Waalaikumsalam.wr.Wb.

Oh yah,.benar mak darul, terimakasih. maklumlah mata
sering ngantuk, suasana padang sahara masih terasa,
ngak kepikir sama sekali tulisan tersebut pembaca
tidak ikut tur didalamnya. Mohon maaf.

Ada beberapa i'tibar dari perjalanan ke Sahara saya
yang dapat saya petik hikmahnya :

1). Allah berfirman : " Boleh jadi apa yang kamu benci
padahal ia baik untuk kamu, dan apa yang kamu cintai,
sukai itu bisa jadi buruk untuk kamu ".

Saya yakin bahwa pembaca sudah tahu bagaimana kondisi
saya pertama sekali, tidak mau ikut ke Sahara, karena
panasnya yang saya bayangi, takut wajah saya rusak
oleh terik mentari, dan sebagainya. Ternyata banyak
sekali hikmah dan pelajaran atas kuasa Allah disana,
bertambah keimanan saya dibuatnya, sering kebayang
panasnya padang mahsyar kelak, apa yang saya
persembahkan, amalan saya sedikit, panas padang sahara
saja saya sudah ngak kuat bagaimana dengan panasnya
padang mahsyar? 

Saya ingat bahwa salah satu yang dapat melindungi kita
dari panas padang mahsyar adalah AlQuran, sering baca,
dalami dimengerti isi AlQuran, dihafal itulah salah
satu penolong kelak, karena dalam hadist disebutkan
bahwa kelak AlQuran datang kepada orang yang
memperhatikannya sebagai penolong.

Kedua : Betapa gampangnya bagi Allah merubah segala
sesuatu itu berbanding terbalik 180 derajat. dari
subur menjadi kering dari kering menjadi subur, kalau
Allah mau cukup mengatakan " Kun fayakun, jadi,.maka
jadilah ia ".

Ketiga : Manusia harus banyak bersyukur. Bangsa
Indonesia harus bersyukur dan menjaga kekayaan alam
yang telah dikaruniakan Allah. Sungguh Allah bisa
merubah nasib seseorang, bisa merubah keadaan
seseorang, dari kaya menjadi miskin, miskin menjadi
kaya, dari subur menjadi kering kerontang.

Perlu diketahui, walaupun Mesir tanah gersang, tapi
alhamdulillah, kami dan mungkin kebanyakan dari
masyarakat Mesir masih bisa makan dan harga bahan
sandang pangan kebutuhan primer cukup murah sekali,
terjangkau oleh rakyat Mesir yang miskin sekalipun,
bahkan dipedesaan sekalipun anak-anak pada sekolah(oh
yah, saya lupa menceritakan bahwa ketika pulangnya bis
kami mogok, sehingga kami selama dua jam bergabung
dengan masyarakat disana). 

Kami bertanya anak-anak ini sekolah apa kagak?
ternyata penduduk Mesir masih sekolah dengan gratis,
mulai dari tingkat SD- Universitas, saya sudah lama
tahu akan hal ini dan sering bercita-cita alangkah
bahagianya kalau di Indonesia sekolah gratis,
kebutuhan primer murah-murah, jadi ortu hanya
memikirkan makan saja.(walau ada sekolah yang bayar,
tapi itupun tidak mahal, lagian biasanya penduduk
asing yang sekolah disana).

Jujur aja, di Mesir buahan sangat murah, sayuran
apalagi, dan buahannya saya lihat bagus-bagus jarang
ada yang busuk. Kalau beli juice, akan dikasih benar2
juice asli tanpa syrup sama sekali(bundo Nismah
tatkala kerumah saya suguhkan mengatakan enak sekali
juice, serasa asli, akhirnya kami bawa beneran tempat
jual juice buahan disepanjang jalan dengan harga
sangat murah). Semua serba murah, yang mahal hanyalah
kebutuhan sekunder atau lux, berupa alat-alat
elektronik. kapan yah,.Indonesia yang kaya raya bisa
segalanya murah,..ini malah naik tiap saat.

Katanya gas dapur untuk masak juga mahal sekali,
terakhir saya di BKT (2001) harga gas satu tabung itu
Rp 30.000. Sementara di Mesir kita pakai gas persis
aliran listrik dan sangat murah, ada juga yang tabung
tapi lihat daerahnya. Saya ngeri2 tinggal di Indonesia
dengan kondisi semua serba mahal. Air mahal, padahal
kita banyak sumber air. 

Mesir..? hanya satu sumber airnya dari sungai Nil,
tapi alhamdulillah sangat jarang boleh dikatakan
selama 12 tahun di mesir bisa dihitung dengan jari air
matinya berapa kali, itupun sebentar, padahal Mesir
negara Padang pasir dahulunya, dan sebahagian masih
juga padang pasir sih.

 Di Bkt, saya sampai nangis2 karena sering mati air,
punya anak kecil, air kagak ada sulit sekali rasanya.
Ya Allah kapan bisa rakyat Indonesia menikmati
kekayaan alamnya dengan enak, murah dan terjangkau
masyarakat kecil seperti saya?

Banyak hal-hal yang saya impikan dan dambakan di
Indonesia ini. Kenapa para pejabat yang sudah survey,
study banding katanya ke mesir melihat keadaan mesir
baik pertanian, MPR, dsbgnya, ngak membuahkan hasil?
Apakah hal ini sekedar buang-buang duit tanpa
berdampak positif buat masyarakat kecil seperti saya,
seperti anda, seperti kita-kita ini?

Ini negara Mesir. negara Padang pasir, tokh..rakyatnya
banyak yang sekolah dan makan. Jangan kita ambil
contoh jepang, Amrik yang kaya raya, wajar mereka
makmur, karena mereka kaya raya. Ini Mesir negara
serba apa adanya. Tapi hidup kebanyakan masyarakatnya
lumayan baik, pada sekolah gratis.

Indonesia kapan anak-anak sekolah gratis,.akh..apakah
ini hanyalah khayalan dan impian belaka?

Wahai saudara-saudaraku se Iman, peliharalah karunia
Allah jaga dengan baik-baik alam kita yang indah dan
subur itu, jauhi maksiat, bekerjalah, jangan malas,
belajarlah, jangan banyak santai. Saya khawatir
keadaan bangsa kita kalau tidak cepat kita ingat
Allah, entah jadi apa. 

Hancurkanlah tempat pelacuran itu, hancurkan Korupsi,
mendzalimi sesama, tegakkanlah hukum Islam, kembalilah
pada Alquran dan hadist rasulullah SAW, dalamilah
agama itu, pelajari bahasa surga, bahasa AlQuran.
Ingatlah wahai saudara-saudaraku, kita hidup tak akan
lama. Akhirat itu jauh lebih baik ketimbang dunia.
Saya ngeri membayangkan padang mahsyar itu, meniti
titian hisab amalan.
Anggaplah ini peringatan buat diri saya sendiri, yang
sampai detik ini sering merenung. 

wassalam. Rahima.

--- darul <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> 
> Assalamualaikum WW.
> 
> Terima kasih atas oleh-oleh dari Saharanya Rahima,
> kebetulan saya menonton
> kehidupan di Sahara di TV RI dua hari lalu. Melihat
> orang tidur ditenda yang
> hanya ada tapnya, selalu diterpa angin kencang yang
> sudah tentu panas. Dan
> anak-anak kecil masih ada yang bertelanjang bulat.
> Rupanya Indonesia lebih
> abik dan karunia Allah yanmg menjadiakn alamnya
> Indah dan nyaman, mudahan
> dapat kita pelihara.
> 
> Rahima, maaf saran sedikit, kalau dapat kata "Kita"
> (kecuali dialenia
> terakhir) diganti dengan kata "Kami", sebab kami
> para pembaca tulisannya
> tidak ikut tur tsb.
> 
> Wass. WW
> St.P
> 
> 
>
_____________________________________________________
> Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda,
> silahkan ke: 
> http://rantaunet.org/palanta-setting
>
------------------------------------------------------------
> Tata Tertib Palanta RantauNet:
> http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
> ____________________________________________________
> 



                
__________________________________ 
Discover Yahoo! 
Have fun online with music videos, cool games, IM and more. Check it out! 
http://discover.yahoo.com/online.html

_____________________________________________________
Berhenti/mengganti konfigurasi keanggotaan anda, silahkan ke: 
http://rantaunet.org/palanta-setting
------------------------------------------------------------
Tata Tertib Palanta RantauNet:
http://rantaunet.org/palanta-tatatertib
____________________________________________________

Kirim email ke