Assalamualaikum.Wr.Wb.
Mak Ismet,.ambo minta maaf, kalau selama ini ternyata
mak Ismet mengharapkan saya panggil. Saya justru
merasa diri saya yang ngak berarti apa-apa, ngak punya
apa-apa ini, segan untuk menegur orang yang saya kira
cukup berwawasan intelektual.
Jangan merasa ngak mampu untuk berdebat dengan saya
mak, justru saya juga merasa seperti itu koq didepan
mak Ismet.Tapi kalau mak Ismet ngak mau, ngak papa,
keputusan itu saya hargai, berarti itu yang terbaik
buat kita.
Saya yakin dan percaya mak Ismet ngak mau berdebat
dengan saya, bukan karena saya " pintar ", seperti
dugaan orang selama ini, tetapi mungkin karena mak
Ismet menyadari betul wanita seperti saya ( karena mak
Ismet juga punya istri kayak saya kerasnya kali, jadi
sudah biasa dengan ibu-ibu ), wanita yang keras hati
dalam mempertahankan pendapatnya.
Saya menyadari hal ini, karena suami saya aja sering
bilang : " Kalau berdebat dengan ima, akan 1001 macam
jawaban yang akan keluar, karena uda sendiri akhirnya
yang akan tersudut, alias kena cemesh, karena ima
pandai sekali melempar dan bermain bola ".
Sebenarnya ngak sekeras itu saya. Saya bisa mengalah
dan bisa menghargai pendapat orang lain koq, tapi satu
hal dalam diskusi yang paling tidak saya sukai, yaitu
" menuduh, dan jelek sangka , akhirnya menghina, atau
semacamnya ".Alhamdulillah, bagaimanapun sengitnya
perdebatan, namun saya tetap mengusahakan agar menahan
diri dari melakukan hal semacam itu.
Saya bagaimanapun diskusi berat sama suami, namun
masih bisa selama ini menahan diri untuk tidak sampai
mengeluarkan kata-kata kasar kepadanya, bahkan dalam
emosipun, saya masih mampu mengucapkan kata "
sayang..jangan begitu ".Kata-kata " Sayang, tetap
keluar dari mulut saya.
Oh yah, cerita mengenai pak Quraish, saya jadi kangen
dengan ceramah beliau, karena dulu selama ramadhan
kita sering mendapat siramah rohani dari beliau selama
bulan ramadhan, sewaktu beliau jadi Dubes.
Dan sering sekali pemikiran-pemikiran pak Quraish,
hampir bersamaan dengan apa yang saya pikirkan (
pendapat saya ). Apa karena saya muridnya selama ini,
atau karena sama-sama dari Al Azhar dan buku referensi
beliau, itu juga referensi saya, wallhua'lam.
Tapi tetap ada kami beda pendapat, walaupun saya murid
beliau.
Dan saya merasa mendapat suatu kehormatan dari beliau,
karena saya termasuk salah seorang " orang yang dekat
", dengan beliau apalagi istrinya. Ngak dapat saya
balas semua pemberian beliau pada saya, baik itu
moril, dukungan, juga materil, semoga Allah membalasi
kebaikan pak Quraish dan Ibu Quraish selama ini pada
saya. Amin.
Yah,..berhubung mak ismet ngak mau berdiskusi,
akhirnya saya jadi cerita. Okay deh,..salam buat
keluarga mak Ismet yah.
Wassalam. Rahima.
--- "M. Ismet Ismail" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Walaikumsalam wr. wb'
>
> Sebenarnya saya tidak mau (mampu) berdebat dengan
> dunsanak Rahima, tapi
> kebetulan tadi malam waktu sahur saya yang selalu
> menyempatkan diri untuk
> mendengar ceramah Qurais Shihab di Metro TV mengenai
> tafsir Misbabh menjadi
> tergelitik juga untuk mau menyampaikan sepatah dua
> patah kalimat.
>
> Ada seorang penanya mahasiswa pasca sarjana
> Univeristas Islam Negeri Jakarta
> (IAIN) dulunya, beliau menanyakan (ketika itu
> Quraish Shihab membahas hari
> kiamat) bagaimana dengan orang-orang non-muslim yang
> berperilaku lebih
> islami di dunia ini setelah kiamat tsb. Quraish
> Shihab mengatakan bahwa
> masuk surga dan neraka nya seseorang adalah hak
> prerogratif Allah jadi kita
> sebagai manusia tidak dapat menentukan. Bisa saja
> orang seperti Thomas Alfa
> Edison pencipta listrik dapat diamsukkan ke surga
> kalau memang itu keputusan
> Allah.
>
> Salam hangat untuk Rahima, yang baru sekali ini mau
> memanggil nama saya
> walupun saya berharap-harap dapat juga disebut-sebut
> oleh Rahima.
>
> MII
>
>
> ----- Original Message -----
> From: "Rahima" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: Tuesday, October 19, 2004 5:14 PM
> Subject: Re: Fw: [EMAIL PROTECTED] penafsiran.
>
>
> > Waalaikumsalam.Wr.Wb.
> >
> > Mak Ismet ismail nan ambo hormati :
> >
> > Sejujurnya saya termasuk yang bisa mengerti
> pandangan
> > mak Ismet selama ini. kelihatan bagi saya mak
> ismet
> > termasuk orang pintar, dan tidak bertindak
> gegabah,
> > netral terhadap Islam mana sajapun.
> >
__________________________________
Do you Yahoo!?
Yahoo! Mail Address AutoComplete - You start. We finish.
http://promotions.yahoo.com/new_mail
____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke:
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________