Karena Hidup Hanya Sekali ...
Publikasi: 07/10/2002 08:10 WIB

Seberat apapun beban hidup kita hari ini ...
Sekuat apapun godaan yang harus kita hadapi...
Sekokoh apapun cobaan yang harus kita jalani...
Sebesar apapun kegagalan yang kita rasai ...
Sejenuh apapun hari-hari kita lalui....

Jangan pernah berhenti berharap pada pertolongan Ilahi ... 
Jangan pernah berhenti berdoa kepada Rabbi ...
Karena harapan adalah masa depan...
Karena harapan adalah sumber kekuatan ...
Karena doa adalah pintu kebaikan ...
Karena doa adalah senjata orang beriman...

eramuslim - Kita mungkin pernah merasakan betapa tidak berartinya 
hidup ini, jenuh dan membosankan. Kita seperti manusia yang tidak ada 
gunanya lagi hidup di dunia. Hari-hari yang kita lalui hampa tiada 
arti. Kegagalan kita temui disana-sini. Cobaan dan rintangan kita 
hadapi tiada henti. Beban hidup tarasa berat menjerat. Bagi mereka 
yang tidak punya iman, mengakhiri hidup yang indah ini seringkali 
menjadi pilihan.

Hidup ini hanya sekali, terlalu indah untuk kita buat sia-sia, karena 
memang Allah menciptakan makhluknya tidak untuk sia-sia. Betapa 
bahagianya hidup ini bila kita jalani dengan penuh semangat dan 
optimisme yang tinggi. Betapa indahnya hidup ini bila hari-hari kita 
jalani dengan senyum kebahagiaan dan sikap positif memandang masa 
depan. Betapa sejuknya bila kita sabar menghadapi setiap 
permasalahan, kemudian kita berusaha memecahkannya dan mengambil 
ibroh dari setiap kejadiaan.

Sebuah pakupun akan menghadapi masalah pada tubuhnya bila tidak tepat 
menempatkan diri. Bila ia terletak di tanah basah, suatu saat ia akan 
berkarat, tidak memiliki guna, terinjak, bahkan mungkin suatu saat 
akan terkubur bersama karat yang menyelimutinya. Tapi bila kita bisa 
menempatkannya di tempat yang tepat, kita tancapkan pada sebuah 
dinding, walaupun ia berkarat, paku itu berguna bagi manusia. Sebagai 
penyangga, tempat gantungan, atau sebagai penyatu berbagai benda.

Begitu pula kehidupan manusia. Bila kita tidak tepat menempatkan diri 
kita, tidak sadar siapa diri kita, tidak tahu untuk apa kita di 
dunia, kita hanyalah seonggok jasad hidup yang terlunta-lunta. Bila 
kita tidak memanfaatkan potensi yang ada, selalu memandang negatif 
setiap peristiwa, membiarkan diri berlumur dosa, bahkan tidak tahu 
dengan Sang Pencipta, kita adalah makhluk hidup yang tidak berguna. 
Kemudian hidup ini pun terasa berat untuk kita lalui. 

Masalah dan cobaan adalah bunga kehidupan orang-orang beriman. 
Kembalilah kepada Tuhan bila kita menghadapinya agar kita tenang. 
Lihat, apakah kita sudah tepat menempatkan diri. Jangan menjadi paku 
yang terletak di tanah basah. Tapi jadilah paku yang dapat menyangga 
kehidupan manusia. Walaupun kecil, tanpa paku itu sebuah bangunan 
besar tidak akan pernah berdiri. (Yesi Elsandra, Saudaraku, aku 
tunggu senyummu lagi) 




____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting 
___________________________________________________

Kirim email ke