanya satu:
>>WIRANTO! Kenapa dengan Wiranto? Ya, Wiranto-lah
>>sesungguhnya king maker di elite PKS. Lambang PKS yang
>>baru, yang menambahkan gambar padi dan kata sejahtera
>>misalnya, adalah ide Wiranto untuk "mengurangi"
>>keradikalan gambar "ka'bah" dan mendekatkan PKS ke
>>Pancasila. Wiranto juga yang banyak bermain dalam
>>memutuskan nomor urut caleg PKS. Kalau mau dicermati,
>>ada kecenderungan untuk menjadikan orang-orangnya
>>?sang guru ngaji? dinomor jadi.
>>
>>Coba amati, bukankah caleg PKS lebih banyak yang
>>"cuma" lulusan SMA tapi aktivis tarbiyah atau mereka
>>yg bergelar Lc? Paska pemilu legislative kemarin pun,
>>Wiranto bermain lagi dengan mengusung Forum Penyelamat
>>Bangsa. Orang Wiranto memakai PKS untuk menjadi motor
>>gerakan ini, dengan strategi "demi ukuwah islamiyah"
>>parpol Islam musti memunculkan 1 saja paket
>>capres/cawapres. Ini yang tidak pernah dimunculkan di
>>Koran, bahwa dengan alasan suara PKB dan PKS diatas
>>PAN (sementara PPP dan PBB menolak ikut FPB), mereka
>>memaksakan agar capresnya Wiranto sedangkan
>>cawapresnya Amien Rais! Dengan argumen, GD tidak bisa
>>maju karena alasan kesehatan, PKS sudah berjanji tidak
>>mengajukan capres.
>>
>>Jadi, kalau sekarang Syuro PKS molor itu tidak aneh,
>>karena sebetulnya keinginan mengusung Wiranto sudah
>>disepakati jauh-jauh hari. Dan misteri jln Mampang
>>Prapatan makin menyengat. Ketika desakan agar Syuro
>>PKS segera mengeluarkan rekomendasi makin menguat dari
>>massa akar rumput PKS, Wiranto lewat "caleg-caleg"-nya
>>mulai mengkonsolidasikan diri. Dengan dalih pembekalan
>>caleg, Wiranto berhasil mendoktrin caleg-caleg itu
>>untuk mengkampanyekan Wiranto di forum-forum apa pun.
>>Entah itu pengajian, entah itu khutbah Jumat.
>>Sementara kader-kader PKS militan lainnya,
>>diskenariokan unt uk terus menerus mengkampanyekan
>>perlunya "tsiqoh" dan menunggu rekomendasi.
>>
>>--------------cut--------------



____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting 
___________________________________________________

Kirim email ke