dibawah... -----Original Message----- From: Ronald P Putra [mailto:[EMAIL PROTECTED]
assalaamu 'alaikum wr wb Ronald P Putra: Saya kira, munculnya wacana (saat ini masih wacana krn belum ada keputusan)utk menampilkan Wiranto, adalah lebih pada pilihan strategis, karena secara kalkulasi politik, beliaulah yang mampu menghadang laju Mega dan SBY. Kita tdk bisa pungkiri bahwa hampir tidak ada pengamat baik amatiran maupun yg udah pro berani mengatakan secara tegas bahwa AR akan lolos ke putaran kedua. harman: Kenapa kalkulasi spt ini tidak digunakan saat pemilu legislatif lalu? Saat itu pun seluruh pengamat mengatakan PDIP or PG yg tetap menjadi pemenang? jika logika spt ini digunakan tentu saya akan memilih PDIP atau PG,krn sdh jelas hanya mereka yang akan mampu tinggal milih mana yang mau dijadikan no.1 Ronald P Putra: Kita semua dst...s/d paragraph 2 harman: setuju aja Ronald P Putra: Tentunya kita juga perlu memikirkan utk menghadirkan pemimpin yang tdk terlalu membuat AS gerah tapi juga bisa memberi peluang besar akan kelanjutan dakwah di bumi nusantara ini. harman: tumben nih bahasanya agak bersahabat, selama kampanye PKS kayaknya uaaan...tiii... buanget sama uncle sam, tapi it's oke namanya juga politik dan itu memang bagian dari sebuah partai politik, apapun kemasan yg digunakan partai, kepentingan politik tetap menjadi ruh partai. Ronald P Putra: Kalaupun ada dukungan kepada Wiranto, bukan berarti bahwa Wiranto secara personal dan kapabilitas adalah lebih baik dari AR, tidak. Amien Rais memiliki banyak kelebihan personal dan kapabilitas dibandingkan dgn Wiranto, bahkan dgn calon lain. Dan dia adalah pilihan yang paling idealis saat ini. Adanya wacana mendukung Wiranto, itu lebih kpd krn dia lebih mampu dari AR utk menghadang Mega dan SBY, bukan krn dia lebih baik dari AR. harman: nah, mestinya jika memang ingin menghadang MSP or SBY dan kebetulan ada pilihan idealis, bukankah yg terbaik adalah bersama-sama dengan ormas islam dan elemen lainnya bahu membahu untuk memenangkan paket yg lebih baik (idealis), bukannya malah tinggalkan. Sebagai partai fenomenal, kenapa tidak mensedekahkan resep kampanye pd pemilu lalu untuk memenangkan ARSIS yg terbukti mampu memberikan suara PKS yg cukup signifikan. Saya yakin jika kader inti PKS dan kader partai lain (PAN,PBR,PNBK, PSI, dll)+elemen pendukung lainnya bersama-sama menggunakan resep kampanye PKS pd pemilu legislatif lalu, suara ARSIS akan signifikan krn kader PKS sgt terlatih dlm menjalankan resepnya. Dan ko' bahasanya spt-nya bahasa mendahului Yang Maha Berkehendak? Ingat, pemilu legislatif lalu, PAN diperkirakan akan masuk 3 besar tapi kenyataannya beda, pdhl menurut bbrp survey PAN suaranya naik secara signifikan. Ronald : Imam Ahmad memberikan kaidah : jika ada dua pemimpin, satu kurang akhlaknya tapi punya kekuatan besar utk melindungi kamu, sedangkan yg satu baik akhlaknya tapi tidak punya kekuatan besar melindungi kamu, maka pilihlah pemimpin yg pertama. harman: Perlindungan seperti apa yg akan diberikan Wir? apa iya Wir akan tunduk dan patuh pada keinginan PKS? sementara diparlemen suara PKS masih dibawah PKB+PG, besar mana pengaruh HNW dgn GD+AT dan juga kel. cendana thdp kebijakan pemerintahan Wir nanti? Dan apakah AR masuk dlm katagori tidak memiliki kekuatan melindungi, jika TNI tetap dlm kerangka reformasi spt yg dikehendaki Jend.Endriar to saya yakin tidak ada yg perlu dikhawatirkan. Seandainya AR yg maju jadi presiden, maka mari kita jujur menjawab, akan efektifkah pemerintahan dia, sementara di legislatif, empat kekuatan terbesar (Golkar, PDIP, PKB, dan PD) menolak dia ? bisa jadi PPP juga tidak akan mengakomodir beliau. bisa-bisa kaidah : IDZAJTAMA'AL KHASHIR BIL KHASHIR FASHARA KHASHIRAINI (Jk yg kalah bertemu dg yg kalah pula, maka hasilnya adalah 2 kali kalah)akan terbukti. harman " Jika Wir, menang apakah juga pemerintahannya akan effektif, mengingat PDIP+PD+PAN+PBR+PBB+PPP menolak Wir??? Meurut saya menolak atau menerima itu sangat bergantung pada bentuk kebijakan yang akan dibuat, misal, Kebijakan Wir, bertentangang dgn prinsip2 PKS & PKB apa iya mereka akan mendukung RUU atau peraturan yg akan dibuat Wir? Demikian sebaliknya jika kebijakan AR sejalan dgn prinsip perjuangan PKS juga PKB apa iya kebijakan tsb akan serta merta ditolak. Yang perlu dicatat adalah tidak akan ada lagi SU tahunan yg selalu di jadikan ajang menerima atau menolak progress report Presiden. Ronald : Jadi wacana Wiranto, lebih kepada pilihan strategis utk menghadang laju Mega (dan juga SBY - ma'af bagi pendukung SBY). Bukan krn kesepakatan busuk, bukan krn permainan Soeharto (dlm skala tertentu saya sangat menghormati beliau ini dan sangat meragukan kebenaran email di bawah), bukan krn PKS main uang atau mengejar kekuasaan semata. Insya Allah para kader PKS tetap istiqomah dan jauh dari hal-hal yg demikian. harman: Waktu yang akan menentukan... Ronald : Kalaupun didukung, bukan sembarang dukungan yang akan diberikan kpd Wiranto. Tentu akan ada "kontrak politik" antara dia dgn PKS. Dimana tentunya ada 'rambu-rambu' yg harus beliau taati nantinya, tidak memakai mesin politik Golkar dlm mengambil kep. dlsbnya. harman: Apa iya, Wir akan lebih patuh dan mau dikendalikan PKS sementara dirumahnya (PG) ada AT yang punya power cukup besar dlm PG bahkan pd pemerintahan Wir nanti, belum lagi GD yang ngototan? Bagi wir, jika ia berkuasa tentu lebih berharga menjaga dukungan PG+ PKB daripd suara PKS yg hanya 45 kursi, belum lagi pernyataan AT yg akan mengajak PDIP berkoalisi jika MSP gagal pd putaran II. Ronald: Mana pilihan yg akan diambil ? mari kita serahkan pd hati nurani. Tapi, hati nurani saja tanpa perhitungan yg matang dan strategi yg jitu, tidak akan menghasilkan apa-apa. Harman: Dengan kata lain gadaikan hati nurani demi perhitungan politik. selama ini saya selalu dengar nasehat agar menuruti kata hati nurani krn biasanya hati ini lebih mendekati kebenaran daripada kata pikiran, makanya Aa Gym selalu menasehati untuk terus - menerus membersihkan hati krn kata imam Gazali, Busuknya hati akan membusukan semua anggota badan. Nah sekarang saya dapat nasehat supaya mengacuhkan suara hati demi logika dan kepentingan politik. Kasihan Zaim Uchrowi yg selalu menulis di resonansi Republika untuk memenangkan nurani, bagaimana dengan konsep manajemen qolbu Aa Gym? Jagalah hati, jgn kau nodai... Jagalah hati, cahaya Illahi Jagalah hati, jgn kau kotori... jagalah hati, lentera hidup ini ... Apakah syair lagu yg dijadikan iklan PKS di TV masih relevan dengan logika dan kalkulasi politik MS PKS yang mengeyampingkan hati nurani? Ronald: selamat berdemokrasi ! harman: Demokrasi dengan nurani atau tanpa nurani? Saya hanya berandai-andai, jika saat ini PKS memberikan dukungan ke pada Wir akan tetapi atas izin ALLAH, AR juga lolos ke putaran ke II bersama - sama dengan Wir. hmmm....tentu ini sesuatu yg sulit, niatnya menjegal MSP & SBY ee...h malah terpaksa harus menjegal ARSIS, mau balik dukung ARSIS nanti di bilang tidak konsisten alias opportunis ga' dukung juga salah krn akan ada opini kegagalan ARSIS krn minus PKS? wallahualam wassalam, harmam wassalaam, Ronald ____________________________________________________ Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: http://rantaunet.org/palanta-setting ___________________________________________________

