Assalaamu 'alaikum wr wb

Memilih pemimpin adalah kewajiban syar'i, kita tidak bisa berlepas tangan
begitu saja. Itulah sebabnya, selepas pemilu legislatif kemaren, HNW runtung
rantang mendatangi tokoh Islam, agar bersepakat utk hanya memunculkan
satu pasang capres saja dan PKS akan mendukung all out tanpa minta jatah
kekuasaan,

perhatikan pernyataan HNW berikut di Gatra hari ini selasa 18 mei 2004 :

" Kami sudah mengatakan, "Pak Amien, Pak Gus Dur, Pak Alwi Shihab, silakan
bahas, siapa yang menurut Bapak-bapak layak menjadi RI-1 dan RI-2. Kami PKS
akan mendukung sepenuhnya gratisan. Nggak perlu kami meminta menjadi
menteri. Pokoknya, kalau Bapak-bapak bergabung, ini akan menjadi darah segar
baru untuk bangsa Indonesia. Tapi itu kan tidak terbentuk. Akibatnya, kami
juga harus mengambil sikap." ~~~

Padahal dengan perolehan suara yg 'cukup lumayan', PKS bisa 'berlepas tangan'
utk masalah kepemimpinan ini dan konsentrasi di dewan. Tapi tdk demikian dgn
pemahaman yg ada (sampai tadi malam, beginilah pemahaman yg berkembang, bahwa
memilih pemimpin adalah kewajiban syar'i). Sehingga PKS berusaha menjalin kerja
sama dgn semua unsur partai Islam dan politisi muslim, utk menampilkan satu
pasang capres saja. Mengalah dan dgn ikhlas merelakan ambisi pribadi demi
kebangkitan umat. Kita akui, jangankan terpisah-pisah kayak sekarang, bersatu
saja para pemimpin Islam ini, masih harus bersusah payah dulu utk bisa mengalahkan
capres dari partai bukan Islam.

Tapi ternyata, 'bapak-bapak' kita itu lebih mementingkan ambisi pribadi daripada
untuk kepentingan umat dan dakwah secara keseluruhan. Lebih suka mencari pasangan
'luar' daripada duduk berdampingan dengan saudara sendiri. Jadi kalau mau simpel-
simpelan aja, buat apa ngedukung orang yg justru lebih mengharapkan dukungan
pihak lain ?

Kembali ke topik, kita tunggu saja pengumuman nanti. Apapun pilihannya,
Pasti akan beresiko, semoga Dewan Syuro telah memikirkannya dengan matang.
Ada kepentingan dakwah yg jauh ke depan, dari sekedar mendukung orang per orang
an sich. Yang pasti tidak akan merupakan kepentingan sesaat.

Pd perjanjian Hudaibiyah, para sahabat ra juga sempat memprotes kenapa
Rasulullah saw mengambil keputusan - yg menurut para sahabat ra - sangat
merugikan kaum muslimin dan diri rasulullah sendiri. Tapi kemudian ternyata
keputusan itu justru berdampak baik bagi kelangsungan dakwah, dan baru disadari
kemudian.

Kita do'akan saja, apapun keputusannya semoga berdampak kepada kepentingan
keumatan secara keseluruhan, bukan hanya utk kepentingan PKS semata. Karena
perjuangan PKS bukan hanya utk meneguhkan eksistensi sebuah partai belaka,
tapi lebih kepada amar ma'ruf nahi munkar dan pembuktian bahwa Islam adalah
(memang) rahmat bagi seluruh alam. PKS hanyalah sebuah partai, jalan buat
berdakwah saja. Jika kemudian kalau cita-cita dakwah telah tercapai dan
terbentuk masyarakat yang islami, bisa jadi PKS akan membubarkan diri dgn
sendirinya.


wassalaam,
Ronald







                                                                                       
                            
                      [EMAIL PROTECTED]                                                
                              
                      Sent by:                         To:       [EMAIL PROTECTED]     
                 
                      [EMAIL PROTECTED]        cc:                                     
                    
                      ntaunet.org                      Subject:  RE: [EMAIL PROTECTED] 
Re: [sanbima-xibmer] Siasat Jitu 
                                                        SOEHARTO!                      
                            
                                                                                       
                            
                      30/06/2004 11:43                                                 
                            
                      Please respond to palanta                                        
                            
                                                                                       
                            
                                                                                       
                            




Walaikumsalam wr. Wb.
Partamo ambo minta maaf, dipotong ikuano nan manjelo-jelo.

PKS menentukan pilihan kasia, berarti PKS telah mambarikan image PKS yang
alah tabangun salamoko, bersih, jujur dan lain.
Siapapun yang mengincar dukungan PKS yang diharapkan paling utama cuma
image, akankah PKS memberikan image kepada orang yg dicalonkan dari partai
yg sudah jelas tidak bersih.

Klo tujuannya hanya menjegal pemerintahan sekarang, saya rasa kepentingan
sesaat. Sebaiknya janganlah PKS mengejar kepentingan sesaat, lebih baik
tidak mencalonkan siapa2 dan bangun image bagus yg sudah dimiliki dan saya
yakin 2009 ditangan.

Jikalau PKS memberikan dukungan tegas ke AR, saya yakin AR berpeluang jadi
RI1, itupun klo memang terjebak antara AR dan Wiranto. kalau tidak terjebak
disitu mungkin lebih baik diluar dari sekarang, seandainyapun AR kalah di
putaran pertama baru PKS berikan dukungan ke Wiranto (saya sangat yakin
wiranto tampa dukungan PKS lolos putaran ke 2 berdasarkan hitung2an diatas
kertas).

Kesempatan sekarang hanya mau menjegal Mega dan SBY sementara dukungan real
wiranto sudah jelas dan  dapat lolos putaran 2 (golkar di pedesaan, PKB yg
fanatis akan anjuran kya) wiranto sudah lebih 30%.

 Saya ikut berdo'a dewan syuro' PKS tidak terjebak kepentingan sesaat karena
ini akan memberikan image yg jelek untuk 2009.
Daripada memberikan image PKS kepada yg dicalonkan dari partai nggak jelas,
lebih bebaskan kader memilih siapa yang paling sedikit mudharatnya menurut
nurani kader masing2,


Salam
Is, 34
www.cimbuak.com <http://www.cimbuak.com>
#Kampuang Nan Jauah Dimato Dakek Di Jari#


-----Original Message-----
From: [EMAIL PROTECTED]
[mailto:[EMAIL PROTECTED] Behalf Of Ronald P Putra
Sent: Wednesday, June 30, 2004 10:57 AM
To: [EMAIL PROTECTED]
Subject: [EMAIL PROTECTED] Re: [sanbima-xibmer] Siasat Jitu SOEHARTO!



assalaamu 'alaikum wr wb

Saya kira, munculnya wacana (saat ini masih wacana krn belum ada
keputusan)utk menampilkan Wiranto, adalah lebih pada pilihan strategis,
karena secara kalkulasi politik, beliaulah yang mampu menghadang laju Mega
dan SBY. Kita tdk bisa pungkiri bahwa hampir tidak ada pengamat baik
amatiran maupun yg udah pro berani mengatakan secara tegas bahwa AR akan
lolos ke putaran kedua.


____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
___________________________________________________






____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting 
___________________________________________________

Kirim email ke